Explore Kepulauan Seribu (Bagian 1): Camping di Pulau Hiu

Oleh: Niko Tujuhlangit

Akhirnya ke Kepulaun Seribu lagiiii…. Tidak habis-habis daftar pulau yang bisa dikunjungi disini. Cocok seperti namanya: Kepulauan Seribu. Karena jumlahnya yang demikian banyak, sulit untuk mengingat satu persatu nama pulau-pulaunya.

Pagi itu, Sabtu, kami berkumpul di Pelabuhan Muara Angke. Pelabuhan ini merupakan salah satu tempat untuk menyeberang ke Kepulauan Seribu. Disini tersedia kapal-kapal dengan kapasitas hingga ratusan orang untuk menyeberang ke Kepulauan Seribu. Ada berbagai destinasi kapal ini, diantaranya ke Pulau Tidung, Pulau Harapan dan Pulau Pramuka, dengan tarif sekitar 35-40 ribu Rupiah (per Januari 2014). Ketiga pulau ini merupakan tempat berhentinya kapal-kapal dari Pelabuhan Muara Angke. Ketiganya menjadi semacam pulau “transit” sebelum berkeliling ke pulau-pulau lainnya dengan menggunakan perahu atau boat yang berukuran lebih kecil. Wajar sih jika ketiga pulau tersebut menjadi tempat berlabuh kapal-kapal tersebut karena infrastrukturnya lebih baik dibandingkan beberapa pulau lainnya di Kepulauan Seribu.

Tujuan kami kali ini adalah Pulau Hiu. Niatnya kami akan berkemah disana. By the way, saya juga baru mendengar nama pulau ini. Kami berangkat sekitar pukul 07.30 dari Muara Angke, dan baru sampai di Pulau Harapan sekitar jam 11.00. Disini kami menunggu Si Bapak pemilik perahu. Sambil menunggu, kami beres-beres dan siap-siap sebelum melanjutkan perjalanan dengan perahu kecil ke pulau-pulau lainnya. Saya juga sempat membeli gorengan dulu karena kelaparan. Sekitar jam 12.00 perjalanan baru kemudian dilanjutkan menuju Pulau Harapan.

Alhamdulillah. Cuaca ceraaahhhhh….Agak sedikit “gambling” memang traveling ke laut di musim-musim penghujan seperti ini. Kali ini jelas kami beruntung sekali diberi cuaca ceraaah….

Foto-Foto oleh Niko TujuhLangit.

Untuk menuju ke Pulau Hiu diperlukan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan menyeberangi laut dengan perahu motor dari Pulau Harapan. Kami melewati beberapa pulau lainnya di sepanjang perjalanan diantaranya Pulau Bulat, Pulau Kayu Angin Bira, Pulau Putri Barat dan Putri Timur. Di kejauhan terlihat Pulau Macan dan Pulau Matahari.

Terlihat Pulau Kayu Angin Bira serta Pulau Macan dan Pulau Matahari di kejauhan. Foto oleh Niko TujuhLangit.
Terlihat Pulau Putri Timur, atau yang biasa disebut Pulau Putri. Foto oleh Niko 7Langit.

Selepas melewati Pulau Putri, kami juga sempat singgah di sebuah pulau berpasir putih yang cantik. Pulau Gosong Kecil namanya. Teman saya, Edwin, langsung beraksi sesampainya perahu disana.

Sampai di Pulau Gosong Kecil. Foto oleh Niko TujuhLangit.

Loncaaattttttttt……. 😀

Foto oleh Niko TujuhLangit.

Hampir sekitar kurang lebih 1 jam kami bermain di Pulau Gosong Kecil. Perjalananpun kembali dilanjutkan. Kali ini kami singgah di perairan Pulau Dolphin untuk snorkeling.

Untuk cerita dan foto-foto lebih banyak lagi mengenai Pulau Gosong Kecil, akan saya bahas di tulisan terpisah nanti. 🙂

Dari Pulau Dolphin kami bergerak menuju ke Pulau Hiu. Namun malang, mesin perahu yang kami tumpangi rusak! Ya, Ampuuun. Akhirnya dengan bantuan perahu lain yang kebetulan berada disana, kamipun diseret kepinggiran, tidak jauh dari Pulau Dolphin. Terpaksalah kami bersabar menunggu datangnya perahu pengganti dari Pulau Harapan. Daripada waktu terbuang sia-sia, akhirnya kami kembali ber-snorkeling ria. Ada sekitar kurang lebih 1-1,5 jam kami bermain disini sambil menunggu perahu pengganti. Lumayanlah… 😀

Setelah perahu pengganti tiba, barang-barangpun terpaksa dipindahkan. Perjalanan dari Pulau Dolphin ke Pulau Hiu memakan waktu sekitar kurang lebih 45 menit – 1 jam. Di perjalanan masih sempat-sempatnya bernarsis ria.

Foto oleh Niko TujuhLangit.

Akhirnyaaa…Sore hari kami sampai di Pulau Hiu…Entah kenapa pulau ini dinamakan Pulau Hiu. Awalnya terkesan cukup menyeramkan, jangan-jangan pulau ini dinamakan demikian karena ada hiunya…he…he..he.. Setelah menurunkan barang-barang, tendapun mulai didirikan satu persatu.

Kita dapat menyaksikan sunset dengan jelas di pulau ini. Beautiful! Beruntung hari itu kami tiba di pulau ini sore hari sehingga dapat menikmati keindahan matahari terbenam alias sunset.

Menikmati sunset di Pulau Hiu. Foto oleh Niko 7Langit.

Masihh…suasana sunset…

Foto oleh Niko TujuhLangit.

Pulau Hiu merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Masih berupa hutan dan semak belukar. Jadi cocok sekali digunakan untuk berkemah. Jauh dari keramaian dan hingar bingar. Menikmati sejenak ketenangan alam.

Malam itu kami beruntung sekali karena cuaca cerah dan langit bertaburan bintang. Luar biasa! Sayang sekali saya tidak membawa perlengkapan untuk memotret di malam hari. Jadi hanya bisa menikmatinya dengan mata telanjang. Kami menghabiskan waktu dengan masak-masak dan ngobrol-ngobrol satu sama lain. Beberapa teman sempat menemukan sebuah Penyu berukuran cukup besar dipinggiran pantai.

Esoknyaa…..Pagi yang indah menyambut kami …..Matahari terbit persis di arah depan tempat kami mendirikan tenda…

Pagi di Pulau Hiu. Foto oleh Niko TujuhLangit.

Foto-foto duluuuu…. ^_^

Foto oleh Niko TujuhLangit.

Setelah masak-masak dan sarapan pagi, sekitar pukul 08.30, kami berangkat pulang ke arah Pulau Harapan lagi. Di perjalanan kami sempat singgah di Pulau Putri Barat, sebuah pulau yang memiliki resort. Tempat ini tidak bisa diakses oleh sembarang pengunjung. Kami saja tidak diperkenankan snorkeling di area Putri Barat ini. Hanya sekedar berfoto-foto.

Singgah di Pulau Putri Barat. Foto oleh Niko TujuhLangit.

Dari Putri Barat kami akhirnya snorkeling di Pulau Putri Timur yang persis berada di depan Pulau Putri Barat. Cukup lama juga. Mungkin sekitar kurang lebih satu jam di tempat ini.Dari Pulau Putri Timur akhirnya sebelum ke Pulau Harapan kami singgah di Pulau Bulat untuk bersih-bersih karena di pulau ini terdapat sebuah sumur air tawar.Dari Pulau Bulat ke Pulau Harapan sudah tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15-20 menit. Kami tiba di Pulau Harapan sekitar pukul 11.30. Kapal-kapal dari Pulau Harapan menuju Muara Angke berangkat sekitar pukul 11-12 siang.

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *