Mendaki Gunung dan Hal-Hal Mistis

Link artikel lainnya:

1. Bukan Gunung yang Kita Taklukkan

2. Menggapai Puncak Rinjani

3. Damai di Lembah Surya Kencana

4. Dari Pasar Bubrah Menuju Puncak Merapi

5. Rute Pendakian Gunung Kerinci

 


 

Oleh: Niko Tujuhlangit

Mendaki gunung memang punya warna tersendiri. Tidak hanya terbatas pada hal-hal berupa gangguan alam, ada hal unik lainnya yang sering dikait-kaitkan dengan aktivitas satu ini, yakni hal-hal mistis dan gaib. Bagi anda yang sering mendaki gunung, mungkin pernah mendengar cerita-cerita mistis tentang sebuah gunung. Atau mungkin mendengar cerita teman-teman anda tentang pengalamannya bertemu dengan makhluk halus. Diantara cerita-cerita mistis yang pernah kita dengar, terkadang menarik untuk dipelajari walaupun tidak jarang pula beberapa diantaranya terlalu dilebih-lebihkan dan mungkin ada juga yang berupa cerita rekaan yang entah diciptakan untuk tujuan apa.

 

Bagaimana dengan saya pribadi? Jujur saja saya sangat percaya dengan hal-hal gaib, salah satunya makhluk gaib. Namun makhluk gaib yang saya percayai adalah dalam konteks bahwa ada makhluk lain selain kita (manusia) di alam ini. Diantara makhluk gaib tersebut adalah Jin dan Setan. Makhluk yang sebenarnya punya alam dan tempat tersendiri yang sudah disiapkan bagi keberadaan mereka. Tempat yang pada prinsipnya memiliki dimensi yang berbeda dengan alam yang kita huni. Namun meskipun alam kita (Manusia, Jin dan Setan) sudah ditentukan berbeda oleh Yang Maha Pencipta, kemungkinan untuk terjadinya “sentuhan” bisa saja terjadi. “Sentuhan” atau gangguan dari Jin dan Setan inilah yang sering melahirkan banyak cerita-cerita mistis terkait dengan pendakian gunung.

 

Apakah saya pernah mengalami kejadian mistis dan aneh saat melakukan pendakian? Jawabannya pernah. Ini diantara dua kisah pengalaman mistis yang pernah saya alami saat melakukan pendakian.

 

1. Pendakian Tegal Panjang

Sebenarnya Tegal Panjang adalah sebuah lembah yang diapit oleh beberapa gunung. Letaknya sekitar 3 jam perjalanan dari Gunung Papandayan. Salah satu hal menarik dari tempat ini adalah suasana paginya yang seringkali diselimuti kabut yang menawan. Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh dan ingin melihat beberapa koleksi foto saya di Tegal Panjang, silahkan klik disini.


Kabut pagi di Tegal Panjang. Foto oleh Niko TujuhLangit

 

Jadi ceritanya sore itu ketika matahari hendak tenggelam, saya masih asyik memotret ditengah-tengah padang ilalang Tegal Panjang. Seperti biasanya kalau di gunung salah satu momen yang menarik untuk diabadikan adalah suasana menjelang matahari tenggelam. Hingga hari mulai gelap saya masih belum beranjak dari tengah lembah. Sementara teman-teman saya yang lain sudah balik ke tenda, yang jaraknya mungkin kira-kira 200-an meter dari tempat saya memotret. Meski jaraknya tidak terlalu jauh, namun sendirian ditengah lembah yang dipenuhi ilalang dan semak-semak dalam keadaan gelap pastinya menimbulkan suasana tersendiri. Namun waktu itu saya tidak berpikiran negatif apapun dan menikmati aktivitas yang saya lakukan. Nah saat mengambil sebuah foto terjadilah hal tersebut! Tiba-tiba ada yang meneriaki saya dengan bahasa yang kurang saya pahami. Teriakan tersebut benar-benar mengarah kepada saya. Pada teriakan pertama, saya pikir hanya suara binatang atau desiran angin dan ilalang-ilalang. Sayapun kembali mengambil beberapa foto lagi. Kemudian persis setelah itu kembali saya diteriaki dan diteriaki lagi! Kali ini saya benar-benar kaget karena suaranya lebih jelas dan keras dan lagi-lagi dapat saya pastikan benar-benar mengarah kepada saya. Pada teriakan kedua ini bulu kuduk saya langsung merinding dan saya yakin ini memang sebuah “sentuhan”. Menyadari gelagat tidak baik ini, sayapun bergegas merapikan kamera dan peralatan dan langsung bergerak perlahan ke arah tenda. Untungnya saya bisa mengendalikan diri dan tetap tenang saat itu. Sempat terpikir untuk berlari, tapi untung itu tidak saya lakukan karena berlari ditengah lembah yang penuh dengan ilalang dan semak, serta ada beberapa cekukan di malam yang gelap tentu bukan sebuah keputusan yang tepat, karena bisa saja dalam keadaan seperti itu saya terjatuh atau lebih parah lagi terjerambab ke dalam cekukan yang tingginya mencapai kira-kira diatas 2 meter. Di tengah Lembah Tegal Panjang ini memang terdapat cekukan-cekukan yang cukup dalam.

Terlihat cekukan-cekukan di Tegal Panjang. Diambil dari lokasi kami mendirikan tenda. Foto oleh Niko TujuhLangit

 

Dan ini salah satu foto yang berhasil saya abadikan saat “sentuhan” tersebut terjadi.

Senja menjelang malam di Tegal Panjang. Foto oleh Niko TujuhLangit

 

2. Pendakian Gunung Kerinci

Kejadian ini terjadi saat saya dan beberapa teman sedang mendaki Gunung Kerinci. Persisnya di Shelter II. Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana rute pendakian Gunung Kerinci, silahkan klik disini. Jadi, waktu itu kami terpaksa mendirikan tenda di Shelter II. Selain karena hari sudah senja, cuaca benar-benar sangat tidak mendukung. Saat kami sampai di Shelter II, hujan turun dan angin berhembus sangat kencang. Menurut saya lebih parah dari apa yang pernah saya alami saat mendaki Gunung Rinjani tahun lalu. Baca kisahnya disini. Tidak terbayang kalau misalnya waktu itu kami memaksakan mendirikan tenda di Shelter III. Di Shelter II saja anginnnya sudah sedemikian kencang, apalagi di Shelter III yang sangat terbuka! Bahkan malam itu saya sudah berpikiran, kecil kemungkinan esok hari kami bisa mencapai puncak jika cuaca dan angin seperti malam ini.

 

Selesai mendirikan tenda, kami semua langsung masuk kedalam dan tidak lagi keluar-keluar tenda kecuali dalam keadaan terpaksa seperti buang air. Selain dingin dan hujan, angin benar-benar berhembus kencang dan sepanjang malam menghantam-hantam tenda yang saya tempati. Nah, malam itu jugalah kejadian aneh ini saya alami. Kalau tidak salah sejak pukul sembilan malam, saat teman-teman yang lainnya sepertinya sudah asyik beristirahat di tenda masing-masing, saya mendengar suara-suara seperti tongkat yang dipukul-pukul ke tanah sehingga menimbulkan getaran. Pukulan-pukulan tersebut terus berlangsung secara periodik hingga dini hari! Saya sempat bertanya kepada teman setenda dan seorang teman di tenda sebelah yang kebetulan masih terjaga, apakah ia mendengarkan suara dan getaran seperti yang saya dengar dan rasakan? Jawaban mereka: tidak! Saya juga sempat berpikiran apakah getaran tersebut karena ada gempa-gempa kecil? Tapi anehnya kalau getaran gempa tidak mungkin ada suara seperti tongkat yang dipukul ke tanah. Selain itu getaran akibat gempa biasanya akan terdispersi alias menyebar. Namun getaran ini benar-benar terlokalisir di titik-titik tertentu dan didahului oleh semacam pukulan-pukulan ke tanah. Selain itu pukulan-pukulan tersebut saya rasakan berpindah-pindah di sekitar tenda. Dan hal yang menarik, saya mencoba mendengarkan dengan seksama rentang setiap pukulan dan jeda waktunya seolah berirama alias hampir sama dari satu pukulan ke pukulan berikutnya. Malam itu saya tidak bisa tidur 100 persen, alias tidur…terjaga….tidur….terjaga…. hingga dini hari. Selain karena cuaca buruk dan dingin, suara-suara pukulan tersebut membuat saya terus penasaran. Dalam keadaan berbaring saya terus mendengarkan suara pukulan-pukulan tersebut. Hingga kini apa yang saya alami tersebut belum terjawab. Apakah memang ada semacam “sentuhan” atau ada semacam fenomena alam yang tidak saya mengerti.

 

Itulah diantara dua kisah mistis yang pernah saya alami saat melakukan pendakian. Bagaimana dengan anda? Anda punya pengalaman?

 

Nah, terlepas dari seperti apapun cerita mistis yang kita dengar ataupun hal-hal aneh yang pernah anda alami, berikut beberapa sikap yang sebaiknya kita terapkan:

1. Tetaplah percaya pada satu hal, bahwa tidak ada kekuatan yang lebih hebat di alam ini selain kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa dan kita berlindung kepadaNya. Yakinilah hal ini kuat-kuat di dalam hati saat anda melakukan pendakian, maka semoga kita akan selalu terlindungi dari Jin dan Setan yang berniat atau mencoba-coba mengganggu.

2. Setiap kita mungkin diajari bacaan-bacaan agama. Bacalah bacaan-bacaan tersebut di dalam hati anda terus-menerus saat anda merasa ada gangguan atau sentuhan atau ketika ketakutan mendalam merasuki jiwa dan pikiran anda saat mendaki gunung. Tapi ingat jangan jadikan bacaan itu untuk jimat, karena bukan tulisan ataupun bacaan itu yang akan melindungi kita dari gangguan. Dan ingat pula, bacalah bacaan-bacaan agama tersebut setulus dan sedalam mungkin, bukan hanya sekedar komat-kamit di mulut. Baca terus hingga keyakinan besar tumbuh di hati anda. Keyakinan bahwa tidak ada yang lebih kuat dan hebat di alam ini selain Sang Maha Pencipta. Baca terus sampai ketakutan anda lenyap dan berganti dengan keberanian dan ketenangan.

3. Hindari bersikap takabur, karena ini merupakan salah satu pintu yang akan semakin memudahkan jalan Jin dan Setan untuk mengganggu dan bersentuhan lebih jauh dengan kita.

4. Berdoalah sebelum memulai pendakian. Biasakan ajak tim anda berdoa bersama sebelum memulai pendakian. Semoga dengan demikian perjalanan kita akan lebih luwes dan terjaga.

Biasakan berdoa bersama tim anda sebelum memulai pendakian

 

 

Disclaimer:

1) Tidak diperkenankan mengcopy paste tulisan ini ke website atau blog lain tanpa seizin penulis dan www.viewindonesia.com. Termasuk juga tidak diperkenankan menyadur maupun merubah-rubah urutan paragraf dalam tulisan ini dan mengcopy pastenya ke website atau blog lain tanpa seizin penulis dan www.viewindonesia.com. Copy paste tulisan ini ke website atau blog lain hanya dengan mencantumkan sumber saja juga tidak diperkenankan. Pelanggaran atas disclaimer ini dan segala bentuk copy paste tulisan ini ke website atau blog lain dalam berbagai modus, yang dilakukan tanpa seizin penulis dan www.viewindonesia.com dapat dikenai tuntutan hukum.

 2) Sharing link tulisan ini di media sosial seperti Facebook, Friendster, Twitter, Path, Whatsapp, Blackberry Messenger, Line, dan sejenisnya untuk tujuan Non - Komersial diperkenankan. Penyebarluasan tulisan ini ke media sosial sebagaimana disebutkan di atas dilakukan dengan mengcopy langsung link tulisan ini.


3) Copy paste tulisan ini ke ke microsoft word dan aplikasi sejenisnya di komputer, laptop, atau notebook pribadi yang bertujuan untuk keperluan pribadi dan Non - Komersial diperkenankan.

Pelanggaran atas disclaimer ini dapat dikenai tuntutan hukum.

 

Add comment


Security code
Refresh