Melihat Rehabilitasi Elang di Pulau Kotok Besar

Link Artikel Lain:

1. Menikmati Senja di Pulau Bira Besar

2. Mengintip Selayar; Kepulauan di Ujung Selatan Sulawesi

3. Pulau Samalona; Si Kecil di Dekat Makassar

4. Pulau Kelagian Besar, Satu Lagi Pesona Lampung

5. Pulau Sempu Bukan Hanya Danau Segara Anakan

6. Keindahan 4 Gili


Kotok Besar adalah salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu. Pulau ini berjarak kurang lebih 45 menit perjalanan laut dari Pulau Harapan dengan menggunakan perahu motor berkapasitas sekitar 20 orang. Untuk menuju Pulau ini dari Jakarta, salah satu alternatifnya kita dapat berangkat dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, dengan menggunakan kapal nelayan berkapasitas puluhan hingga ratusan orang. Anda tinggal menaiki kapal dengan tujuan ke Pulau Harapan. Kemudian darisana anda tinggal menyewa perahu yang tarifnya berkisar antara 350-450 ribu perhari.

 

Pulau-pulau di Kepulauan Seribu merupakan tujuan wisata pulau dan pantai yang cukup dekat yang semakin ramai dikunjungi oleh warga Jakarta dan sekitarnya. Sebut saja beberapa pulau yang sering dikunjungi diantaranya Tidung Besar dan Tidung Kecil, Pramuka, Harapan, Kayu Angin, Sepa, Bira, Semak Daun, Putri, dll. Kotok Besar merupakan salah satu diantaranya.

Di Kotok Besar selain menikmati suasana pulau dan laut, kita juga bisa menyaksikan tempat rehabilitasi Elang Bondol.



Disini terdapat elang-elang yang disita dari berbagai pihak. Elang Bondol merupakan jenis satwa yang dilindungi. Elang-elang yang disita seperti dari pasar, pribadi, penyelundupan, dll , direhabilitasi ditempat ini sebelum dilepas kembali ke alam bebas. Elang-elang yang baru saja disita akan ditempatkan di sebuah kandang khusus. Setelah beberapa waktu kemudian dipindahkan ke tempat lain di dekat pantai.


Disini Elang dibiasakan dan dilatih kembali agar siap saat dilepaskan ke alam bebas. Mengapa harus dilatih kembali? Salah satu faktornya adalah karena Elang-Elang tersebut lama terkungkung karena diperjualbelikan di pasaran dan dikurung didalam sangkar sehingga memerlukan penyesuaian kembali dengan habitat aslinya. Saat berkunjung kesana terdapat seekor Elang yang saat disita dari pemiliknya sayapnya sudah patah sehingga tidak bisa terbang lagi. Entah apa penyebabnya, yang jelas tindakan yang mengancam kelestarian satwa patut ditindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku.

Add comment


Security code
Refresh