Pulau Sempu Bukan Hanya Danau Segara Anakan

Oleh: Niko Tujuhlangit

Bagi anda yang pernah berkunjung ke Pulau Sempu pasti tidak asing lagi dengan Danau Segara Anakan. Danau Segara Anakan ini bukan yang di Rinjani lho! Kebetulan saja namanya mirip. Danau ini terletak di salah satu sudut di Pulau Sempu dan merupakan salah satu tujuan wisata favorit di Pulau Sempu. Yang membuat danau ini menarik dan unik adalah karena sebenarnya air danau ini berasal dari air laut, yakni dari Samudra Hindia. Air dari Samudra Hindia ini bisa masuk ke danau ini melalui sebuah celah atau lubang yang terdapat di salah satu sisi tebing yang membatasi antara danau ini dengan Samudra Hindia. Lubang atau celah ini sering disebut oleh masyarakat setempat dengan nama Karang Bolong. Posisi danau ini yang dikelilingi oleh tebing dan hutan-hutan di Pulau Sempu membuat danau ini terasa seperti private place. Airnya yang berwarna kehijauan semakin melengkapi kesan tersebut.

Danau Segara Anakan.
Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D, 1/50, f14, ISO 100, Lensa 10-22 mm

Namun meskipun begitu pada kondisi-kondisi liburan seperti masa-masa lebaran, danau ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama wisatawan lokal dan daerah disekitar Malang seperti Surabaya, dll. Karena ramainya suasana di danau ini sudah seperti pasar saja rasanya. Tenda-tenda berjejeran memenuhi area danau ini. Suasana ramai ini tentunya dapat dimaklumi pada musim-musim liburan, namun yang membuat kita prihatin dan menjadi kurang nyaman adalah masih kurangnya kesadaran beberapa pengunjung tentang kebersihan. Sampah-sampah berseliweran di pinggir dan di danau. Kalau sudah begitu suasana eksotis dan hening di danau ini terasa berkurang rasanya. Itulah yang saya dan beberapa orang teman rasakan saat berkunjung ke danau ini.

Selain Danau Segara Anakan, ternyata Pulau Sempu menyimpan keindahan yang luar biasa. Suatu hal yang baru saya ketahui saat menginjakkan kaki di pulau ini. Kami diberitahu oleh guide yang kami sewa untuk menemani perjalanan ke Danau Segara Anakan. Dulu di pikiran saya kalau berbicara tentang Pulau Sempu ya pasti tentang Danau Segara Anakan. Foto-foto yang saya saksikan dari beberapa teman yang pernah berkunjung ke Pulau Sempu juga rata-rata tentang Danau Segara Anakan. Saat itu bapak yang menjadi guide memberitahu kami kalau di Pulau Sempu ini banyak terdapat objek lainnya yang tidak kalah menarik. Karena penasaran, saya dan temanpun minta diantarkan menuju ke tempat-tempat tersebut.

Berikut tiga destinasi yang sempat kami kunjungi saat itu:

1. Pantai Kembar 1

Saat memasuki pantai ini, saya benar-benar takjub dan heran-heran. Pertanyaan pertama yang menggelayut di kepala saya adalah mengapa pantai ini begitu sepi? Bukan kenapa-kenapa, pantai ini tidak terlalu jauh dari Danau Segara Anakan. Kita hanya perlu trekking sekitar 15-30 menit dari Danau Segara Anakan untuk bisa sampai ke pantai ini. Namun dari sekian banyak pengunjung yang datang ke Segara Anakan saat itu, yang datang ke pantai ini bisa dihitung dengan jari. Pertanyaannya adalah apakah memang pengunjung tersebut tidak tahu tentang keberadaan pantai ini? Atau mereka tahu tapi memang lebih memilih menginap dan bermain di Danau Segara Anakan? Bapak guide yang menemani kami menjelaskan bahwa memang meskipun banyak pengunjung yang datang ke Danau Segara Anakan, namun masih banyak yang belum tahu kalau ada berbagai objek lainnya selain Danau Segara Anakan. Hmmm… Mungkin kondisi hutan di Pulau Sempu yang masih terjaga dan kurangnya penunjuk jalan bisa jadi merupakan salah satu faktor penyebab mengapa banyak pengunjung yang belum tahu kalau ada tempat-tempat menarik lainnya di pulau ini.

Pantai Kembar 1 ini suasananya masih sepi, pasirnya bersih dan empuk! Pantainya tidak terlalu panjang. Namun suasana yang jauh lebih hening dibandingkan Danau Segara Anakan ini membuat saya tergoda untuk ngecamp di pantai ini suatu saat nanti.

Pantai Kembar 1. Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D. 1/320, f11, ISO 100, Lensa 10-22 mm

2. Pantai Kembar 2

Pantai ini bertetangga dengan pantai Pantai Kembar 1, hanya dibatasi oleh tebing tinggi. Cukup berjalan kaki selama lebih kurang 10 menit dari Pantai Kembar 1.  Jika melihat bentuk pantainya, maka wajar kalau kedua pantai ini diberi nama ’Kembar’. Sama-sama dibatasi oleh tebing, sama-sama sepi, panjang pantainya yang hampir sama, pasir pantainyapun sama-sama bersih dan empuk.

Pantai Kembar 2. Foto oleh Niko TujuhLangit. Blackberry.

3. Pantai Pasir Panjang

Seperti namanya pantai satu ini memang panjang dan lagi-lagi sepi! Saya sudah mengunjungi beberapa pantai di berbagai tempat di Indonesia dan salah satu kesan pribadi saya tentang pantai ini adalah airnya sejuk dan segar. Biasanya air laut yang sudah tercemar akan terasa lengket dan terasa di kulit. Perbedaannya dapat kita rasakan. Nah dipantai ini, cobalah cemplungkan kaki anda kedalamnya dan rasakan kesejukan dan kesegerannya. Pantainya masih bersih dan yang tak kalah menyenangkan pasirnya benar-benar empuk. Hmmm..Asyik sekali untuk berbaring sambil menikmati angin sepoi-sepoi dan keheningan Pulau Sempu.

Pantai Pasir Panjang. Foto oleh Niko TujuhLangit. Blackberry.

Selain ketiga pantai diatas, masih banyak objek atau tempat indah lainnya di Pulau Sempu. Pulau Sempu merupakan cagar alam yang memiliki luas 877 hektare dan menyimpan keindahan yang menawan. Sebut saja beberapa diantaranya Pantai Gladakan, Teluk Semut, Waru-Waru, Caluk Ilang, Goa Macan, Gebang, Teluk Ra’as, Sumber Air Tawar, Telogo Lele, Tanjung Harapan, Teluk Serbuk, Plawangan, Pasir Putih, Batu Meja, Telogo Urang, Telogo Dowo, Telogo Sat, Pasir Putih, Semut Belean. Untuk menjelajahi berbagai tempat di Pulau Sempu ini dibutuhkan waktu berhari-hari. Berdasarkan penjelasan guide kami, beberapa rombongan pengunjung ada yang pernah menjelajahi pulau ini selama seminggu bahkan ada yang sampai dua minggu. Namun perlu diperhatikan jika anda berkunjung ke pulau ini, ikutilah aturan-aturan yang ada dan yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan dan alam. Kalau bisa sewalah guide sebagai penunjuk jalan. Selain itu guide juga lebih memahami aturan-aturan dan kondisi di pulau ini sehingga bisa menjadi kontrol bagi kita sebagai pengunjung. Waktu itu kami menyewa guide saat melakukan registrasi dan izin masuk ke pulau ini. 

Saat hendak menyeberang kembali ke Sendang Biru (dari Pulau Sempu) guide bertanya kepada saya mengapa saya menyukai Pantai Pasir Panjang. Kebetulan diantara ketiga pantai diatas Pantai Pasir Panjanglah yang paling saya sukai. Waktu itu saya jawab karena airnya yang segar dan sejuk, bersih, suasananya yang sepi dan pasirnya yang empuk. Beliau kemudian berkata kepada saya, ”Pantai Gladakan lebih bagus lagi dari Pantai Pasir Panjang”, sambil tersenyum kepada saya. Kata-kata yang membuat saya seketika tergugah dan berencana untuk kembali lagi ke pulau ini suatu saat nanti, jika Tuhan mengizinkan. 

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *