Serunya Menyusuri Pulau Weh dengan Sepeda Motor

Anda berencana berkunjung ke Pulau Weh? Jika iya, cobalah menyusuri pulau ini dengan sepeda motor dan rasakan sensasi menakjubkan menyusuri jalan-jalannya yang mulus dan berliku-liku. Jalan-jalan di Pulau Weh terhubung satu sama lain dari satu pelosok ke pelosok lainnya, melewati pinggir pantai-pantai yang ada di Pulau Weh, menaiki dan menuruni perbukitan serta di beberapa titik anda akan memasuki jalan-jalan yang di kiri-kanannya dipenuhi hutan-hutan yang masih alami.

 

Menyusuri Pulau Weh dengan sepeda motor tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Dalam waktu sekitar 2-3 hari saja mungkin anda sudah bisa menyusuri  hampir sebagian besar sudut-sudut dan berbagai tempat di pulau ini. Itulah yang pernah saya lakukan saat berkunjung ke Pulau Weh di penghujung 2011 lalu. Anda dapat memulai perjalanan diantaranya dari Daerah Pantai Sumur Tiga atau dari pusat Kota Sabang menuju Tugu Nol Kilometer Indonesia. Tugu Nol Kilometer merupakan titik paling ujung Pulau Weh. Setelah itu anda akan berhadapan langsung dengan Laut Andaman.

 

Waktu itu saya memulai perjalanan dari daerah Pantai Sumur Tiga, tepatnya dari Freddie’s Santai Sumur Tiga (tempat saya menginap) menuju Tugu Nol Kilometer Indonesia. Rute perjalanan yang ditempuh adalah Pantai Sumur TigaPantai Anoi Itam Pantai KasihPantai ParadisoPantai Tapak Gajah pusat Kota Sabang – Sabang Bay - Pantai Gapang – Iboih – Tugu Nol Kilometer – Pantai Pasir Putih – Pantai Cung – Pantai Kaneukei – Gunung Api Aneuk laot  dan akhirnya kembali lagi ke arah Pantai Sumur Tiga. Rute ini menyusuri pinggir pantai-pantai di Pulau Weh.

 

Mulai dari Sumur Tiga hingga menuju Tugu Nol Kilometer, kita akan melewati beberapa pantai. Pemandangan pohon-pohon kelapa di pinggir pantai akan sering ditemukan di sepanjang perjalanan. Birunya laut selalu membuat kita tergoda untuk menoleh pada saat mengendarai sepeda motor. Ups! Berhati-hatilah! Jika anda ingin menikmati pemandangan tersebut sebaiknya berhenti sejenak dan turun dari sepeda motor untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Setelah melewati Pantai Kasih dan Pantai Paradiso (dari arah Sumur Tiga) kita akan memasuki pusat Kota Sabang, ibukota Pulau Weh.


 Menjelang Pantai Kasih dari daerah Sumur Tiga



Melewati Pantai Paradiso


Di pusat kota kita bisa menemukan berbagai warung dan toko. Jika anda ingin beristirahat sejenak, anda bisa menemukan beberapa warung makanan. Jika anda penggemar kopi, jangan lupakan yang satu ini; warung kopi! Yup, masyarakat Aceh pada umumnya termasuk warga Pulau Weh adalah penggemar kopi. Jadi tidak ada salahnya segarkan sedikit penat anda dengan meneguk segelas kopi hangat sebelum melanjutkan perjalanan.

 


 Jalan Perdagangan di pusat Kota Sabang


Dari pusat Kota Sabang anda dapat melanjutkan perjalanan kembali menuju Tugu Nol Kilometer. Anda tinggal mengikuti dan memperhatikan petunjuk arah yang banyak terdapat di jalan-jalan Kota Sabang. Jika ragu, jangan sungkan-sungkan bertanya kepada warga yang anda temui di jalan.

 Penunjuk jalan seperti ini banyak dijumpai di Pulau Weh

 

Selepas dari pusat Kota Sabang (tepatnya setelah Sabang Bay) perjalanan akan mulai menanjak dan menyusuri perbukitan dengan pemandangan yang semakin menakjubkan. Udara kian terasa sejuk menerpa wajah dan jalan-jalan yang mulus semakin membuat kita merasakan nikmatnya bersepeda motor.


 Dalam perjalanan menuju Tugu Nol Kilometer jalan akan turun naik dan hamparan pemandangan laut seperti ini akan menjadi hiburan tersendiri.


Jalan-jalan di Pulau Weh masih sepi dan belum terlalu ramai dilalui kendaraan bermotor, tidak seperti di kota-kota besar pada umumnya. Kita benar-benar seperti ”raja jalanan” apalagi ketika melewati jalan dari Sabang Bay menuju Tugu Nol Kilometer. Karena jalannya yang sepi ada baiknya anda menyelesaikan perjalanan sebelum malam menjelang.

 

 Jalan-jalan sepi dengan hutan di kiri kanan seperti ini akan sering kita lalui saat menuju Tugu Nol Kilometer. 

 

Di beberapa titik perjalanan anda dapat menikmati indahnya pemandangan pulau, perbukitan dan laut dari ketinggian.

 

Salah satu pemandangan yang dapat disaksikan saat menyusuri jalan menuju Tugu Nol Kilometer

 

Jarak dari pusat Kota Sabang menuju Tugu Nol Kilometer sekitar 29 KM. Sebelum sampai di Tugu Nol Kilometer, anda akan melewati beberapa objek wisata yang terkenal di Pulau Weh seperti Pantai Gapang (19 KM dari pusat Kota Sabang) dan Iboih (22 KM dari pusat Kota Sabang). Pantai Gapang dan Iboih terletak di sebelah kanan jalan.

 

Menjelang Tugu Nol Kilometer anda akan melewati dua buah gerbang seperti foto berikut.

 

Gerbang 1

Gerbang 2, menjelang Tugu Nol Kilometer


Untuk sampai ke Tugu Nol Kilometer dibutuhkan waktu sekitar 1,5 – 2 jam tergantung kecepatan dan seberapa sering anda berhenti di perjalanan.

 

 Tugu Nol Kilometer

 

Untuk kembali ke pusat Kota Sabang atau Sumur Tiga, kita tinggal mengikuti rute yang sama seperti saat berangkat. Namun jika anda ingin mengunjungi Pantai Pasir Putih, Pantai Cung, Pantai Kaneukei, Gunung Api Aneuk Laot, maka selepas Pantai Gapang nanti akan terdapat jalan bercabang ke arah Pantai Kaneukei dan Pasir Putih. Jalur ini berbeda dengan jalur berangkat namun terdapat jalan menuju pusat kota. Dibutuhkan waktu sekitar 30-45 menit menuju Pantai Pasir Putih dari Pantai Gapang. Pantai Cung berjarak sekitar 10-15 menit perjalanan dari Pantai Pasir Putih. Dari Pantai Cung, jika anda ingin menuju Pantai Kaneukei, maka anda tinggal balik arah melewati kembali Pantai Pasir Putih dan terus lurus hingga sampai di Pantai Kaneukei (sekitar 15-20 menit). Dari Pantai Kaneukei terdapat jalan menuju Gunung Api Aneuk Laot (2 KM) dan pusat kota (sekitar 16 KM).

 

Menyusuri Pulau Weh dengan sepeda motor menawarkan sensasi tersendiri dalam menjelajahi tempat-tempat menarik di pulau ini. Anda dapat berhenti dimanapun dengan mudah apabila lelah atau ingin mengambil beberapa foto di sepanjang perjalanan.

 

Beberapa tips dan hal yang mungkin patut diperhatikan saat bersepeda motor di Pulau Weh:

1. Anda dapat mencari penyewaan sepeda motor diantaranya di Pantai Gapang dan Pantai Iboih dengan harga sewa sekitar 100 ribu perhari. Namun jika anda menginap di pusat kota atau di daerah Sumur Tiga misalnya, maka mungkin sebaiknya anda mencari penyewaan yang dekat dengan penginapan, karena jarak dari Pantai Gapang dan Iboih ke pusat kota cukupAnda mungkin bisa juga menanyakan kepada pihak penginapan apakah mereka menyediakan penyewaan sepeda motor. Saya waktu itu menyewa sepeda motor dari salah seorang pegawai di tempat saya menginap.

2. Pastikan anda mengisi penuh bahan bakar sepeda motor sebelum memulai perjalanan, karena di sepanjang perjalanan sangat jarang terdapat tempat pengisian bahan bakar. Dalam perjalanan menuju Tugu Nol Kilometer biasanya terdapat penjual bahan bakar eceran, namun ada baiknya anda mengisi penuh bahan bakar untuk meminimalisir hal-hal yang tidak terduga.

3. Jalan-jalan di Pulau Weh mulus, sepi dan berbelok-belok serta turun naik. Pastikan tetap berhati-hati dan berkendaraanlah dalam kecepatan wajar. Bunyikan klakson setiap melewati tikungan tajam. Saya sempat terjatuh dan sepeda motor yang saya kendarai masuk ke dalam lubang saat pulang dari Tugu Nol Kilometer. Saat itu persis ketika melewati tikungan secara tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sebuah mobil dan membuat saya terkejut dan kehilangan kendali sehingga terjatuh.

4. Jika anda ingin bertanya arah kepada warga setempat yang anda temui di jalan, ada baiknya matikan terlebih dahulu mesin kendaraan dan turunlah dari sepeda motor.

5. Ada baiknya anda mengakhiri perjalanan sebelum malam menjelang karena jalan-jalan di pulau ini sangat sepi. Terutama jalan-jalan menuju Tugu Nol Kilometer. Jika masih ada objek atau tempat yang belum sempat anda kunjungi, anda masih bisa berkunjung esok harinya.

 

Selamat bersepeda motor menyusuri Pulau Weh dan nikmati keindahannya!



Artikel Terkait:

1. Jalan-Jalan Mulus dan Berbelok-Belok Pulau Weh

 

Add comment


Security code
Refresh