12 Tips Berkunjung Ke Desa Waerebo

Link Artikel Lainnya:

1. Menggapai Mahameru, Puncaknya Semeru

2. Panduan Rute Menjelajahi Ternate

3. Gili Kapal; Surga Kecil yang Timbul Tenggelam

4. Rute Pendakian Gunung Kerinci

5. 7 Pantai yang Menawan di Lombok

 


 

Oleh: Niko Tujuhlangit 

Desa Waerebo merupakan sebuah kampung adat yang terletak di Flores, Nusa Tenggara Timur. Persisnya di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai Barat. Penghuni desa ini berasal dari Suku Modo. Desa ini pernah mendapatkan penghargaan dari PBB. Rumah tradisional Mbaru Niang, Waerebo, pernah mendapatkan penghargaan dari UNESCO dalam kaitannya dengan konservasi warisan budaya. Masyarakat disini masih mempertahankan tradisi dan budaya lama secara turun temurun. Saat ini Desa Waerebo menjadi salah satu destinasi wisata di Flores yang cukup banyak menarik perhatian wisatawan terutama wisatawan mancanegara. Dari buku tamu yang kami lihat disana, salah satunya pengunjung terbanyak datang dari Belanda. Dari hari ke hari jumlah pengunjung terus bertumbuh.

Desa Waerebo

 

Nah, jika anda berniat ingin mengunjungi Desa Waerebo, berikut beberapa tips berdasarkan perjalanan saya dan tiga orang teman kesana.

1. Waktu

Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika berkunjung ke Waerebo adalah waktu. Topografi Flores berbukit-bukit dengan jalan-jalan yang berbelok-belok. Untuk mencapai Desa Waerebo akan memakan waktu berjam-jam. Apalagi jika anda menggunakan angkutan umum.

 

Berikut gambaran rute ke Waerebo. Waerebo dapat dicapai dari berbagai arah. Bisa dari Labuan Bajo bisa juga dari Ruteng. Silahkan anda lihat peta sederhana berikut untuk lebih memahami posisi daerah-daerah tersebut.

 

Waktu itu kami berempat menuju Waerebo dari Labuan Bajo, karena waktu itu sebelum ke Waerebo kami sailing selama dua hari satu malam ke beberapa pulau salah satunya ke Pulau Komodo. Nah, rute yang kami tempuh waktu itu adalah Labuan Bajo-Lembor-Pela-Todo-Narang-Dintor-Denge-Waerebo. Dibutuhkan waktu kurang lebih 6 jam dari Labuan Bajo hingga ke Denge (dengan menyewa mobil). Desa Denge merupakan desa terakhir sebelum Waerebo. Dari Denge ke Waerebo kita sudah harus berjalan kaki. Dalam waktu normal perjalanan dari Denge ke Waerebo dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3,5 jam.

 

Nah, secara total jika misalnya anda start dari Labuan Bajo, dibutuhkan waktu kurang lebih 8-10 jam untuk bisa sampai di Desa Waerebo. Artinya apa? Jika anda katakanlah berangkat jam enam pagi dari Labuan Bajo, maka secara hitungan kasar anda baru akan sampai di Waerebo sekitar pukul 14.00-16.00 siang. Itu jika anda terus tanpa berhenti. Bagaimana jika seandainya anda menggunakan angkutan umum? Tentunya anda harus mencadangkan waktu lebih dari waktu normal. Mengingat masih minimnya transportasi dari Labuan Bajo ke Denge. Jalan menuju Desa Denge juga tidak begitu mulus terutama selepas Pela.

 

Mengingat waktu tempuh yang berjam-jam, maka ada baiknya mencadangkan waktu lebih untuk berkunjung ke Waerebo agar anda dan rombongan bisa lebih santai dan tidak terburu-buru. Selain itu tentunya anda bisa lebih menikmati keasrian dan tradisi Waerebo yang menarik itu.

 

2. Transportasi

Seperti sudah disebutkan diatas, transportasi umum di Flores dan ke Waerebo khususnya boleh dikatakan masih minim. Berdasarkan informasi yang kami peroleh saat berkunjung kesana, angkutan umum langsung dari Labuan Bajo ke Denge belum ada. Jika anda berangkat dari Labuan Bajo menuju Denge, maka anda harus melewati Ruteng terlebih dahulu. Artinya akan sedikit berputar. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat yang kami peroleh saat berkunjung kesana, dari Ruteng ke Denge jadwal angkutan umumnya adalah jam 11.00. Dari Ruteng ke Denge bisa memakan waktu kurang lebih 4-5 jam. Sedangkan angkutan umum dari Denge ke Ruteng berangkat jam 04.00 dini hari. Mohon dicek kembali kalau anda hendak kesana karena bisa saja jadwal dan rutenya berubah. Bagi anda yang memiliki keterbatasan waktu tentunya pilihan angkutan umum mungkin kurang efektif.

Salah satu solusi dari hal di atas adalah menyewa mobil. Kekurangannya kalau menyewa mobil tentunya diperlukan extra budget. Tapi jika anda pergi beramai-ramai dengan teman, katakanlah misalnya berempat hingga berenam, maka mungkin opsi menyewa mobil lebih efektif. Dengan pergi beramai-ramai biaya sewa mobil dapat dibagi sehingga biaya dapat ditekan. Anda dapat lebih menghemat waktu dan tentunya lebih leluasa.

 

3. Penginapan

Mencari penginapan di sepanjang rute dari Labuan Bajo hingga Denge tidaklah mudah. Oleh karena itu, jadwal keberangkatan anda menuju Waerebo akan sangat berpengaruh terhadap penentuan penginapan. Penginapan diantaranya dapat ditemukan di Desa Dintor dan Desa Denge. Jika memungkinkan, usahakan anda sudah sampai di Desa Denge sebelum matahari tenggelam. Desa Denge adalah desa terakhir sebelum ke Waerebo. Jalan menuju Denge masih dapat dilalui mobil. Nah di Desa Denge anda dapat menginap di rumah Pak Blasius Monta (0812339350775). Kami waktu itu menginap semalam di rumah beliau sebelum menuju Desa Waerebo. Sebaiknya anda menelpon atau sms terlebih dahulu kepada beliau sebelum kesana. Terkadang beliau sulit ditelpon karena sinyal yang kurang bagus di Denge. Kalau anda tidak berhasil menelpon, sms saja. Di rumah Pak Blasius terdapat 11 kamar. Waktu itu kami dikenai tarif Rp 150 ribu per orang. Jika anda menginap di Dintor, anda harus menuju Denge tentunya. Dari Dintor menuju Denge anda dapat menyewa ojek. Jaraknya kurang lebih 20-30 menit dari Dintor ke Denge.

Saya dan tiga teman wanita yang tangguh :) bersama Pak Blasius dan istrinya

 

Jika anda bisa sampai katakanlah siang di Denge, mungkin anda dapat langsung melanjutkan trekking menuju Waerebo tanpa menginap di Denge. Tentunya ini sangat tergantung dari berbagai faktor seperti stamina anda. Silahkan anda cek kembali poin nomor satu di atas tentang estimasi waktu menuju Waerebo. Tapi jika anda sampai katakanlah di Denge sore hari misalnya sekitar jam 16.00 sore ke atas, mungkin ada baiknya menginap terlebih dahulu di Denge. Karena seperti saya jelaskan di atas, dari Denge menuju Waerebo diperlukan waktu kurang lebih 3,5 jam berjalan kaki mendaki bukit serta melewati hutan. Kelebihan lain jika anda menyewa kamar di Denge adalah anda dapat menaruh barang-barang bawaan yang tidak terlalu perlu sehingga beban anda saat trekking dari Denge menuju Waerebo lebih ringan.

Di Desa Waerebo sendiri kita juga bisa menginap. Jika menginap disini dikenai tarif 250 ribu per orang permalam (per Agustus 2013). Kita akan menginap di salah satu rumah yang disediakan khusus untuk pengunjung. Didekat rumah ini juga sudah tersedia WC yang lumayan bersih.

 

4. Membawa Rombongan

Jika anda membawa rombongan menuju Waerebo, pertimbangkanlah berbagai faktor seperti waktu, kemungkinan untuk menginap di Denge terlebih dahulu, serta stamina tim anda. Jika anda sampai di Desa Denge sudah kesorean atau kemalaman, mungkin ada baiknya mempertimbangkan untuk menginap terlebih dahulu di Denge karena belum tentu semua anggota tim anda memiliki stamina fisik atau terbiasa trekking melewati bukit dan hutan. Trek menuju Waerebo mungkin bagi yang sudah terbiasa mendaki gunung tidaklah terlalu berat dan mengejutkan. Namunkan belum tentu semua peserta anda terbiasa trekking melewati bukit dan hutan.

 

5. Jalur Dari Desa Denge Menuju Waerebo

Jalur trekking dari Denge menuju Waerebo didominasi jalan-jalan berpasir dan berbatu. Melewati pinggir-pinggir bukit dan hutan. Terkadang menanjak terkadang turun. Di beberapa tempat anda akan melewati sungai dan jembatan. Ada banyak titik longsor mulai dari Denge hingga Waerebo. Oleh karena itu, siapkan perlengkapan dan stamina anda. Jangan terlalu berlama-lama di titik-titik bekas longsor. Hal ini untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Jika anda berkunjung ke Waerebo pada musim hujan, perjalanan tentunya akan semakin berat karena apabila hujan turun, jalan-jalan bertanah tentunya akan becek dan berlumpur.

 

6. Upacara Waelu

Setiap tamu yang berkunjung ke Waerebo wajib melalui Upacara Waelu. Intinya upacara ini semacam penyambutan bagi pengunjung dimana kepala adat akan menyampaikan sambutan dan mendoakan pengunjung agar selamat, aman dan tidak ada gangguan selama berkunjung. Pak Yosef, salah satu generasi Suku Modo; suku asli Waerebo, bercerita kepada kami bahwa pernah kejadian ada rombongan kameramen dan fotografer yang datang melakukan liputan di Waerebo. Namun mereka tidak mengikuti Upacara Waelu. Saat pulang dan memeriksa hasil dokumentasi ternyata semua hasil jepretan hilang sama sekali. Terlepas kejadian ini ada atau tidak ada kaitannya dengan Upacara Waelu, namun tentunya ada baiknya kita menghormati tradisi masyarakat dimana kita berkunjung.

 

7. Pakaian

Pak Yosef bercerita pernah ada wisatawan mancanegara yang datang ke Waerebo menggunakan pakaian yang minim dan kurang etis. Akibatnya wisatawan tersebut beserta trip arrangernya ditegur oleh masyarakat setempat. Tentunya sangat tidak menyenangkan bukan kalau kita sampai ditegur oleh masyarakat dimana kita berkunjung. Selain masalah pakaian, di Waerebo bahkan suami istri dianjurkan untuk tidak bermesraan.

 

8. Memotret Warga

Di Waerebo memotret diperkenankan. Namun ada baiknya ketika hendak memotret anda melihat situasi dan jika perlu meminta izin terlebih dahulu. Sebagai contoh saat berkunjung kesana saya melihat seorang bapak tua yang sedang menjemur kopi. Ketika hendak memotret saya meminta izin dan menanyakan ke bapak tersebut apakah dia berkenan jika saya potret. Ternyata bapak tersebut menolak untuk difoto dengan alasan bahwa dia mengenakan celana pendek dan katanya kurang etis untuk difoto.

 

9. Dapatkan Cerita

Mungkin tidak sedikit pengunjung yang datang ke Waerebo yang hanya datang untuk berfoto-foto. Datang, foto dan pergi. Tidak ada yang salah memang karena itu hak setiap pribadi. Namun disarankan sebaiknya jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan informasi tentang kehidupan masyarakat di Desa Waerebo termasuk filosofi dan pemikiran mereka. Datangilah warga disana yang menurut anda bisa menjelaskan dengan asyik dan gamblang tentang Waerebo. Informasi seperti ini tentunya merupakan pelajaran dan ilmu yang berharga bagi kita. Banyak ilmu yang bisa kita peroleh dengan berkunjung ke desa-desa adat.

 

10. Mungkin Mahal, Tapi Lupakan Itu Semua..

Sebelum berkunjung ke Waerebo, saya sempat membaca berbagai artikel tentang Waerebo. Salah satunya adalah tentang mahalnya biaya untuk berkunjung ke Waerebo. Setiap orang yang menginap di Waerebo dikenakan biaya Rp 250 ribu perorang. Pikiran-pikiran komersialisasi desa adat sempat menggelayut di benak saya. Tapi setelah datang sendiri ke Waerebo, semua pikiran itupun lenyap. Apalagi setelah obrolan malam dengan Pak Yosef yang bercerita banyak tentang kehidupan di Waerebo. Pikiran seperti itu mungkin juga bisa hinggap di benak anda. Ketika kita datang ke Waerebo ada sesuatu yang kita dapatkan disana, mulai dari kesenangan berkunjung, berfoto-foto, menginap, makanan yang disajikan oleh warga setempat, suasana alami desa, hingga informasi-informasi dan ilmu berharga. Anggap saja uang yang anda keluarkan adalah imbal balik dari apa yang telah anda dapatkan dengan berkunjung ke Waerebo. Selain itu anggap saja uang tersebut sebagai bagian untuk pembangunan dan pengembangan masyarakat disana. So, lupakan uang yang anda keluarkan untuk menginap disana. Intinya: make yourself fun there, and forget about the money.

 

11. Dingiiinnn..

Desa Waerebo terletak ditengah perbukitan. So, pastinya dingiiiiin. Siapkan jaket, kupluk dan perlengkapan yang anda rasa perlu untuk menghangatkan badan.

 

12. Sinyal Handphone

Sinyal di Flores umumnya dan di Desa Dintor, Denge dan Waerebo serta desa-desa sekitarnya memang tidak sebagus di kota-kota besar di Pulau Jawa. Berdasarkan pengalaman kami kesana kami menganjurkan anda menggunakan simcard dari provider Telkomsel. Di Desa Denge sendiri sinyal memang sulit namun kadang-kadang bisa kita dapatkan. Dalam perjalanan menuju Waerebo jika anda memang ada hal-hal mendesak, maka anda dapat mencoba mencari sinyal di Poco Roko (Pos 2 menuju Waerebo). Di Poco Roko terkadang kita bisa mendapatkan sinyal. Dari Poco Roko ini kita dapat menyaksikan pemandangan laut di kejauhan.

 Poco Roko (Pos 2). Tempat yang sering dijadikan untuk mencari sinyal

Comments   

 
0 #1 choky 2013-09-05 01:25
Nice Niko...sayang waktunya yang tidak memungkinkan saya dapat bergabung.
Tetapi saya suka dengan perjalanan Anda yang sesuai pepatah "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung"
Quote
 
 
0 #2 velyz 2013-09-05 12:47
info yang sangat berguna! Aku ud bookmark mudah2an ada kesempatan kesana
Quote
 
 
+1 #3 Anton Chandra 2013-09-05 13:42
Moni tidak terlihat di peta yah?
Quote
 
 
0 #4 niko 2013-09-06 23:30
@choky: trims choky @velyz: semoga bermanfaat mbak .. @mas anton: enggak mas, soalnya moni masih jauh di kanan peta...
Quote
 
 
0 #5 Nu Abdi 2013-09-10 08:59
Waww, infonya bermanfaat banget nih..

Nanya dong om, biaya sewa mobil dari Labuan Bajo langsung ke Denge berapa kahh?

Makasih bangettt
Quote
 
 
+1 #6 Nu Abdi 2013-09-10 09:01
wahhh indonya bermanfaat banget.

nanya dong Mas, kalo sewa mobil dari Labuan Bajo langsung sampai ke Denge berapa yaa?

Thx
Quote
 
 
0 #7 niko 2014-07-12 03:27
Mas Nu Abdi: sewa mobil dari Labuan ke Denge saya kurang tau.. Soalnya waktu itu saya langsung sewa untuk sekitar 4 hari.... Prediksi saya kalau sewa mobil dari Labuan Bajo ke Denge mungkin sekitar kurang lebih hitungan sehari sewa mobil. Paling berkisar 700 ribu - 1 juta
Quote
 
 
0 #8 syifa 2014-09-15 01:58
halo! saya planning ke waerebo dr lombok dan waktunya cuma 7 hari untuk sampai lmbok lagi, kira-kira memungkinkan gak ya kalau sailing di p.komodo juga? *nasib gak bisa cuti lama* mohon sarannya teman-teman
Quote
 
 
0 #9 syifa 2014-09-15 02:10
halo guys!
saya planning taun depan ke waerebo (tapi mau sailing trip jg ke P.komodo) kira-kira dengan waktu 7 hari 6 malam bisa gak ya? btw saya naek pesawat keberangkatan dan pulang dari lombok. mohon advicenya teman-teman :). thanks
Quote
 
 
0 #10 niko 2014-09-30 13:42
Hallo Mbak syifa..

Cukup mbak segitu untuk ke Komodo dan Waerebo... Sailing Komodo biasanya 2 hari satu malam... Sisanya bisa buat ke Waerebo dan tempat lain
Quote
 
 
0 #11 athian 2015-01-24 16:19
halo mas niko,, saya mau ada rencana kesana. maaf sebelumnya, saya mau nanya masalah makanan, klo nginep disana kita harus bawa logistik sendiri atau ada dari sana? klo dari sana, halal ga untuk muslim? trims
Quote
 
 
0 #12 niko 2015-01-26 16:06
Halo Mas Athian: makanan di Waerebo disediakan oleh warga setempat. Tapi karena bukan muslim, jadi kalau makanan seperti ayam atau hewan yang disembelih, tentunya mereka motongnya gak baca Bismillah... Jadi kalau mau aman, sebaiknya bawa logistik. Atau kalau gak mau bawa logistik (alias dimasakin warga), langkah paling aman ya makan makanan yang selain daging.

Saya kurang tau mas apa oke numpang2 masak disana. Yang jelas ada rasa gak enak ngerepotin warga numpang masak.Kalo bawa kompor sendiri, takutnya terkesan gak menghargai masakan warga..

Solusi yg plg oke menurut saya sih makan masakan selain daging trus bawa bekal logistik kayak roti, dll yang siap saji sebagai tambahan makanan
Quote
 
 
0 #13 aditya 2015-02-18 16:26
mas saya mau nanya jalur trackingnya seberat apa? krn kmungkinan minggu dpn kesana. sedikit banyak tips, sya ucapkan terimakasih.
Quote
 
 
0 #14 niko 2015-02-20 00:17
Mas Aditya: sebenarnya kalau buat yang sudah sering mendaki gunung, jalurnya tidak terlalu berat...Tapi bagi yang belum pernah mendaki gunung mungkin bisa jadi jalur seperti ini bisa dianggap berat...Jadi agak relatif juga..

Tapi gambaran treknya secara umum kayak gini:
Jalurnya sudah cukup jelas kalo menurut saya mas..treknya ada yang berbatu, menurun dan menanjak. Melewati hutan juga. Kalo bisa hindari trekkking pada musim hujan karena becek dan berlumpur pada beberapa titik....

Lama trekking kurang lebih 2-4 jam tergantung pada stamina setiap individu...
Quote
 
 
0 #15 Farida S Larasati 2015-03-18 18:22
kak mau tanya, jd tgl15mei sy ke labuhan bajo, ikut sailing. Kemudian lanjut waerebo. Nah, kalo via transportasi umum dr labuhan bajo bisa langsung ke denge atau turun ruteng dulu? Terimakasi...
Quote
 
 
0 #16 Niko 2015-03-21 07:52
Hallo Mbak Farida,

Info waktu itu yang saya peroleh kalo dari labuan Bajo adanya ke Ruteng dulu Mbak. Nanti dari Ruteng baru ke Denge. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat yang kami peroleh saat berkunjung kesana, dari Ruteng ke Denge jadwal angkutan umumnya adalah jam 11.00. Dari Ruteng ke Denge bisa memakan waktu kurang lebih 4-5 jam. Sedangkan angkutan umum dari Denge ke Ruteng berangkat jam 04.00 dini hari. Mohon dicek kembali mak info terkininya. Sapa tau udah berubah
Quote
 
 
0 #17 mcaturnugraha 2015-10-18 19:54
Thanks banget untuk info yang lengkap dan jelas ini, Mas Niko. Kebetulan saya dan teman ada rencana kesana
Quote
 
 
0 #18 Niko 2015-10-21 23:50
Mas Nugraha: sama-sama mas....semoga lancar perjalannya mas dan selamat menikmati Waerebo
Quote
 
 
0 #19 Annisa Amalia 2016-01-07 06:05
Hallo, mas Niko.
Saya mau tanya, total untuk ke Waerebo itu kira-kira butuh berapa hari ya waktu perjalanannya? Start-finish dari Labuhan Bajo rencananya mas.
Thanks in advance.
Quote
 
 
0 #20 Niko 2016-01-09 02:05
Hallo mbak annisa....

Kalau mbak dari Labuan Bajo dibutuhkan waktu kurang lebih 6 jam ke Desa Denge...Desa Denge adalah desa terakhir yg bisa dicapai mobil sebelum ke waerebo.... Nah dari Denge ini kita trekking menuju waerebo.... Trekking dari Dengen ke Waerebo sebenarnya bagi yang kuat trekking bisa pulang pergi Mbak....Pergi pagi, pulang siang ...Tapi saya lebih menyarankan untuk menginap di Waerebo...Agar tidak terburu-buru dan bisa mendapatkan pengalaman dan berbau dengan warga Waerebo.... Jadi Mbak bisa beangkat pagi, terus nginep disana, besok paginya lagi balik ke Denge lagi....
Quote
 
 
0 #21 Novi 2016-02-15 01:08
woahh nice info mas niko, bermanfaat sekali. rcnny aku mei ksana, smg udh ngga musim hujan :-)
Quote
 
 
0 #22 Niko 2016-02-15 13:50
Terimakasih Mbak Novi.....Semoga lancar perjalanannya :)
Quote
 
 
0 #23 dewi 2016-02-19 07:19
Halloo mas Niko
Infonya bangus banget, rencananya Maret 2016 ini saya mau ke Waerebo. klu ada yg mau joint bisa ketemu di waerebo jd bisa share sewa mobil bareng2, rencannaya sy berdua sama teman sy...
Quote
 
 
0 #24 Niko 2016-02-21 01:14
Halloo Mbak Dewi...Terimaka sih Mbak...Semoga lancar perjalanannya ....
Quote
 
 
0 #25 Brian 2016-02-21 14:20
Hallo mas Niko,

Boleh tau biaya sewa mobil yg mas Niko pke selama di sana? Itu udah include driver ato engga? Ato mungkin itin lengkapnya waktu itu :lol: :lol:

Makasih
Quote
 
 
0 #26 Niko 2016-02-22 13:50
Mas Brian: hallo juga Mas. Waktu itu kami sewa mobil 2,7 juta mulai Senin Sore (start Labuan Bajo) sampai Kamis Sore (Maumere) ...Itu include driver...Tapi itu dulu mas...Sekarang harganya pastinya sudah jauh berubah Mas...Kalau itin yang saya susun waktu itu jauh beda dengan Actualnya Mas :D
Quote
 
 
0 #27 Amran 2016-02-23 04:04
Mas Niko, Terima kasih sudah sharing pengalamannya mengenai Waerebo.
saya punya pertanyaan mas, kalau saya tiba di Labuan Bajo selasa sore sekitar pukul 5, apakah ada penyewaan mobil yang langsung menuju Denge?
rencanya rabu sudah di tiba di Waerebo - Kamis lanjut ke Kelimutu - Jumat sudah di Bali. Apakah ini memungkinkan? Terima kasih
Quote
 
 
0 #28 dewi 2016-02-23 12:14
oh yah mas niko, tadinya pergi sy mau lewat darat dari bali-labuhan bajo...krn wkt nggak memungkinkan, kemungkinan besar naik pesat yg pagi, nyampe di bajo dari jadwal 9.20....nah, transortasi umum ke dange apa sampai ruteng aja, katanya ada berangkat sekali dari bajo jam 11...klu kekejar utk naik angkutan umum ini, sy mau pilih naik angkutan umum ini....mas niko tahu info soal angkutan umum ini? ada saran klu sy dari bandara sy harus menunju kemana utk naik angkutan umum ini ?
Quote
 
 
0 #29 Niko 2016-02-25 22:42
Hallo Mas Amran, terimakasih Mas. Kalau soal mobil sewa dari Labuan Bajo sore-sore, itu tergantung dari negosiasi sama orang mobilnya mas. Waktu itu saya juga berangkat dari Labuan Bajo sekitar jam 5 sore menuju waerebo. Jadi saran saya, Mas coba kontak penyewaan mobilnya dan coba negosiasi apakah dia mau berangkat sore dan jalan malam menuju Waerebo, karena belum tentu orang mobilnya sanggup/mau jalan malam menuju waerebo mengingat rutenya cukup jauhd an jalannya belum semuanya bagus...Jadi saran saya mas kontak sewa mobilnya kalau bisa sebelum ke Flores, karena khawatirnya kalau on the spot nanti susah nyari sewa mobil yang mau jalan malam ke Waerebo

Kalau misalnya Mas jadi berangkat Selasa sore, Mas akan sampai di Waerebo sekitar tengah malam/dini hari (sekitar kurang lebih 6-7 jam perjalanan). Mas bisa nginep dulu di Denge, trus Rabu pagi2nya start trekking dari Denge menuju Waerebo. Kalau mas bisa start trekking pagi2, bisa sampai Waerebo sekitar siang jam 11 (lama trekking dari Denge menuju Waerebo kurang lebih 3-5 jam tergantung kondisi stamina setiap individu ya).

Soal apakah bisa sampai di Kelimutu hari Kamis bisa-bisa saja. kondisinya ada dua:

(1) Kalau mas gak nginep di Waerebo alias PP hari Rabunya, hari Rabu sekitar jam 13-14 udah harus balik ke Denge lagi. Kalau saya sarankan sih sebaiknya menginap di Waerebo dengan pertimbangan:
(a) Kalau mas gak nginep, itu artinya Mas cuma sekitar 1-2 jam di Waerebo.
(b) Harus dipertimbangkan juga stamina tim mas kalau misalnya harus PP Waerebo pada hari Rabu, karena bisa menguras stamina
.(c) Mas mesti mempertimbangka n dan tanya juga sopir mobilnya, apakah dia sanggup dengan skema seperti itu, karena perjalanan dari Denge menuju Kelimutu jauh (bisa sekitar 15 jam)

Kalaupun misalnya sopirnya bilang sanggup dengan skema seperti itu, kemungkinan mas baru akan sampai di Kelimutu sekitar Hari Kamis jam 10-12 siang . Artinya gak bisa melihat sunrise di Kelimutu hari Kamisnya.

(2) Kalau mas nginep di Waerebo malam kamisnya, itu artinya mas akan sampai di denge lagi sekitar kamis siang tergantung kecepatan trekking ya. Kalau bisa jalan sepagi mungkin dari Waerebo supaya bisa sampai di Denge lebih pagi. Mas akan sampai di Kelimutu sekitar Hari Jumat dini hari sekitar jam 3 (dengan catatan paling lambat Hari Kamis siang jam 12 udah harus jalan dari Denge). Itu artinya Mas baru bisa ke Kelimutu hari Jumat pagi. Untuk opsi ini ada beberapa pertimbangan yang mesti diperhatikan:
(a) Lagi-lagi intinya mesti mempertimbangka n dan tanya juga sopir mobilnya, apakah dia sanggup dengan skema seperti itu, karena perjalanan dari Denge menuju Kelimutu jauh (bisa sekitar 15 jam).
(b) Berarti mas harus cari pesawat dari Ende ke Bali Hari jumat sore biar bisa sampai di Bali Hari Jumat


Jadi hal utama yang mesti di make sure ada dua:
(1) Kesanggupan sopirnya. Sebagai gambaran, dulu saya pakai 2 driver dari Denge menuju Kelimutu, karena sopirnya gak sanggup sendirian. Waktu itu saya dari Labuan Bajo Senin sore, sampai di Denge dinihari Selasa. Kita istirahat di penginapan sambil nunggu pagi. Selasa paginya langsung trekking ke waerebo. Kami menginap semalam di Waerebo. Keesokan paginya (rabu pagi) trekking balik lagi ke Denge. Baru jalan dari Denge menuju Kelimutu siang. Sampai di Kelimutu udah dini hari lagi.

(2) Stamina anggota tim mas…..Terutama kalau pake skema nomor 1 diatas (PP Waerebo alias gak nginep.

Kalau saya lebih menyarankan skema 2, alias menginap di Waerebo malam Kamisnya. Tapi balik ke denge lagi sepagi mungkin (kalo bisa jam 5.30 pagi Hari kamis udah start trekking), jadi bisa sampe di Denge sekitar jam 8.30-09.00). Tapi Mas mesti memastikan apakah ada pesawat dari Ende menuju Bali Jumat sore. Fyi Kelimutu terletak di dekat Moni. Jarak dari Moni ke Ende sekitar kurang lebih 3 jam.
Quote
 
 
0 #30 Niko 2016-02-25 22:53
Halo Mbak Dewi, berdsarkan berbagai info, katanya memang ada transportasi dari Bajo ke Ruteng. Tapi saya tidak begitu paham Mbak, karena waktu itu sewa mobil. Nah, dari Ruteng ke Denge berdasarkan informasi yang waktu itu saya dapatkan, memang ada transportasi dari Ruteng ke Denge. Katanya berangkat jam 11. Tapi, Mbak mesti prepare plan B, untuk mengantisipasi misalnya ketinggalan angkutan atau kemungkinan perubahan jadwal. Soalnya saya kesana th 2013 silam. Disana transportasi umum terbatas, artinya bisa saja jadwalnya berubah2 sewaktu2.

Kalo boleh saya sarankan, Mbak coba kontak Pak Blasius Monta (nomor HP nya saya cantumkan di tulisan di atas). Beliau adalah pemilik penginapan di Denge. Waktu itu saya nginep di tempat beliau. Coba telpon/sms beliau untuk nyari tahu soal jadwal dan rute transportasi umum dari Ruteng ke Denge dan sebaliknya...
Quote
 
 
0 #31 Wahid 2016-02-27 13:38
keren banget emang yaaa desa-desa unik disana, destinasi yang wajib dijelajahi nih
Quote
 
 
0 #32 Niko 2016-02-28 04:21
MAs Wahid: yup mas...gak salah lagi...salah satu destinasi di flores ya desa-desa adatnya
Quote
 
 
0 #33 jafin hai 2016-04-05 13:30
Hai, makasih udah menulis tentang Wae Rebo Bagus banget dan sangat menginspirasi
Quote
 
 
0 #34 Niko 2016-04-10 07:55
@jafin: sama-sama...ter imakasih sudah berkunjung :)
Quote
 
 
0 #35 yeyen 2016-04-13 01:30
Hi mas niko, mau tanya juga
Apakan ada wisatawan yang menyewa sepeda motor buat kesana? dan kau ada di denge apa ada penitipan sepeda motor?
Makasih..
Quote
 
 
0 #36 rossy 2016-04-14 08:19
haloo mas Niko, boleh minta kontak sewa mobil dari Labuan Bajo ke Wae Rebo, aku ada rencana kesana awal Mei ini. Terima kasih sebelumnya. Hehe salam.
Quote
 
 
0 #37 Niko 2016-04-16 07:22
Hi Mas/Mbak Yeyen..

Kalau yg menyewa sepeda motor jarang mbak, soalnya ke waerebo itu jauh dari labuan bajo... Untuk penitipan motor juga setau saya gak ada...Soalnya denge itu desa...Paling bisa dititip ditempat Mas/MBak menginap...
Quote
 
 
0 #38 Adit 2016-07-02 15:50
halo mas niko, saya agustus mau ke Wae Rebo nih (sapa tau ada yg mau diajak share cost)
saya dari Lbj mas niko, estimasi biaya dari Lbj ke Wae Rebo berapa mas ya?

terimakasih infonya mas..
Quote
 
 
0 #39 Niko 2016-07-02 22:21
Halo Mas Adit, kalau biaya dari Labuan Bajo ke Waerebo tergantung Mas mau naik transportasi umum atau sewa mobil.

Kalau naik angkutan umum, prediksi saya sekitar ratusan ribu - 1 juta (termasuk uang untuk menginap di waerebo yang berkisar 250 - 400 ribu per orang--> dulu saya kena 250 ribu per orang permalam, gak tau sekarang berapa).

Kalau sewa mobil, ya dihitung saja berapa sewa mobil perharinya dan dikali berapa lama mas sewa mobilnya.
Quote
 
 
0 #40 alfa 2016-10-08 11:56
Mas niko mau tanya untuk perjalanan dari lbj sampe ke waerebo ada yg bisa untuk naik motor kesana?
Quote
 
 
0 #41 alfa 2016-10-08 11:58
mas niko ada email atau kontak yg bisa dihubungi mau tanya2?apa ada yg mau kesana juga bulan january
Quote
 
 
0 #42 Niko 2016-10-09 00:52
Mas Alfa: mas bisa kontak saya di Whatsapp: 081291670684.

Note: nomor tersebut hanya bisa untuk whatsapp saja ya mas.
Quote
 
 
0 #43 Hanry Fajar 2016-11-03 23:53
Hello Mas Nico

Terima kasih atas tulisan nya yg sangat membantu. Saya akan berkunjung ke Flores termasuk trekking dari Denge ke Wae Rebo Nov 16 ini. Pertanyaan saya apakah etis klu saya dan teman saya ingin menyumbang untuk anak anak di sana ...mungkin berupa mainan atau pakaian atau makanan. Mohon kabarnya klu sempet dan boleh email ke saya langsung juga klu tidak merepotkan. terima kasih
Quote
 
 
0 #44 Niko 2016-11-04 01:10
Hallo Mas Hanry,

Sama-sama Mas. Kalau menurut saya, bawa saja dulu sumbangannya Mas. Nanti disana dikoordinasikan atau disampaikan terlebih dahulu kepada ketua adat disana. Jangan langsung diserahkan kepada anak-anak. Biarkan nanti ketua adat yang menentukan.

Ini untuk menghindari timbulnya kebiasaan meminta hadiah pada diri anak-anak kepada pengunjung yang datang.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh