Berkunjung ke Baduy, Kembali ke Alam

Link artikel lain:

1. 10 Tips Menyewa Kapal Untuk Sailing Pulau Komodo

2. Pulau Kanawa dan Pulau Kenawa, Eksotisme Timur Indonesia

3. Tempat-Tempat Menarik di Maumere dan Sekitarnya

4. 12 Tips Berkunjung ke Desa Waerebo

5. Oro-Oro Ombo, Serpihan Surga Yang Jatuh di Semeru


Anda merindukan tempat yang jauh dari keramaian? Merindukan nuansa alami yang belum terjamah modernisasi dan perkembangan zaman yang melaju dengan demikian cepatnya? Jika iya, maka datanglah ke perkampungan Baduy/Badui di Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.

 perjalanan di baduy

Canon EOS 500D

 

Perkampungan Suku Baduy di Banten ini dapat dicapai dengan menaiki kereta api dari Stasiun Tanah Abang dengan tujuan Rangkas Bitung. Nah, nanti sesampainya di Stasiun Rangkas Bitung, perjalanan dapat dilanjutkan dengan mencarter elp/L300 menuju Desa Ciboleger. Dibutuhkan waktu sekitar kurang lebih satu jam dari Stasiun Rangkas Bitung menuju Desa Ciboleger. Dari Desa Ciboleger perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki alias trekking menuju perkampungan Baduy. Perkampungan Baduy ini sendiri dibagi dua yakni Baduy Luar dan Baduy Dalam. Berdasarkan tiga kali kunjungan saya kesana dan bincang-bincang dengan warga Baduy yang ada disana, Baduy Dalam lebih ketat dalam hal penerapan aturan-aturan dan tradisi-tradisi yang ada jika dibandingkan Baduy Luar. Baik di Baduy Dalam maupun Baduy Luar, keduanya terdapat beberapa desa atau kampung. Beberapa desa yang masuk dalam kawasan Baduy Luar diantaranya Desa Kadu Ketung, Gazebo, Babakan Cipaler, dll. Sedangkan desa di Baduy Dalam terdiri atas Desa Cibeo, Ciketawarna dan Cikeusik.

Canon EOS 500D

 

 

Mungkin perkampungan Baduy di Banten ini adalah salah satu tempat dimana anda masih bisa menyaksikan hal-hal yang mungkin menurut kita yang tinggal di kota besar terasa aneh di zaman seperti sekarang ini.

 

Jangan heran jika di tengah perjalanan menuju perkampungan Baduy anda menyaksikan warga asli Baduy yang tidak menggunakan alas kaki. Rasanya bagi kita pemandangan tersebut sangat membuat takjub apalagi medan menuju perkampungan Baduy tidak mulus. Treknya bervariasi mulai dari jalan bertanah, berbatu, hutan-hutan. Tetapi begitulah kebiasaan dan salah satu tradisi disana. Anda tertarik untuk mencobanya?

 

Canon EOS 500D

 

Kalau sehari-hari kita mandi menggunakan berbagai macam jenis sabun, shampo, dan lain sebagainya, disana tidak diperkenankan menggunakan barang-barang tersebut. Jika ingin mandi, ya mandilah dengan air seperti apa adanya tanpa menggunakan barang-barang tersebut. Bagi kita mungkin satu hari saja mandi tanpa sama sekali menggunakan sabun atau shampo mungkin akan sangat membuat risih. Badan terasa gatal, dan lain sebagainya. Tapi kalau dipikir-pikir ada filosofi menarik dari tradisi ini. Yakni filosofi untuk sebisa mungkin menggunakan hal-hal yang alami. Bahan-bahan industri saat ini sangat sulit dipisahkan dengan kandungan-kandungan zat kimiawi yang mungkin saja memiliki dampak buruk baik jangka pendek maupun jangka panjang terhadap kesehatan.

 

Masyarakat Baduy tidak diperkenankan menggunakan handphone. Handphone? Hmmm...rasanya kehidupan kita di kota-kota besar saat ini sangat sulit dipisahkan dari barang bernama handphone. Satu hari saja tidak menggunakan handphone mungkin bisa membuat kita semacam "kehilangan" sesuatu dalam keseharian kita. Handphone sepertinya sudah menjadi barang kebutuhan pokok masyarakat di era modern saat ini. Kemana-mana mungkin kita selalu membawa handphone. Handphone menjadi sebauh alat penting untuk terhubung dengan dunia luar. Tidak hanya sampai disitu banyak aktivitas-aktivitas keseharian kita yang sekarang bisa dilakukan melalui handphone seperti melakukan transaksi perbankan hingga berbelanja. Waktu kita mungkin banyak tersita untuk menatap layar handphone. Barang bernama powerbank begitu booming dan laku dipasaran supaya kita bisa tetap online dimanapun berada. Sebegitu hebatnya perubahan gaya hidup yang terjadi. Masih ingat dulu ketika handphone masih merupakan barang langka dan mewah? Dulu rasanya tidak ada masalah jika tidak memiliki handphone. Tapi sekarang tanpa handphone bisa membuat kita "pusing" tujuh keliling. Nah, coba anda bayangkan masyarakat Baduy yang tidak diperkenankan menggunakan handphone!

 

Canon EOS 500D

 

Di Baduy Dalam tidak diperkenankan menggunakan listrik maupun kamera. Bayangkan jika itu terjadi pada kita di kota-kota besar. Mungkin kita tidak akan sanggup dan mungkin akan terjadi "kekacauan".


Gadis kecil Baduy. Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D

 

Banyak aturan-aturan menarik lainnya di perkampungan Baduy. Jika anda jenuh dengan gegap gempita dan keramaian kota, letih dengan gaya hidup tingkat tinggi di kota-kota besar, dan merindukan nuansa alami yang belum terlalu tersentuh modernisasi dan derasnya laju roda-roda zaman, maka datanglah ke perkampungan Baduy. Nikmati sedikit "rasa" zaman dahulu. Resapi filosofi-filosofi kesederhanaan masyarakat Baduy. Benamkan diri anda dalam kesederhanaan malam tanpa listrik dan hanya dihiasi terang bulan dan bintang. Dengarkan gemericik air sungai-sungai di perkampungan Baduy yang menentramkan hati. Indah nian! Tentram rasanya!

 

Add comment


Security code
Refresh