Menerobos 5 Gunung, Menuju Puncak Tertinggi Guntur

Matahari perlahan mulai keluar dari peraduannya memancarkan cahaya hangat yang berpacu dengan dinginnya udara pegunungan. Pagi itu saya sudah bersiap-siap menuju Puncak 2 Gunung Guntur. Beberapa teman sudah terlebih dahulu menuju Puncak 2 saat saya masih sibuk mengabadikan keindahan pemandangan dari Puncak 1 tempat kami mendirikan tenda. Rasa letih yang masih tersisa saat menjajal lereng Bukit 1 hari sebelumnya tidak menyurutkan rasa penasaran dan keinginan saya untuk menginjakkan kaki di puncak tertinggi Gunung Guntur.


Kawasan Gunung Guntur sering disebut dengan Kompleks Gunung Guntur karena kompleks ini terdiri atas beberapa gunung dengan puncaknya masing-masing, dengan puncak tertinggi berada pada ketinggian 2249 mdpl. Untuk mencapai puncak tertinggi Gunung Guntur ini kita akan dihadang oleh setidaknya sekitar 5 gunung di area Kompleks Gunung Guntur ini, dengan kemiringan sekitar 40-75 derajat (pendakian dari Desa Citiis). Khusus dalam tulisan ini saya lebih senang menyebut kelima gunung tersebut dengan istilah “bukit”. Lantas seperti apa dan mana saja kelima bukit tersebut?

 

1.  Bukit 1

Bukit 1 yang dimaksud disini adalah bukit pertama saat memulai pendakian. Dari area penambangan pasir terdapat jalur menuju Puncak 1. Jalur ini akan ditandai dengan adanya aliran sungai kecil disepanjang jalan hingga sampai di Air Terjun Citiis. Kita akan melewati hutan yang tidak terlalu rimbun di awal-awal jalur ini hingga sampai di air terjun. Trek di awal-awal ini juga masih landai. Sesampainya di Air Terjun Citiis, tanjakan curam dengan kemiringan bervariasi sekitar 40-75 derajat sudah siap menanti. Dari sini jalurnya akan terus menanjak hingga sampai di area terbuka dimana kita bisa melihat dengan jelas pemandangan Bukit 2 dengan Puncak 1 – nya.

 

 

Jalur melalui Bukit 1. Bukit 1 ini terlihat dengan jelas saat kita berada di lokasi penambangan pasir. Bukit ini persis disebelah kanan Bukit 2


2. Bukit 2 (Puncak 1)

Belum habis rasa penat menjajal Bukit 1, kita akan dihadapkan pada tantangan kedua; Bukit 2! Disini treknya boleh dibilang hampir terbuka total karena kita hanya akan menemukan beberapa pohon saja yang berdiri di tengah hamparan padang ilalang dan semak yang ketinggiannya bisa melebihi kepala kita. Inilah mungkin trek terberat dalam pendakian Gunung Guntur. Terik matahari begitu terasa saat melalui medan ini. Kita harus melewati area padang ilalang dan semak terbuka yang relatif landai yang berjarak lebih kurang sekitar 200-300 meter sebelum sampai di titik awal kemiringan curam Bukit 2 ini. Selanjutnya siapkan energi anda untuk menjajal lereng bukit yang miring dan berbatu ini hingga menuju Puncak 1. Area disekitar Puncak 1 ini sering dijadikan sebagai tempat mendirikan tenda oleh para pendaki.

 

Hamparan padang ilalang dan pemandangan Bukit 2 terlihat jelas setelah melewati hutan di Bukit 1


3.  Bukit 3 (Puncak 2)

Dari Puncak 1 kita sudah dapat melihat dengan jelas Bukit 3. Kurang dari 10 menit kita sudah bisa sampai di kaki bukit ini. Hampir mirip dengan Bukit 2, Bukit ini benar-benar gersang, hanya ditumbuhi ilalang dan rumput dengan trek berbatu-batu. Kemiringannya sekitar 45-60 derajat. Dari bentuk dan komposisi tanah dan bebatuan di Bukit 3 ini anda akan segera menyadari bahwa betapa gunung ini masih sangat aktif. Jangan heran jika saat anda melalui lereng Bukit 3 ini, asap muncul keluar dari permukaan tanah dan sela-sela bebatuan. Ini bukan asap kebakaran ataupun kabut melainkan asap yang timbul dari aktivitas vulkanik di dalam badan bukit ini. Menurut berbagai sumber di internet, Gunung Guntur terakhir kali meletus sekitar 130-an tahun lalu.  Jadi tetaplah waspada saat melakukan pendakian serta ada baiknya mencari tahu kondisi gunung sebelum memutuskan melakukan pendakian ke Gunung Guntur.


Untuk sampai ke puncak Bukit 3 ini juga tidak memerlukan waktu yang terlalu lama, sekitar 20 menit anda sudah bisa sampai di atas. Puncak Bukit 3 ini ditandai dengan adanya tugu. Dari sini kita akan semakin terkagum-kagum dengan pemandangan alam yang terpampang di depan mata. Dikejauhan berdiri gagah Gunung Cikuray yang terlihat seperti kerucut dengan kemiringan lereng yang fantastis!

 

 

 Bukit 3 yang terbuka terlihat dengan jelas dari area Puncak 1

 

4.  Bukit 4 (Puncak 3)

Awalnya saya mengira bahwa Puncak 2 adalah puncak tertinggi di kawasan Gunung Guntur ini. Namun ternyata setelah sampai di Puncak 2, saya kembali dibuat menghela nafas karena dari sini Bukit 4 dengan Puncak 3-nya terlihat dengan jelas; berdiri gagah seakan-akan mengundang setiap pendaki untuk segera menuju kesana.


Mirip dengan Bukit 2 dan Bukit 3, Bukit 4 juga berupa kawasan terbuka dengan jalur berbatu dan dipenuhi hamparan ilalang dan semak hijau. Namun perjalanan menuju Puncak 3 ini relatif lebih mudah daripada perjalanan menuju Puncak 1. Lagi-lagi dalam waktu sekitar 20-30 menit saja kita sudah bisa sampai di Puncak 3. Di puncak kita bisa menyaksikan pemandangan kawah Gunung Papandayan dari kejauhan.


 Terlihat di belakang adalah Bukit 4. Di bagian depan adalah tugu di Puncak 2

 

5.  Bukit 5

Sesampainya di Puncak 3, lagi dan lagi sebuah bukit lain yang lebih tinggi terlihat di depan mata; itulah dia Bukit 5! Saya dan teman-teman sempat hendak memutuskan berhenti melanjutkan pendakian dan kembali ke Puncak 1 karena keterbatasan logistik dan air minum. Namun karena rasa penasaran, akhirnya kami memutuskan melanjutkan pendakian menuju puncak Bukit 5 ini.


Jalur lereng Bukit 5 ini juga kurang lebih sama dengan bukit-bukit sebelumnya. Kemiringan curam sekitar 70 derajat, trek berpasir dan berbatu, panas terik matahari, ditambah kabut yang sesekali menutup jarak pandang, sudah cukup membuat setiap pendaki yang sampai di Puncak 3 berpikir dua kali untuk melanjutkan menjajal Bukit 5 ini.

 

Setelah menempuh perjalanan sekitar 15-20 menit, kamipun sampai di atas Bukit 5. Bagian atas Bukit 5 ini terdiri atas dua area utama yaitu area gersang yang terdiri dari lapisan batu berbentuk seperti aspal dengan luas sekitar dua kali lapangan bola voli dan sisanya berupa hamparan hutan yang sepertinya masih jarang dilalui oleh pendaki.


 Saya dan beberapa teman dalam perjalanan menuju Bukit 5 yang terlihat di kejauhan (sebelah kanan)

 

Sampaikah Kami di Puncak Tertinggi Gunung Guntur?

Sesampainya di atas Bukit 5, kami baru menyadari bahwa kami belum berada di titik tertinggi Bukit 5 ini. Dari sini bisa terlihat bahwa masih ada area yang lebih tinggi ke arah hutan yang terhampar di depan kami. Kamipun saling bertanya apakah sudah berada di puncak tertinggi Gunung Guntur? Atau justru sudah melewatinya? Dimanakah sebenarnya posisi 2249 mdpl tersebut? Di Bukit 3, 4 atau 5? Atau justru di Bukit 6 yang sempat kami temukan jalurnya setelah beberapa waktu menyisir hutan dan semak di Bukit 5? Nantikan kelanjutannya di tulisan berikutnya.

 


Artikel Terkait:

1. Dimanakah Puncak Tertinggi 2249 Guntur Berada?

 

Add comment


Security code
Refresh