Tips Menekan Biaya Traveling ke Raja Ampat

Link artikel lainnya:

1. Artikel fotografi: HORIZON

2. Pesona Pagi, Senja dan Malam di Merbabu

3. Keindahan 4 Gili

4. Bromo: Gunung yang Tak Pernah "Tidur"

5. Adventures In The Land of The Dragon

6. Berlibur di Danau Situgunung

7. Itinerary Perjalanan ke Raja Ampat

 


 

Oleh: Niko Tujuhlangit 

 

Siapa yang tidak ingin berkunjung ke Raja Ampat atau yang dikenal juga dengan The Four Kings. Salah satu “surga” laut dunia. Raja Ampat juga merupakan salah satu tempat menyelam (diving) favorit tidak hanya bagi penyelam-penyelam dalam negeri namun juga penyelam-penyelam dari luar negri. Raja Ampat tidak hanya indah dengan dunia bawah lautnya, tapi juga pemandangan di atas permukaan lautnya. Banyak orang memiliki keinginan untuk berkunjung kesana. Namun salah satu faktor yang sering menjadi penghalang banyak pecinta jalan-jalan untuk berkunjung ke Raja Ampat adalah masalah biaya. Yup, membaca berbagai artikel tentang Raja Ampat di berbagai media seringkali membuat nyali kita ciut untuk berkunjung kesana. Traveling ke Raja Ampat sering diidentikkan dengan biaya yang mahal. Tidak sedikit yang akhirnya memilih traveling ke tempat lain di Indonesia atau bahkan ke luar negri yang biayanya kurang lebih sama atau bahkan untuk beberapa destinasi di luar negri justru lebih murah biayanya ketimbang berkunjung ke Raja Ampat.

 

Berdasarkan perjalanan yang saya dan tiga orang teman lainnya lakoni, hal tersebut memang benar adanya. Biayanya memang relatif mahal, apalagi bagi pecinta jalan-jalan murah meriah seperti saya. Salah satu penyebab tingginya biaya traveling ke Raja Ampat adalah karena jaraknya yang jauh dan mahalnya moda transportasi baik menuju atau saat berkeliling Raja Ampat. Belum lagi ditambah biaya penginapan, makan, dll. Ups, meskipun begitu anda jangan ciut dulu. Walaupun biayanya tidak murah, berikut beberapa tips yang mungkin bisa anda terapkan untuk menekan biaya perjalanan ke Raja Ampat.

 

1) Cari tiket pesawat promo

Tidak bisa dipungkiri harga tiket pesawat menuju Raja Ampat adalah salah satu kontributor terbesar penyebab tingginya biaya traveling ke Raja Ampat. Untuk menuju ke Raja Ampat, maka rute yang biasa ditempuh adalah kita harus menuju Sorong terlebih dahulu. Ada beberapa maskapai penerbangan menuju ke Sorong, seperti Lion Air, Merpati, Sriwijaya dan Batavia (per Oktober 2012). Jika anda berangkat dari Jakarta maka biasanya kita akan transit terlebih dahulu di Makassar. Untuk kemudian baru terbang lagi menuju ke Sorong. Harga normal tiket pesawat pulang pergi Jakarta – Sorong saja bisa mencapai 3-5 juta rupiah! Biaya yang cukup untuk membuat kita berpikir dua kali untuk berkunjung ke Raja Ampat. Oleh karena itu, jika anda ingin naik pesawat menuju Sorong, salah satu solusi untuk menekan biaya adalah dengan mencari tiket pesawat promo. Jika beruntung bisa saja anda mendapatkan harga yang “abnormal”. Seperti teman saya yang mendapatkan tiket promo Merpati seharga sekitar 700 ribu rupiah pulang pergi Jakarta-Sorong! Salah satu tantangan mendapatkan tiket promo adalah keberanian untuk “gambling” dalam hal waktu, karena jadwal tiket promo tidak bisa kita tentukan dan belum tentu cocok dengan dengan jadwal traveling yang kita inginkan. Artinya ada kemungkinan kita gagal berangkat dan harus merelakan uang seharga tiket promo kalau batal berangkat. Misalnya karena cuti yang tidak disetujui atasan di kantor dan faktor penyebab lainnya.

 

Alternatif lain selain mencari tiket pesawat promo anda bisa juga menggunakan transportasi darat dan laut menuju Sorong. Tapi masalahnya adalah waktu dan energi. Melalui jalur darat dan laut akan memakan waktu berhari-hari untuk bisa sampai ke Sorong (dari Jakarta). Bagi anda yang memiliki keterbatasan waktu tentunya akan lebih baik memilih jalur udara sehingga waktu dan energi yang anda miliki bisa lebih dioptimalkan untuk menjelajahi Raja Ampat.

 

2) Pergilah berkelompok dengan teman-teman anda

Pergilah berkelompok, misalnya 4-6 orang. Dengan begitu biaya-biaya sewa boat/ perahu motor untuk berkeliling Raja Ampat bisa dibagi (Sharing Cost). Tidak hanya sewa boat/ perahu motor, biaya penginapan selama di Raja Ampat pun dapat dibagi. Anda cukup mencari sebuah kamar yang mungkin bisa ditempati berempat atau bahkan lebih. Untuk menentukan berapa jumlah orang dalam satu tim atau kelompok faktor yang perlu dipertimbangkan adalah kapasitas perahu motor atau boat yang akan anda gunakan untuk berkeliling Raja Ampat. Boat yang tersedia di Raja Ampat biasanya berkapasitas 5-10 orang. Umumnya ada dua jenis boat yang digunakan, yakni speed boat dan boat biasa (semacam perahu motor). Harga speed boat jelas lebih mahal dibandingkan dengan boat biasa. Tarif satu speed boat perhari bisa mencapai 8-10 juta rupiah! Tentunya bukan biaya yang murah untuk sebuah traveling. Sedangkan tarif boat biasa bervariasi. Sebagai gambaran bagi anda, saat kami berkunjung kesana, kami membayar 7,5 juta rupiah untuk sebuah long boat untuk empat hari (Minggu – Rabu sore). Harga tersebut sudah all-in (Biaya sewa boat dan bahan bakarnya). Yang perlu anda ketahui adalah tarif menyewa boat disana terdiri atas dua komponen yaitu biaya sewa boat dan biaya bahan bakarnya. Harga satu liter bahan bakar boat disana mencapai 8-10 ribu rupiah per liter. Waktu itu kami berkeliling Raja Ampat (Wayag dan sekitar Waisai) selama empat hari. Dibutuhkan bahan bakar boat sekitar 400 liter. Artinya untuk bahan bakar saja kami harus merogoh kocek sebesar kurang lebih 4 juta rupiah!

Long Boat yang kami sewa untuk berkeliling Wayag, Raja Ampat selama empat hari. Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D. Lensa 10-22 mm. 1/100, f8, ISO 100

 

3) Jangan sungkan menawar

Ini tips yang sudah umum kita lakukan saat berbelanja atau membeli sesuatu. Di Raja Ampat, jangan sungkan menawar karena bisa saja anda mendapatkan harga yang lebih murah. Saat pertama kali negosiasi harga sewa boat, kami dikenai tarif sekitar 15 juta rupiah untuk sewa long boat bermesin dua dimana harga tersebut sudah all-in, untuk perjalanan selama empat hari. Namun ternyata setelah bernegosiasi kami akhirnya mendapatkan harga di 7,5 juta rupiah! Anda percaya atau tidak, tapi itulah yang terjadi. Terlepas dari faktor keberuntungan, setidaknya dengan menawar mungkin anda bisa menekan biaya.

 

4) Cari penginapan murah

Di Waisai (Ibukota Kabupaten Raja Ampat), kita dapat menemukan penginapan yang cukup murah dengan tarif sekitar 150 ribu rupiah per malam. Saat berkunjung kesana, kami menginap di Waisai di Jalan Pantai WTC. Waktu itu satu kamar kami tempati berempat. Namun tentunya anda jangan berharap penginapan ini akan senyaman hotel berbintang. Karena memang kamarnya seadanya. Waktu itu kami menginap di Waisai selama satu malam sebelum berkeliling Wayag dan sekitar Waisai selama empat hari. Wayag adalah salah satu kepulauan terbesar dari beberapa kepulauan di Kabupaten Raja Ampat. Tiga kepulauan besar lainnya adalah Misool, Salawati dan Batanta. Jarak antara kepulauan ini cukup jauh. Dibutuhkan berjam-jam menyeberangi lautan Papua dari satu kepulauan ke kepulauan lain dengan menggunakan boat atau perahu motor. Maka sangat wajar jika traveling ke Raja Ampat dikatakan mahal. Untuk berkunjung ke Wayag saja kita harus merogoh kocek jutaan, apalagi jika anda berniat menjelajahi kepulauan lainnya. Sudah pasti anda harus menyiapkan dana lebih besar lagi.

Beginilah kamar penginapan yang kami tempati di Waisai. Disediakan sebuah tempat tidur. Kamar mandi ada di bagian belakang penginapan. Foto oleh Niko TujuhLangit. Diambil dengan Blackberry

 

5) Perlunya persiapan

Salah satu hal yang sebisa mungkin anda persiapkan adalah mencari kontak di Raja Ampat sebanyak mungkin. Baik itu kontak sewa boat maupun penginapan. Dengan begitu anda memiliki gambaran berapa budget yang harus dipersiapkan sebelum berangkat kesana. Terutama kontak sewa boat. Jika anda tidak memiliki kontak salah satu risikonya adalah anda harus siap dengan segala kemungkinan biaya, terutama biaya sewa boat. Sebagai contoh, berdasarkan pengalaman kesana, ternyata tidak mudah mencari penyewaan boat apalagi jika saat berkunjung kesana cuaca kurang bagus. Sabtu malam kami baru menyepakati harga sewa boat setelah bernegosiasi sekian lama. Padahal rencananya Minggu pagi atau siang kami berangkat menuju Wayag. Dan untungnya kami mendapatkan harga sewa boat 7,5 juta rupiah dari harga awal 15 juta rupiah. Bisa dibayangkan jika seandainya waktu itu pemilik boat tetap bersikukuh di harga 15 juta rupiah! Maka mau tidak mau kami harus menghabiskan waktu lagi untuk mencari penyewaan boat lainnya. Atau menerima harga 15 juta rupiah tersebut! Dengan mencari sebanyak mungkin kontak disana maka kita akan lebih siap dengan berbagai kemungkinan yang terjadi, khususnya terkait biaya-biaya dan tentunya dengan memiliki lebih dari satu kontak anda akan memiliki alternatif lain jika seandainya harga yang ditawarkan terlalu mahal atau tidak sesuai dengan budget yang sudah anda siapkan.

 

Semoga tips-tips sederhana di atas semakin memberikan gambaran bagi anda yang bermimpi ingin segera menginjakkan kaki di Raja Ampat. Selamat berkunjung ke “surga” laut dunia! Nantikan beberapa tulisan berikutnya masih bercerita tentang Raja Ampat dan perjalanan kami menyusuri keindahan Wayag dan sekitar Waisai.

 

VIEWINDONESIA.COM....Berbagi Informasi Travel & Fotografi....Sekecil & Sesederhana Apapun Itu....

Comments   

 
+1 #1 cumilebay 2013-07-11 04:49
Rencana tahun depan harus kesini :)
Quote
 
 
0 #2 niko 2013-07-12 13:45
Amiiin :)
Quote
 
 
0 #3 bernard roeng 2013-11-07 10:00
raja ampat...coming
soon ^_^
Quote
 
 
0 #4 Rino Nugrozz 2013-12-18 14:26
boleh minta nomor telpon untuk longboat/perahu motor'a pak?
terima kasih..
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh