Lagi Bosan ke Kepulauan Seribu? Butuh Variasi? Ke Pulau Tunda Saja

Oleh: Niko Tujuhlangit

Siapa yang tidak kenal dengan Kepulauan Seribu. Disini terdapat ratusan pulau-pulau dengan keindahan dan kekhasannya masing-masing. Beberapa tahun terakhir Kepulauan Seribu menjadi salah satu tempat wisata pulau, pantai dan laut favorit warga Jakarta. Selain tempatnya yang cukup dekat dari kota Jakarta, keindahan dan variasi wisata lautnya cukup untuk menghibur dan mengisi waktu luang warga yang mungkin tidak memiliki waktu banyak untuk berkunjung ke pulau-pulau yang jauh di propinsi atau daerah lain.

Bagi yang mungkin sudah sering berkunjung ke Kepulauan Seribu dan merasa bosan atau butuh variasi tujuan wisata pulau yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, maka Pulau Tunda bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif.

Dimana itu Pulau Tunda?

Pulau Tunda merupakan sebuah pulau yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Propinsi Banten. Pulau ini terletak di Laut Jawa, di sebalah Utara Banten. Terdapat satu Desa di pulau ini, yaitu Desa Wargasara. Nah, desa ini terbagi menjadi dua bagian, Kampung Barat dan Kampung Timur.

Sekolah di Pulau Tunda. Foto oleh Niko TujuhLangit
Salah seorang warga sedang membawa barang menuju Kampung Barat. Foto oleh Niko TujuhLangit

Bagaimana Cara Menuju ke Pulau Tunda?

Saat berkunjung kesana bersama beberapa teman beberapa waktu lalu, kami menempuh rute sebagai berikut:

1) Jakarta – Serang

Kami berangkat dari Mall di Slipi Jaya dengan menaiki bis umum jurusan Merak. Bis jurusan Merak ini biasanya akan melewati Serang. Nah kami turun di Terminal Bis Pakupatan, Serang. Bis yang kami tumpangi memang singgah terlebih dahulu di Terminal Pakupatan. Tarif bisnya nggak mahal amat kok, cukup 20 ribu saja. He.. He..Dibutuhkan waktu sekitar kurang lebih 1,5 jam dari Slipi Jaya hingga Terminal Pakupatan.

2) Terminal Pakupatan – Dermaga Karang Hantu

Dari Terminal Pakupatan perjalanan kami lanjutkan menuju Dermaga Karang Hantu dengan menyewa angkot. Waktu tempuh hingga Dermaga Karang Hantu adalah sekitar kurang lebih 30 menit.

3) Dermaga Karang Hantu – Pulau Tunda

Dari Dermaga Karang Hantu (ada juga yang menyebutnya Karangantu), kami menaiki perahu yang telah disewa. Lama perjalanan menuju Pulau Tunda sekitar 2,5 jam. Berdasarkan penjelasan masyarakat setempat, ada jadwal perahu reguler dari Dermaga Karang Hantu menuju Pulau Tunda, yakni Hari Senin, Rabu dan Sabtu. Berangkat sekitar jam 08.00 dari Pulau Tunda dan jam 14.00 dari Dermaga Karang Hantu. Namun silahkan anda cek kembali kalau hendak menuju kesana. Kalau misalnya anda pergi beramai-ramai dengan teman, sebaiknya sewa perahu saja supaya lebih fleksibel dan bebas melaut. 🙂

Dermaga Kampung Timur, Pulau Tunda. Canon EOS 500D. Foto oleh Niko TujuhLangit

Ngapain Aja Sih Di Pulau Tunda?

Setidaknya ada enam aktivitas yang bisa kita lakukan di pulau ini:

1) Snorkeling

Seperti halnya kebanyakan wisata pulau, di Pulau Tunda kita dapat melakukan snorkeling, menikmati indahnya pemandangan bawah laut. Spot-spot snorkeling di Pulau Tunda terdapat di sekeliling pulau ini. Jadi jangan heran jika anda nantinya hanya dibawa berputar keliling pulau saat snorkeling.

Salah satu spot snorkeling di Pulau Tunda. Canon EOS 500D. Foto-foto oleh Niko TujuhLangit

2) Memancing

Pulau Tunda merupakan tempat yang sering digunakan untuk memancing. Kalau anda hobby memancing, jangan lupa membawa peralatan pancing. Bahkan sebenarnya pulau ini masih belum dikenal sebagai daerah wisata. Belum banyak wisatawan yang tahu dan berkunjung ke pulau ini. Berbeda halnya dengan pulau-pulau di Kepulauan Seribu.

3) Jalan -jalan di Pulau

Pulau Tunda terbagi atas dua Kampung utama, yaitu Kampung Barat dan kampung Timur. Anda dapat berjalan kaki menyusuri pulau ini melewati kebun, semak belukar dan area pepohonan kelapa untuk menikmati suasana pulau ini. Atau dapat juga bermain ke pantai. Sayangnya belum ada penyewaan sepeda di pulau ini seperti halnya di Pulau Tidung atau Pulau Pari di Kepulauan Seribu.

Jalan-jalan sore menuju Kampung Barat. Canon EOS 500D. Foto oleh Niko TujuhLangit

4) Menikmati sunrise dan sunset

Apalagi yang asyik dilakukan di pulau selain menikmati sunrise dan sunset? He..he…

Matahari terbit dari Pulau Tunda. Foto oleh Niko TujuhLangit.

Kita dapat menikmati sunrise maupun sunset salah satunya dari sebuah menara di Kampung Barat. Namun untuk melihat sunset atau sunrise dari menara, maka kita harus meminta izin terlebih dahulu kepada salah seorang Bapak di Kampung Barat. Saya lupa persis nama Bapaknya :). Bagi yang takut ketinggian, jangan coba-coba yaaa..he..he… Waktu itu saya dan empat orang teman naik hingga ke puncak menara. Dari atas terlihat dengan jelas keseluruhan Pulau Tunda.

Naik ke atas menara untuk melihat pemandangan Pulau Tunda. Foto oleh Niko TujuhLangit
Menikmati pemandangan Pulau Tunda dari atas menara. Foto oleh Niko TujuhLangit

5) Berburu Lumba-Lumba

Di Pulau ini terkadang masih sering muncul gerombolan Lumba-Lumba. Jadi, pagi-pagi tidak ada salahnya mencoba berkeliling pulau dengan perahu motor. Siapa tahu anda beruntung bertemu dengan gerombolan Lumba-Lumba.

6) Melihat pembuatan perahu

Di pulau ini terdapat tempat pembuatan perahu. Tarifnya bervariasi tergantung model dan jenis perahunya. Harganya mencapai puluhan juta.

Pulau Tunda memang masih relatif sepi. Banyak lahan atau tanah kosong di pulau ini. Masyarakat disini gemar beternak Kambing. Bulunyapun lucu-lucu. Saat berkunjung kesana banyak kami temukan Kambing berseliweran kesana kemari.

Jadi, kalau anda sedang butuh variasi liburan ke pulau, datanglah ke Pulau Tunda… 🙂

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *