25 Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung

Link artikel lainnya:

1. Menggapai Puncak Rinjani

2. Damai di Lembah Surya Kencana

3. Menerobos Lima Gunung Menuju Puncak Tertinggi Guntur

4. Dari Pasar Bubrah Menuju Puncak Merapi

5. Pesona Pagi, Senja dan Malam di Merbabu

6. Mendaki Gunung Tampomas

7. Oro-Oro Ombo..Serpihan Surga yang Jatuh di Semeru

8. Bukan Gunung yang Kita Taklukkan...

 


 

Oleh: Niko TujuhLangit

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul tentang mendaki gunung adalah "peralatan apa yang mesti dibawa?" Apalagi buat yang baru pertama kali mendaki gunung. Peralatan-peralatan berikut tidak semuanya mesti dibawa tergantung siapa, ke gunung mana dan kapan. Kenapa demikian? Sebagai contoh, saya pribadi tidak merasa nyaman menggunakan trekking pole saat mendaki. Bahkan pernah saat mendaki Gunung Slamet via Baturraden saya meninggalkan trekking pole ditengah perjalanan menuju puncak dan memilih menggunakan tangan untuk bertumpu jika diperlukan. Tapi bagi sebagian pendaki lain mungkin justru sebaliknya. Trekking pole mungkin bisa jadi menjadi salah satu peralatan yang harus masuk di dalam daftar peralatan yang harus dibawa saat hendak mendaki gunung. Tapi meskipun secara keseluruhan saya tidak merasa nyaman menggunakan trekking pole, pada saat mendaki gunung tertentu (biasanya yang berpasir dan berbatu) saya akan mempertimbangkan untuk membawa trekking pole. Artinya saat hendak mendaki gunung ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan untuk memutuskan peralatan apa yang mesti dibawa.

 

Berikut beberapa peralatan mendaki gunung sebagai salah satu referensi anda.

1) Ransel/tas gunung

Gunanya jelas untuk menaruh berbagai barang-barang keperluan anda selama pendakian. Mengapa ransel/tas gunung? Mengapa bukan tas atau ransel biasa saja? Ransel/Tas Gunung, sebagaimana namanya jelas di-design secara khusus untuk mendaki gunung. Salah satu kelebihannya adalah ransel/tas gunung di-design sedemikian rupa sehingga beban yang kita pikul bisa terdistribusi merata di badan. Hal ini akan membantu menghemat energi dan lebih nyaman. Makanya jangan heran, jika anda melihat pendaki yang membawa tas/ransel "supergede" tapi tetap kuat dan bisa mendaki tanjakan sedemikian terjal. Kelebihan lainnya adalah tas/ransel gunung memiliki sekat-sekat dan kantung-kantung yang di-design untuk memudahkan menaruh dan mengakses berbagai jenis barang. Apakah memakai tas/ransel biasa dilarang? Tidak ada "pengharaman" tentunya. Ada banyak teman-teman pendaki yang saya temui membawa tas/ransel biasa. Namun lagi-lagi, anda harus mempertimbangkan kemana, kapan dan siapanya serta jenis dan jumlah barang-barang yang anda bawa. Tapi diatas itu semua tentunya lebih dan sangat direkomendasikan untuk menggunakan ransel/tas gunung. Ada berbagai merk tas atau ransel gunung yang dijual di pasaran seperti: The North Face, Deuter, Eiger, Karrimor, Avtech, Consina, Alpine, dan lain-lain. Pilihlah tas atau ransel yang benar-benar nyaman di badan anda. Tas/ransel gunung terdiri atas berbagai kapasitas. Ada yang 40, 60, 80, 100 dan 120 liter. Sesuaikan dengan kebutuhan anda.


 

2) Tenda

Tenda diperlukan untuk berteduh dan beristirahat. Layaknya seperti rumah versi mini. Ada banyak sekali jenis tenda dengan berbagai model, ukuran, kapasitas  dan beratnya. Kalau anda mendaki misalnya cuma berdua, ya ngapain bawa tenda dengan kapasitas empat atau enam orang. Mungkin cukup membawa tenda dengan kapasitas dua orang. Setidaknya ada dua hal yang mesti dipertimbangkan saat membeli tenda, yakni beratnya, kekokohan dan kualitas bahannya dalam menahan dingin, hujan serta angin. Saya pribadi punya dua buah tenda. Masing-masing berkapasitas empat orang. Namun bedanya yang sangat mencolok adalah salah satu tenda lebih berat dibandingkan satunya lagi. Namun disisi lain tenda yang lebih berat ini justru bahannya lebih baik dan lebih hangat saat berada didalamnya. Namun karena saya pribadi saat mendaki cukup banyak membawa barang-barang lainnya, terutama peralatan kamera, maka tenda yang lebih ringanlah yang sering dibawa-bawa. Beberapa merk tenda yang dijual di pasaran misalnya Eiger, Bestway, Lafuma, Montana, Rei, dll.


3) Jaket

Jaket merupakan salah satu peralatan mendaki yang sangat penting untuk dibawa saat mendaki gunung, kecuali jika anda ke Gunung Sahari atau Toko Gunung Agung... He..he..he.. Just kidding :) . Okay, back to topic. Jaket berguna untuk menahan dan mengurangi dingin sehingga panas tubuh tetap terjaga. Hal ini berguna untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan akibat kedinginan. Pastikan jaket yang anda pilih memiliki kemampuan untuk itu karena ada banyak jenis jaket di pasaran dengan kualitas dan kemampuan yang berbeda-beda.

 

4) Sepatu atau sandal gunung

Namanya mendaki dimana kita akan berjalan kaki, tentunya alas kaki yang memadai diperlukan karena digunung kita akan melalui berbagai macam medan mulai dari hutan, semak belukar, pasir, bebatuan, lumpur dan juga sungai atau genangan air. Yang sangat direkomendasikan tentunya sepatu atau sendal gunung. Soal anda mau memilih yang mana (sepatu atau sendal gunung), tentunya kembali ke personal taste setiap individu. Saya pribadi lebih senang menggunakan sepatu gunung dibandingkan sendal karena saya merasa lebih leluasa dan nyaman bergerak dengan menggunakan sepatu. Biasanya saya juga membawa sandal sebagai cadangan. Sepatu gunung (sepatu hiking) tersedia dalam berbagai merk seperti Hi-tech, Karrimor, Vaude, North Face, Merrel, Rei, dll. Sepatu gunung ada yang tahan air (waterproof) dan ada juga yang tidak.

 

5) Jas hujan

Sesuai namanya jas hujan berfungsi untuk melindungi badan anda dari hujan saat mendaki sehingga badan dan peralatan-peralatan anda tetap kering. Selain itu jas hujan bisa juga digunakan sebagai bahan untuk membuat bivak dalam kondisi darurat. Saya lebih menyukai jas hujan yang lebar ketimbang jas hujan yang terdiri atas sepasang celana dan baju yang fit ke badan. Jas hujan lebar memungkinkan saya menutup tas atau ransel gunung dan tas kamera yang biasanya saya taruh di depan dada. Selain jas hujan, terkadang saya juga membawa payung karena terasa lebih praktis pada situasi-situasi tertentu :). Pendaki bawa payung? Why not.. :)

 

6) Pakaian ganti secukupnya

Bawalah pakaian ganti secukupnya. Pakaian ganti diperlukan untuk jaga-jaga apabila pakaian anda basah atau lembab. Dengan mengganti pakaian badan akan lebih segar dan tetap hangat. Jumlahnya berapa tentunya tergantung setiap individu, tujuan dan berapa lama mendaki gunung. Saya biasanya membawa sepasang pakaian ganti untuk pendakian dengan lama menginap satu malam. Misalnya mulai mendaki sabtu pagi dan turun gunung hari Minggunya. Pilihlah pakaian dengan bahan yang ringan dan mudah kering. Akan lebih baik lagi jika anda menggunakan pakaian-pakaian hiking dengan bahan yang ringan dan cepat kering.

 

7) Kompor dan peralatan masak lainnya

Kompor dan peralatan masak dan makan diperlukan untuk memasak selama pendakian. Mengapa? Karena di gunung tidak ada warung ataupun foodcourt! He..he..Ya iyalah yaaa.. :) Peace ah..Becanda :).

Bawalah kompor dan peralatan masak yang benar-benar dibutuhkan. Pertimbangkan juga ukurannya. Amat sangat tidak dianjurkan membawa kuali atau kompor gede anda yang di rumah! Repot pastinya ^_^

Gunakanlah kompor dan peralatan mini yang biasa digunakan untuk mendaki gunung. Ini bertujuan untuk kepraktisan dan meminimalisir beban yang dibawa. Untuk bahan bakarnya anda bisa menggunakan spirtus atau dengan menggunakan gas portable. Saya lebih suka membawa kompor gas dibandingkan kompor berbahan bakar cair karena lebih praktis.


 

8) Peralatan makan

Selain peralatan masak jangan lupa bawa juga peralatan makan seperti piring atau mangkuk atau nesting, sendok dan gelas. Seperti halnya peralatan masak, saya juga biasanya sebisa mungkin membawa peralatan yang berukuran kecil. Yang penting intinya ada wadah untuk tempat makan dan minum.


 

9) Sleeping bag

Sleeping Bag atau kantung tidur berguna untuk menutupi tubuh anda pada saat tidur di dalam tenda sehingga badan kita tetap hangat. Tidak dapat dipungkiri, meskipun anda tidur di dalam tenda, biasanya masih belum cukup untuk menghalau dinginnya udara pegunungan saat malam hari. Dua faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih sleeping bag adalah kualitas bahan dan ukurannya. Sleeping bag yang berukuran besar belum tentu bagus dalam menahan hawa dingin. Beberapa merk sleeping bag diantaranya Karrimor, Jack Wolfskin, Makalu, Eiger, Alpine, Walles, Consina, dll.


 

10) Matras

Matras berguna sebagai alas pada saat tidur di dalam tenda, atau saat nongkrong-nongkrong menikmati suasana diluar tenda, atau bisa juga untuk menaruh bahan-bahan makanan saat anda sedang masak-masak di gunung. Modelnyapun macam-macam. Ada yang terbuat dari aluminium foil dan ada juga yang terbuat dari karet.

 

11) Sarung tangan

Sarung tangan berguna untuk melindungi tangan dari goresan, gesekan atau mungkin gigitan binatang-binatang kecil di tangan anda saat melewati trek di gunung khususnya di hutan-hutan lebat atau semak belukar. Selain itu sarung tangan juga berguna sebagai penghangat, karena salah satu bagian tubuh yang sensitif terhadap hawa dingin adalah jari-jari tangan. Saya biasanya membawa dua pasang sarung tangan, satu yang tebal yang biasanya dipakai saat melewati jalur-jalur berat misalnya ketika memasuki trek berbatu atau hutan atau semak-semak yang rimbun. Sedangkan satu lagi sarung tangan berbahan kain lembut yang biasanya saya pakai saat tidur.

 

12) Masker

Beberapa gunung memiliki trek berpasir dan sangat berdebu. Hal ini tentunya bisa mengganggu pernapasan. Masker berguna untuk menghindari debu saat mendaki gunung. Selain itu berguna juga untuk mengurangi terpaan dingin di bibir dan mulut.


 

13) Kupluk

Kupluk berguna sebagai penutup kepala untuk mengurangi hawa dingin. Meskipun kecil, kupluk sangat penting untuk menjaga panas badan. Kepala dan telinga juga sensitif terhadap dingin.

 

14) Headlamp atau senter

Merupakan benda yang termasuk penting untuk dibawa. Di gunung pastinya gelap. Pada malam hari yang ada hanya cahaya bulan dan bintang-bintang. Dengan headlamp (penerang/senter yang dipasang di kepala) atau senter akan membantu anda melakukan berbagai aktivitas di malam hari. Selain itu headlamp/senter juga krusial saat melakukan perjalanan menuju puncak pada dini hari. Saya lebih menyukai menggunakan headlamp dibandingkan senter yang dipegang di tangan karena dengan headlamp, tangan saya lebih bebas bergerak dan bertumpu. Oya, jangan lupa bawa baterai cadangan untuk mengantisipasi habisnya energi baterai. Selain membawa baterai cadangan saya bahkan biasanya membawa headlamp cadangan juga atau sebuah senter berukuran kecil untuk mengantisipasi kalau-kalau terjadi kerusakan pada headlamp yang saya gunakan.


15) Kaos kaki

Kaos kaki diperlukan untuk menghangatkan kaki dan jari-jari dari hawa dingin seperti halnya sarung tangan. Manfaatnya akan sangat terasa saat tidur di malam hari. Saya setidaknya membawa dua pasang kaos kaki saat mendaki gunung. Sepasang dipakai saat trekking sedangkan sepasangnya lagi digunakan pada saat tidur.

 

16) Trash bag dan kantung plastik

Trash bag berguna untuk menaruh sampah-sampah selama pendakian. Misalnya bungkus-bungkus makanan yang anda bawa, kotoran makanan, dll. Selain itu trash bag juga berguna sebagai pelapis dibagian dalam ransel/tas gunung untuk menjaga agar barang-barang, terutama pakaian tetap kering. Pada kondisi tertentu bisa saja ransel/tas gunung anda lembab karena terpaan hujan dan hawa dingin. Tidak jarang barang-barang bawaan yang ditaruh di tas/ransel gunung juga bisa terkena imbasnya. Pasti gak enak rasanya dong kalau pakaian atau sleeping bag anda lembab! Jadi lapisi dulu bagian dalam tas/ransel dengan trash bag besar, baru kemudian masukkan barang-barang bawaan anda. Bawa juga kantong plastik berukuran sedang dan kecil untuk menaruh sampah dan pakaian kotor.

 

17) Peralatan navigasi

Peralatan navigasi diperlukan untuk menunjukkan arah atau membantu anda dalam keadaan tersesat. Peralatan tersebut diantaranya GPS, peta dan kompas.

 

18) Decker

Decker berguna untuk mengurangi beban lutut saat mendaki atau menuruni gunung sehingga meminimalisir potensi cedera di lutut. Barang ini tinggal dipasang di lutut. Decker ini bukan yang berbahan keras tentunya seperti yang digunakan di dunia otomotif, tapi yang terbuat dari kain yang berbahan lembut dan elastis.


 

19) Gaiter

Gaiter dipasang di atas sepatu menutupi hingga tungkai kaki dibawah lutut. Biasanya terbuat dari bahan kain atau polyester. Gunanya untuk melindungi tungkai kaki bagian bawah dan juga untuk menghindari masuknya pasir dan batu ke dalam sepatu saat melewati trek berpasir dan berbatu di gunung.

 

20) Trekking pole

Trekking pole berfungsi untuk membantu bertumpu saat mendaki terutama saat melewati lereng yang cukup miring. Istilah gampangnya adalah tongkat. Trekking pole ini bisa di-adjust sedemikian rupa panjang pendeknya sesuai dengan kebutuhan anda.

 

21) Pisau

Pisau tentunya berguna untuk potong-memotong. Misalnya memotong bahan-bahan masakan, tali, dll. Selain itu pisau juga berguna untuk berjaga-jaga (self defense) terhadap kemungkinan serangan binatang buas yang mungkin saja terjadi.


 

22) Obat-Obatan Pribadi

Siapkan obatan-obatan pribadi apalagi jika anda mempunyai penyakit khusus misalnya alergi, dll. Obat-obatan ringan lainnya yang bisa dibawa diantaranya obat luka, minyak kayu putih, salon pas, madu, balsem, gula merah, dll.

 

23) Tisu

Tisu berguna sebagai alat pembersih entah itu pembersih peralatan memasak dan makan maupun wajah.

 

24) Topi

Tujuannya cukup jelas yakni untuk mengurangi terpaan terik matahari di gunung.

 

25) Rain cover

Rain cover berguna sebagai penutup tas/ransel anda sehingga tidak basah saat hujan melanda. Rain cover juga tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan ukuran tas/ransel gunung. Rain cover ada yang bisa anda dapatkan saat membeli tas/ransel gunung dan ada juga yang tidak alias dijual terpisah dengan tas/ranselnya.


 

Selain peralatan-peralatan di atas ada juga peralatan lainnya seperti karabiner, tali, dll. Hmmm….Banyak sekali ya peralatannya! Repot dong mau naik gunung! Tenang…Anda tidak harus membawa semua peralatan-peralatan tersebut. Sekali lagi, pertimbangkan berbagai faktor saat hendak mendaki gunung. Peralatan-peralatan seperti gaiter, decker, trekking pole, dan topi misalnya lebih bersifat optional. Namun peralatan-peralatan seperti tenda, jaket, kupluk, sepatu/sandal, headlamp/senter, peralatan masak dan makan, tas/ransel misalnya, merupakan peralatan-peralatan yang sangat penting untuk dibawa saat mendaki gunung.

 

Bagaimana kalau misalnya tidak punya tenda? Solusinya carilah teman yang punya tenda yang mungkin bisa diajak mendaki bersama atau mungkin bisa dipinjam tendanya. Jika anda pergi mendaki berkelompok, peralatan seperti tenda dan peralatan memasak tentunya tidak perlu harus dibawa oleh setiap orang di dalam tim. Cukup berbagi tugas saja siapa yang membawa tenda, peralatan masak, dan lain-lain.

 

Demikian…Persiapkan diri kita sebaik mungkin sebelum mendaki. Selamat mendaki gunung. Semoga artikel ini bermanfaat.

Comments   

 
0 #1 Gani Hakim 2013-08-14 06:46
matursuwun pisan mas
Quote
 
 
+3 #2 niko 2013-08-16 16:53
Sama-sama Mas Gani... Terimakaish sudah berkunjung ..Salam..
Quote
 
 
+1 #3 taufik 2013-08-23 12:05
gan mw tanya ni mslh kompor...
klo pke kompor kaleng soft drink (ex trangia) bs di andalkan ga ya untuk naik gunung?
Quote
 
 
+2 #4 niko 2013-08-23 13:58
Mas @taufik: maksudnya buat kompor sendiri dari kaleng minuman seperti pepsi atau fanta ya mas? Kebetulan saya belum pernah membuat ataupun menggunakan kompor dari kaleng soft drink... Jadi tidak bisa menjawab pasti apakah bisa diandalkan atau tidak mas..Kalau diperhatikan mmg ada pendaki yg membuat kompor dari kaleng soft drink...
Quote
 
 
+2 #5 exa 2013-09-02 03:33
1 ge mas, kaca mata na juga...
untuk menghindari pasir pada saat mendaki...
:-)
Quote
 
 
+4 #6 niko 2013-09-02 11:46
Sip @exa :)
Quote
 
 
+1 #7 Sopian hadi 2013-11-25 23:41
keren mas..makasih ya infonya...bergu na sekali buat pendaki pemula seperti saya..
Quote
 
 
0 #8 EKO ASY SYAHID 2013-12-13 01:27
THANKS U MAS BRO ATAS INFONYA
Quote
 
 
-1 #9 NIko 2014-01-06 15:03
Mas Sopian: terimakasih Mas... Semoga bermanfaat... Terimakasih juga sudah berkunjung


@Mas Eko: sama - sama Mas.. teirmakaish telah berkunjung
Quote
 
 
0 #10 agung 2014-01-17 07:47
:lol:

Mantap buat ke sameru
Quote
 
 
+1 #11 irfan 2014-02-03 05:46
Taufik.....
Bisa....... saya sering menggunakan kompor buatan sendiri tersebut yg terbuat dari kaleng larutan cap kaki tiga....... lumayan efektif..... kalau mau pake bahan bakarnya dari spirtus hati2.... jangan lupa tambah kapas di dalam kompor tsbt kalau pake spirtus
Quote
 
 
+3 #12 diah 2014-02-11 15:15
wah thankss yaaa :roll:
Quote
 
 
+2 #13 Niko 2014-02-18 15:39
Diah: sama - sama mbak :-) Semoga bermanfaat...Te rimakasih sudah berkunjung..
Quote
 
 
+2 #14 Niko 2014-02-18 15:40
Agung: he...he...semog a bermanfaat Mas..trims atas kunjungannyaa.. .Salam..
Quote
 
 
+2 #15 darmawati situmorang 2014-03-05 07:05
Sangat membantu sekali
Quote
 
 
+1 #16 dzikro 2014-04-19 09:22
harganya brapa kira2 semua?
Quote
 
 
0 #17 niko 2014-04-20 10:01
Mbak Darmawati: Trimakasih Mbak...semoga bermanfaat..

Mas Dzikro: harga tergantung merk juga mas..Kalau sekaligus semuanya mungkin lumayan juga Mas merogoh kocek... :)
Quote
 
 
0 #18 don 2014-04-21 02:38
thank you,, tgl 2 mei nanti mau daki semeru,,
Quote
 
 
0 #19 rama_08 2014-04-23 12:01
:-) Terimakasih infonya
Quote
 
 
+1 #20 niko 2014-04-23 15:22
@Rama: sama sama :) ... Terimakasih sudah berkunjung...
Quote
 
 
0 #21 niko 2014-04-23 15:24
@Mas Don: sama sama Mas... wah... selamat mendaki Mas.. Semoga lancar...
Quote
 
 
0 #22 raynor 2014-05-14 13:40
aku adalah anak kecil pertama yang ingin mendaki ke semeru tanggal 21 juni 2014 8)umurku 12 tahun
Quote
 
 
0 #23 niko 2014-05-15 08:24
Raynor: waahhhh ... Salut... Semoga sukses ya Raynor pendakiannyaa.. .titip salam sama Danau Ranukumbolo :)
Quote
 
 
0 #24 Herdian 2014-05-24 00:05
Thanks masbro buat infonya
Quote
 
 
+1 #25 niko 2014-05-24 00:18
Mas Herdian: sama sam aMas... Terimakasih sudah berkunjung
Quote
 
 
+2 #26 Ope 2014-05-26 04:00
maturnuwun.....
mantabbbbzzzzzz......
Quote
 
 
0 #27 iwan setiawan 2014-05-27 12:38
kk m nnya alt'' d atss klw mw mmbelii dmna tmpt,a
Quote
 
 
0 #28 Zaki 2014-07-04 06:56
Nicee buangeet infonya OM :D
Quote
 
 
0 #29 niko 2014-07-04 10:30
Terimakasih mas..Semoga bermanfaat...
Quote
 
 
0 #30 inas 2014-07-05 16:43
mau tanyak klu Sleeping bag diganti selimut gimna? ada masalah nggak?
Quote
 
 
0 #31 anggi al 2014-07-22 07:43
Wah lengkap banget sob... makasih ya ilmunya...
Quote
 
 
+1 #32 niko 2014-07-22 15:07
Inas: terimakasih sudah berkunjung..

Kalau saya lebih prefer sleeping bag dengan beberapa alasan:
1) Kepraktisan ...sleeping bag lebih praktis daripada selimut
2) Biasanya selimut lebih berat sehingga akan membebani
3) dari sisi packing terasa lebih mudah menggunakan sleeping bag.sudah ada wadahnya/covernya..
4) dari sisi fungsi, sleeping bag didesain menyesuaikan bentuk tubuh dan menutupi seluruh tubuh, baik atas, samping, bawah, kepala dan lebih rapat sehingga meminimalisir ruangan diantara badan dan permukaan sleeping bag sehingga memperkecil jumlah udara dingin yang masuk kedalam. Sehingga badan lebih hangat. Kalau selimut biasa jarang yang menutupi kepala, selain itu bagian bawah tidak tercover. Potensi adanya rongga yang memungkinkan masuknya udara yang membawa hawa dingin lebih besar...
Quote
 
 
-2 #33 niko 2014-07-22 15:08
mbak anggi: sama sama mbak..semoga bermanfaat...te rimakasih sudah berkunjung...
Quote
 
 
0 #34 SABDA 2014-07-24 01:18
Makasih Mas udh Kasi Info nya :-)
Quote
 
 
0 #35 niko 2014-07-24 11:39
Mas sabda: sama sama mas...terimakas ih sudah berkunjung
Quote
 
 
0 #36 herdhi 2014-08-20 01:35
Sangat membantu masbroh, nice article 8)
Quote
 
 
0 #37 Yusuf 2014-09-01 05:35
Cukup membantu sangat ,
Utk brangkt ke GN. Rinjani 2014 ini.
Quote
 
 
0 #38 elfan fauzi 2014-09-26 02:46
trimakasiiiiiii iiiiiiiiiiiiiii iih............ ?kang mas...
atur nuhun infonya kang
hhehehehehe :D
Quote
 
 
0 #39 Wahyu_Maulan 2014-10-10 10:41
wahh bingung yg mana ya baru 2x naik gunung soalnya aduhh

mw tanyak ke rinjani apakah benar'dingin ya? :sad:
Quote
 
 
0 #40 niko 2014-10-12 12:51
@HErdhi: Terimakasih Mas..semoga bermanfaat

@Yusuf: semoga lancar mas..

@elfan: sama sama ...trimakasih sudah berkunjung

@wahyu : kalo soal dingin kurang lebih sama lah mas dengan gunung-gunung lain pada umumnya...Kalo dibanding-bandi ngin memang relatif agak sedikit lebih dingin
Quote
 
 
0 #41 Ardi 2014-10-24 04:13
Terimakasih banyak mas atas informasinya..
Insya Allah tahun depan saya akan berencana mendaki Mahameru bersama pujaan hati dan sahabat-sahabat ku.. :)

Doakan semoga semua berjalan lancar ya mas Niko :)
Quote
 
 
0 #42 zuu 2014-10-25 12:08
Keren infox, mas salah g' si law make spatu converse all star naik gunung? Sy lbh nyaman pake spatu itu dbandingkan spatu a/ sandal gunung, rencanax mau ke puncak g. Bawakaraeng tgl 1nov.
Quote
 
 
0 #43 agoenx cekun 2014-10-28 01:10
Mahameru sangat seru bro,, 8) 8) 8)
Quote
 
 
0 #44 agoenx cekun 2014-10-28 01:11
Mahameru keren bro,,
Quote
 
 
+1 #45 imron 2014-10-28 02:50
terimakasih atas infonya. disini ada yang pernah ke gunung gede pangrango gak ?
Quote
 
 
0 #46 niko 2014-10-28 15:01
@zuu: sebenarnya kalau salah atau enggak sih ya enggak salah sih mas/mbak :) . Hanya saja mungkin mengapa lebih dianjurkan menggunakan sepatu atau sendal gunung, karena didesign sesuai kebutuhan mendaki baik dari segi ketahanan, kesesuaian dengan medan yang dihadapi. Kalau sepatu converse mungkin bahannya lebih rentan rusak ketimbang sepatu gunung...
Quote
 
 
0 #47 niko 2014-10-28 15:05
@agoenx: yup :) @imron: saya pernah mas ke Gede Pangrango
Quote
 
 
0 #48 Ismy 2014-11-28 11:49
makasih bgt, artikelnya bermanfaat bget nih. kbtulan aku sama teman-tman lagi rncana buat mendaki. :)
Quote
 
 
+1 #49 gigih 2014-12-07 14:27
mas..misal kalo kita mendaki..hrs ada guide ya utk ndampingi kita buat mendaki?? saya msh pemula jg
Quote
 
 
+1 #50 Niko 2014-12-12 00:40
@Mas Ismy: alhamdulillah...

@Mas Gigih: Sebenarnya tidak mutlak harus pakai guide mas... Hanya saja ada beberapa kondisi dimana sebaiknya menggunakan guide:
1) Ada gunung dimana diwajibkan menggunakan guide. Nah kalau seperti ini tentunya sebaiknya kita tunduk kepada aturan yang ada
2) Dalam kondisi kita memang tidak terlalu memahami medan gunung yang akan didaki sehingga dikhawatirkan beresiko tinggi jika seandainya tdk memakai guide
3) Untuk yang baru pertama kali mendaki, sebaiknya didampingi oleh teman yang sudah pernah/berpenga laman mendaki gunung atau oleh guide
Quote
 
 
0 #51 obie 2014-12-24 05:07
kira budgetnya brp ya kalau dari terminal garut? thx
Quote
 
 
0 #52 Lukman Noviansyah 2015-01-18 04:57
Makasih mas info nya . :D
Sangat berguna bagi saya PEMULA :lol:
Quote
 
 
0 #53 Aldy oktober 2015-01-18 11:07
mendaki tuh sama temen terus kalau ada sama temen cewe, tapi sayang gaada cewenya tuh kurang asiik, ada yng mau ikut naik sama kita2 ga ? :lol: :sad:
Quote
 
 
0 #54 Jerry 2015-04-03 18:53
Makasi mas info nya...rencana akhir april ini mau ndaki juga ane
Quote
 
 
0 #55 Niko 2015-04-05 21:20
Sama-sama Mas Lukam dan MAs Jerry...
Quote
 
 
0 #56 rizki 2015-04-09 03:21
TAMBORA MENYAPA DUNIA NTB
Quote
 
 
+1 #57 viktor 2015-04-19 17:30
:lol: terima ksih bnyak,berguna bnget buat saya sebagai pemula :)
Quote
 
 
0 #58 andi 2015-05-19 16:54
kalau kemerbabu susah nggak medannya
trus harus pakai guide nggak mas ,soalnya saya pemula :sad:
kira-kira kalau pakai guide itu byar nggak mas ,kalau bayar kira" bberapa ya mas ?
Quote
 
 
0 #59 niko 2015-05-21 23:48
Halo Mas Andi,

Susah atau enggak relatif sih Mas :) ...Tapi kalau dibandingkan secara umum, Merbabu menurut saya pribadi tidak terlalu susah....

Kalau soal pakai guide, di Merbabu tidak ada keharusan Mas...Itu tergantung kita aja mau lebih santai atau gak.

Tapi kalau Mas baru pertama kali mendaki dan tidak begitu yakin dengan rutenya sebaiknya pakai Guide sih biar lebih safe aja...

Kalo pakai guide bayar mas.... Biasanya biaya guide di Indonesia perhari berkisar di harga 100-150 ribu per hari Mas.
Quote
 
 
+1 #60 gloryan donna 2015-05-30 17:38
Terimakasih infonya luar biasa. Anak baru nih pemburu matahari. Salam lestari :-)
Quote
 
 
0 #61 Manrti S.U 2015-06-25 16:19
Thnks maBr0w ats info nya...
Quote
 
 
0 #62 rangga amukti 2015-08-13 20:23
MAKASIH ATAS INFONYA JADI SAYA TIDAK WAS WAS LAGI BILA INGIN MENDAKI SAYA BARU PEMULA MAS NIKI INSYA ALLAH BULAN DEPAN SAYA MAU KE GUNUNG SEMERU DOAKAN SAYA SELAMAT DI SAA Y MAS NIKO THANKS UNTUK INFONYA :D :lol:
Quote
 
 
0 #63 Icka 2015-09-04 08:04
kalau matras, sebenarnya enak yang karet atau yg alumunium ya?

belum pernah pake yang alumunium.
biasanya pake yang karet
Quote
 
 
0 #64 Niko 2015-09-24 01:42
@Gloryan Donna: sama sama..salam lestari..
@Manrti: sama-sama bro
@Rangga: sama sama mas..Semoga lancar pendakiannya

@Icka: beda-beda mbak selera setiap orang...Kalau saya lebih suka yang aluminium.. :)
Quote
 
 
0 #65 Ally 2015-10-16 15:18
Ada yang mau naik ke semeru tgl 22-27 oktober kah? Gabung dong. Aku butuh teman... :-* :-*
Quote
 
 
0 #66 rina 2015-12-01 09:48
Mas bro..ank bru bljr naik,rencana naik des ini, apa gk bahaya musim hujan, takut jg ksh ijin
Quote
 
 
0 #67 Niko 2015-12-05 02:39
Hallo Mbak Rina, kalau baru belajar naik gunung, sebaiknya pastikan beberapa hal:
(1) Yang bersangkutan sudah dibekali dengan pemahaman-pemah aman dasar mengenai mendaki gunung
(2) Agar dipastikan peralatannya memadai
(3) Sangat dianjurkan untuk pergi bersama partner yang sudah pernah mendaki gunung

Cek dengan siapa dia pergi untuk mengetahui apakah rekan-rekannya tersebut cukup berpengalaman dalam mendaki gunung

APalagi kalau musim hujan, biasanya akan lebih berat dibanding musim panas, karena pada saat musim hujan jalur menjadi lebih basah dan lebh berat...
Quote
 
 
0 #68 Faudig 2016-02-02 03:35
kaya milih ransel yg kuat dan muat banya juga perlu yaa, buat bawa peralatan hiking lainnya yg gak kalah penting
Quote
 
 
0 #69 Vhaldo Madridista 2016-03-09 10:16
nice broo,, thx buat solusinya :D salam lestari ;-)
Quote
 
 
+1 #70 viona angelia 2016-07-10 14:40
lengkapnya powlll 8) :lol:
Quote
 
 
0 #71 gusteau 2016-09-14 02:21
Okeeeeh mksih gan infonya 8) :lol:
Quote
 
 
0 #72 Walter 2017-02-22 14:42
Makasih banyak infonya, lengkap banget peralatan gunungnya hehe
Quote
 
 
0 #73 ALIFFIAN 2017-03-15 00:06
Ilmu iki mas. Matursuwun
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh