Gunung Cikuray “Rasa” Bromo

Oleh: Niko Tujuhlangit

Anda pernah ke Bromo? Salah satu objek wisata di Jawa Timur yang memiliki pemandangan luar biasa itu. Nah, di dekat Gunung Bromo ada satu tempat yang bernama Pananjakan. Biasanya saat berkunjung ke Bromo, orang akan berkunjung ke Pananjakan. Di Pananjakan inilah banyak wisatawan bergerombol menantikan indahnya matahari terbit. Disini banyak sekali wisatawan yang bersiap dengan kamera untuk mengabadikan keindahan matahari terbit. Darisinipula kita dapat menyaksikan indahnya Gunung Bromo dan Gunung Semeru yang berada dibelakangnya.

Nah, beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman mendaki Gunung Cikuray melewati Jalur Pemancar. Dan ternyata hari itu gunung ini entah mengapa sangat ramai dikunjungi oleh para pendaki. Perkiraan saya jumlahnya mungkin mencapai 300 orang atau bahkan lebih. Sampai-sampai di jalan seringkali kami terpaksa harus antri karena jalur pendakiannya yang relatif sempit. Bahkan banyak pendaki yang tidak kebagian tempat untuk mendirikan tenda. Beberapa diantaranya terpaksa mendirikan tenda di pos 4 dan pos 5. Sementara beberapa pendaki lain yang sudah terlanjur sampai di pos 6 (pos terakhir sebelum puncak) terpaksa menebas lahan untuk mendirikan tanda. Ada juga yang mendirikan tenda di lahan-lahan yang miring. Beberapa pendaki ada yang terpaksa mengecek hingga ke puncak untuk memastikan apakah lahan untuk mendirikan tenda masih tersedia. Banyak yang akhirnya terpaksa turun kembali hingga ke pos 4 atau pos 5. Cikuray benar-benar laku sekali hari itu! 🙂 Padahal boleh dibilang gunung ini selama ini tidak terlalu ramai dikunjungi dibandingkan tetangganya yang sudah sangat terkenal, yakni Gunung Papandayan. Apa karena status Gunung Papandayan yang naik menjadi Siaga sehingga menyebabkan banyak pendaki yang beralih ke Cikuray? Pikir saya.

Kalo di Bromo kita biasanya naik jeep, maka kemarin para pendaki banyak yang naik mobil pick up mulai dari Terminal Guntur, Garut hingga Pemancar. 🙂

Beginilah jeep yang sering digunakan saat berwisata ke Bromo dan Pananjakan.
Foto oleh Niko TujuhLangit. Diambil dengan Pocket Camera

Begini nih mobil pick up yang kami naiki saat menuju Pemancar dari Terminal Guntur Garut.. 🙂 … Saat dijalan ada sekitar 4-5 mobil pick up yang kami jumpai yang juga sedang menuju Pemancar.

Foto oleh Niko TujuhLangit.

Kalau di Pananjakan orang penuh sesak menunggu matahari terbit (sunrise), di Cikuray juga. Inget dimana ya kalo kayak gini? “Serasa di Bromo saja”, pikir saya. 🙂

Puncak Cikuray penuh sesak oleh pendaki yang sedang menunggu matahari terbit.
Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D

Saya sampai kesulitan menemukan tempat yang oke untuk memotret matahari terbit. :). Penuh kayak pasar! 🙂 . Setelah kesana-kemari, akhirnya saya menyerah dan memotret keramaian saja :).

Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D.

Yeay…Akhirnya terbit juga yang dinanti-nanti .. 🙂

Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D
Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D

Ada apakah dengan Gunung Cikuray? Sepertinya mulai booming nih gunung 🙂 . Saat dalam perjalanan pulang kami sempat bertemu dengan seorang Bapak yang mengatakan kalau hari sebelumnya lebih ramai! Katanya mencapai 500-an orang! Padahal jujur loh, mendaki Gunung Cikuray termasuk salah satu yang berat. Treknya yang terjal melewati hutan benar-benar menguras energi dan menguji kaki dan lutut. Kalau kata beberapa teman, jalurnya jalur “dengkul ketemu jidat” 🙂 . Silahkan bayangkan sendiri ya bagaimana treknya… 🙂

Sebagai penutup, bagi yang akan mendaki Cikuray, siapkan fisik ya dan jangan lupa bawa air lebih, karena sepanjang jalur pendakian (Jalur Pemancar) tidak terdapat sumber air. Have a safe hiking!

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *