Pesona Pagi, Senja dan Malam di Merbabu

Oleh: Niko Tujuhlangit

Angin malam Merbabu tak henti-hentinya berhembus….

Mendorong-dorong saya yang masih setia berdiri…

Di belakang tripod yang tak lagi stabil….

Dan di atas bangunan yang terlihat kusam…

Gelapnya malam…

Tak mampu menutupi keindahan mahakarya Tuhan…..

dari Puncak Menara…

Gunung Merbabu……

Dinginnya udara pegunungan…

Tak membuat saya surut…

Letihnya badan…

Tak membuat diri ini tergoda untuk segera ke peraduan…

Tak ingin melewatkan momen yang belum tentu terulang lagi ini…

Hasrat saya jelas…

Menghadirkan keindahan ini kepada sejuta mata…

Jari-jari tangan saya sudah mulai terasa kaku.. Jaket windstopper yang melekat di badan ternyata tidak cukup untuk menghalau dingin. Ditambah badan saya yang kurus, ah semakin terasalah dinginnya malam itu… Angin yang berhembus kencang membuat saya berkali-kali harus menahan tripoddengan tangan. Tripod murah yang sebenarnya sudah tidak lagi stabil.. Malam itu, Sabtu 16 Juli 2011, saya tetap kekeuh bertahan untuk sekitar satu hingga dua jam lamanya dalam dinginnya malam di Merbabu. Sang rembulan dan pendaki-pendaki lain yang masih terjaga menjadi  teman saya mengabadikan keindahan malam itu…

Setiap gunung selalu menghadirkan pemandangan yang unik, berbeda dan menawan. Demikian jugalah adanya dengan Gunung Merbabu. Tidak hanya cantik di siang hari namun juga saat pagi, senja dan malam hari. Pemandangan pagi, senja dan malam hari di Gunung Merbabu sangat menawan dan merupakan salah satu pemandangan terbaik yang pernah saya saksikan dari beberapa pendakian yang pernah saya jalani. Momen ketika senja mulai menampakkan rona merahnya dan sang surya bersiap-siap kembali ke peraduannya adalah salah satu momen yang dinantikan oleh banyak pendaki yang berkunjung ke Merbabu.

Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D, 1/40, f22, ISO 1600

Salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan pemandangan pagi, senja dan malam hari di Gunung Merbabu adalah di Puncak Menara. Puncak Menara adalah salah satu dari tujuh puncak Gunung Merbabu. Disini terdapat sebuah bangunan dan menara/ tower. Bangunan dan tower ini dikelilingi oleh pagar kawat. Disini para pendaki sering mendirikan tenda dan bermalam.

Diatas bangunan inilah saya menghabiskan waktu berjam-jam memotret pemandangan Merbabu dan sekitarnya.
Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D, 307 detik, f16, ISO 400

Dari Puncak Menara ini kita bisa melihat pemandangan hampir 360 derajat tidak terhalang oleh pepohonan dan apapun. Ke arah Barat, Timur, Selatan dan Utara benar-benar lepas. Yang ada adalah pemandangan alam yang menyejukkan mata dan hati. Dua kali sudah saya berdiri di atas bangunan ini. Sekedar untuk mengabadikan keindahan yang tak henti-hentinya membuat saya terkagum-kagum. Pemandangan dari bangunan di Puncak Menara ini jugalah salah satu alasan saya kembali lagi untuk kedua kalinya pada April 2012 lalu.

Senja

Jika anda melakukan pendakian melalu Jalur Cunthel di Desa Kopeng, Salatiga, maka ketika melewati tanjakan menuju Puncak Menara anda sudah bisa menyaksikan keindahan pemandangan gunung ini. Puncak Menara sendiri dapat dicapai dalam waktu sekitar 4-5 jam perjalanan dari Basecamp Cunthel. Jika memungkinkan usahakan anda sudah sampai di Puncak Menara sebelum matahari terbenam agar bisa bersantai menikmati hangatnya sore sambil bercengkrama dengan rekan-rekan pendaki lainnya. Tentunya sebuah pengalaman luar biasa bisa menyaksikan matahari terbenam dengan latar deretan Gunung Sindoro, Sumbing dan Perahu (Prau)!

Senja saat dalam perjalanan menuju Puncak Menara.
Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D, 1/200, f16, ISO 200.
Melihat sunset turun di sela-sela Gunung Sumbing, Sindoro dan Perahu.
Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 7D, 1/200, f11, ISO 100.
Suasana setelah sunset. Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 7D, 1/60, f5.6, ISO 100.
Masih suasana beberapa saat setelah sunset. Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 7D, 1/80, f5.6, ISO 1600.
Masih suasana setelah sunset. Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D, 1/60, f5.6, ISO 800.

Malam

Gelapnya malam tak mampu menutupi keindahan yang ada. Gunung-gunung di sekitar Gunung Merbabu masih terlihat dengan jelas. Justru semakin indah karena sekarang diwarnai dengan gemerlap lampu kota dan taburan bintang di langit. Benar-benar tarian dan parade alam yang sempurna! Dari Puncak Menara kita juga bisa menyaksikan pancaran cahaya headlamp para pendaki yang naik pada malam hari. Di Merbabu tidak sedikit pendaki yang melakukan pendakian pada malam hari.

Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 7D, 96 detik, f8, ISO 800
Suasana malam dari Puncak Menara. Terlihat cahaya headlamp pendaki yang naik pada malam hari.
Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D, 606 detik, f16, ISO 200.

Pagi

Bagi anda yang suka mengabadikan keindahan pemandangan dalam bingkai foto, cobalah memotret pemandangan dari Puncak Menara saat Subuh atau menjelang Subuh. Sekitar jam 04.00 – 05.30. Jika cuaca cerah, maka biasanya kita bisa mendapati pemandangan yang berbeda dengan pemandangan saat senja dan malam.

Deretan Gunung Sumbing, Sindoro dan Perahu saat pagi hari.
Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 7D, 13 detik, f5.6, ISO 800.
Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 7D, 10 detik, f5.6, ISO 800

Jika anda ingin menyaksikan keindahan panorama Merbabu dan pemandangan disekitarnya dengan maksimal, usahakan datang pada saat musim panas. Juni hingga September adalah waktu-waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan saudara dekat Merapi ini.

Selamat menjelajahi dan memperkenalkan keindahan Indonesia! Salam hangat!

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *