Oro-Oro Ombo, Serpihan Surga yang Jatuh di Semeru

Oleh: Niko Tujuhlangit

Damai…Hening…Tentram…

Menyeruak lepas dari balik ilalang-ilalang hijau dan kuning…

Yang terhampar luas diantara bebukitan…

Dengan ramah menanti setiap pendaki…

Yang merindukan kesejukan…merindukan tarian alam…

Bunga-bunga nan cantik dan berwarna-warni…

Menari-nari bebas bersama hembusan angin..

Seakan-akan tak ada masalah baginya…

Entah itu hujan atau panas…

”Aku akan tetap menari bebas dan lepas….,” katanya….

”Aku akan tetap menari bebas dan lepas….,” katanya….

”Aku akan tetap menari bebas dan lepas….,” katanya….

Jika seandainya aku bisa untuk tidak pulang…

Aku akan memilih tinggal disini….di Oro-Oro Ombo….

Duduk diantara ribuan ilalang, bunga-bunga dan binatang-binatang kecil….

Menanti pagi dalam keterbukaan…

Menanti senja dalam kesahajaan…

dan ….

Menikmati setiap malam dalam kesederhanaan….

Seperti kesederhanaan bintang-bintang di langit…

Foto oleh Niko TujuhLangit

Hamparan ilalang dan padang rumput yang luas atau yang sering disebut juga dengan Sabana adalah salah satu pemandangan khas yang bisa kita jumpai di gunung. Sebut saja beberapa diantaranya Sabana Selo di Merbabu, Sembalun di Rinjani dan masih banyak lagi. Jika anda salah satu perindu Sabana, maka kurang lengkap rasanya jika belum berkunjung ke tempat satu ini. Oro-Oro Ombo namanya. Oro-Oro Ombo adalah nama sebuah tempat di Gunung Semeru. Jika anda mendaki Gunung Semeru, maka anda akan melewati tempat ini. Letaknya persis di sebelah area Danau Ranukumbolo, ikonnya Gunung Semeru. Dari Danau Ranukumbolo anda akan melewati Tanjakan Cinta terlebih dahulu. Setelah sampai di ujung atas Tanjakan Cinta, maka pemandangan yang memikat akan tersaji dihadapan anda.

Berfoto di Oro-Oro Ombo, Semeru. Foto oleh Niko TujuhLangit.

Disini (di Oro-Oro Ombo) terdapat hamparan ilalang dan padang rumput yang sangat luas serta pohon-pohon pinus. Selain itu ditengah hamparan ilalang dan padang rumput ini terdapat bunga-bunga yang berwarna-warni. Cantik sekali. Hamparan ilalang ini dikelilingi oleh bukit-bukit hijau yang menawan.

Terlihat pendaki yang sedang melintasi Oro-Oro Ombo menuju Kalimati. Foto oleh Niko TujuhLangit.
Para pendaki yang sedang melintas di Oro-Oro Ombo menuju Danau Ranukumbolo. Foto oleh Niko TujuhLangit.
Foto oleh Niko TujuhLangit

Pada musim panas, sekitar Juni – September, hamparan ilalang ini biasanya akan mengering dan menguning. Namun meskipun begitu, pemandangan Oro-Oro Ombo saat musim panas ini tetap saja menarik dan menampakkan sisi lain yang berbeda dengan penampakannya saat musim hujan. Langit yang berwarna biru terlihat kontras sekali dengan ilalang yang menguning. Jika cuaca cerah, maka kita dapat melihat Mahameru (puncak Semeru) dari Oro-Oro Ombo ini.

Oro-Oro Ombo dan pendaki. Foto oleh Niko TujuhLangit
Dengan teman saya di tengah-tengah hamparan ilalang Oro-Oro Ombo. Foto oleh Niko TujuhLangit.
Dengan teman saya. Foto oleh Niko TujuhLangit.
Foto oleh Niko TujuhLangit

Bagi anda pecinta fotografi, jangan lewatkan kesempatan menghabiskan memory card anda disini. Jika memungkinkan luangkan waktu lebih untuk memotret disini. Oro-Oro Ombo merupakan satu dari tiga tempat di Semeru yang menurut saya pribadi paling menarik untuk memotret. Selain Oro-Oro Ombo, dua tempat lainnya yang menarik untuk dieksplor adalah Danau Ranukumbolo dan Ayek-Ayek.

Oro-Oro Ombo pagi itu. Foto oleh Niko TujuhLangit
Foto oleh Niko TujuhLangit.
Foto oleh Niko TujuhLangit
Mengeksplor Oro-Oro Ombo. Foto oleh Dahlia Kosasih.
Berfoto di Oro-Oro Ombo. Foto oleh Dahlia Kosasih

Anda juga dapat menikmati pemandangan Oro-Oro Ombo dari atas bukit-bukit disekitarnya. Waktu berkunjung kesana saya dan seorang teman naik ke atas bukit untuk mendapatkan pemandangan yang berbeda. Dari atas bukit ini hamparan ilalang terlihat dengan jelas. Dikejauhan terlihat pendaki-pendaki yang lalu lalang dari Danau Ranukumbolo menuju ke Kalimati dan sebaliknya.

 Foto oleh Niko TujuhLangit
Oro-Oro Ombo. Foto oleh Niko TujuhLangit

Ingin rasanya berlama-lama di tempat ini. Menikmati sejuknya udara pegunungan dan heningnya suasana disini. Sebuah tempat yang indah… Laksana serpihan surga…Serpihan surga yang jatuh di Semeru……

Oro-Oro Ombo sendiri dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Pos Ranu Pane (pos awal pendakian Gunung Semeru di Desa Ranu Pane) selama kurang lebih 4-6 jam. Di perjalanan anda akan melewati trek yang didominasi hutan dengan tanjakan-tanjakan sedang dan tidak terlalu ekstrim hingga sampai ke Danau Ranukumbolo. Biasanya pendaki beristirahat dan mendirikan tenda di dekat Danau Ranukumbolo. Baru kemudian bermain-main ke Oro-Oro Ombo.

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *