Teman Traveling Yang Menyebalkan dan Merepotkan

Baca Juga:

1. Menikmati Sunset dan Camping di Pulau Saonek Monde, Raja Ampat

2. 6 Manfaat Teman Pada Fotografi Traveling

3. Mencicipi Mie Atep Belitung

4. Prinsip "Back Up" atau Kebersamaan Saat Mendaki Gunung

5. itinerary Jalan-Jalan ke Sumbawa


 

Penulis: Niko Tujuhlangit

 

Kalau bicara traveling alias jalan-jalan, tentu tak bisa dilepaskan dari yang namanya Teman Traveling atau Teman Seperjalanan. Teman Traveling adalah teman yang menjadi partner kita saat melakukan sebuah perjalanan atau traveling ke sebuah destinasi atau tempat.


 

Ada banyak tipe teman traveling yang tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda. Terkadang kita tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi teman perjalanan kita. Apalagi jika kita mengikuti sebuah trip yang diatur oleh trip organizer. Kita akan menjumpai banyak orang dengan style yang berbeda-beda, yang mana mungkin diantaranya ada yang tidak cocok dengan style kita dalam ber-traveling.


 

Teman traveling merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi nyaman atau tidaknya sebuah perjalanan. Seru atau tidaknya sebuah eksplorasi. Tak jarang sebuah perjalanan ke tempat-tempat yang indah dan eksotis menjadi kacau balau dan tidak menyenangkan karena teman seperjalanan yang menyebalkan atau merepotkan. Pernahkah anda mengalami hal yang demikian? Atau mungkin perjalanan panjang berhari-hari yang seharusnya anda impikan akan menyenangkan, eh malah menjadi sebuah perjalanan yang penuh dengan konflik akibat adanya teman traveling yang berulah.


 

Nah, siapapun pasti tidak ingin menjadi teman perjalanan/traveling yang menyebalkan dan merepotkan bukan? Yang bikin susah teman perjalanan anda. Anda tentunya tidak mau bukan menjadi seseorang yang seperti itu?

 

Nah, bagaimana caranya agar kita bisa menjadi teman perjalanan yang tidak menyebalkan dan tidak merepotkan? Agar kita bisa menjadi teman traveling yang tidak menyebalkan dan tidak merepotkan, tentunya hal pertama yang perlu kita ketahui adalah apa saja yang bisa membuat orang lain sebal atau repot.

 

Berikut beberapa hal yang menurut saya pribadi sikap-sikap yang setidaknya perlu kita hindari saat traveling agar tidak menyebalkan atau merepotkan teman perjalanan kita. Memang tidak ada jaminan bahwa anda pasti tidak akan dianggap menyebalkan atau merepotkan setelah menghindari sikap-sikap berikut ini, namun setidaknya kita berusaha sebaik mungkin menjadi seorang teman perjalanan yang baik dan menyenangkan. Yang penting, niat dan usaha dulu! :). Kalau ternyata masih ada yang menganggap kita menyebalkan dan merepotkan, ya gak apa-apa. Yang penting sudah berusaha. Tetap terus introspeksi dan perbaiki diri saja.

 

1. Manja

Ini menurut saya masuk dalam top list sikap yang harus dihindari jika ingin menjadi seorang teman perjalanan yang menyenangkan dan tidak menyebalkan. Anda pasti tahu bahwa setiap perjalanan atau traveling itu pasti tidak hanya soal suka saja, namun ada dukanya juga. Tidak jarang kita menemukan hal-hal yang tidak menyenangkan atau mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita. Apalagi jika kita pergi menjelajah ke tempat-tempat yang masih jarang dijamah dan tempat-tempat tersembunyi lainnya. Disana mungkin fasilitas belum memadai seperti di kota-kota besar. Misalnya menjelajahi pelosok-pelosok di Indonesia Timur.

 

Traveler yang bersikap manja ini biasanya sulit diajak untuk menikmati kesusahan dalam perjalanan. Maunya yang senang-senang saja. Biasanya traveler yang manja cenderung tidak disenangi oleh teman-teman seperjalanan. Apalagi jika manjanya berlebihan. Sedikit-sedikit komplain soal fasilitas. Sedikit-sedikit mengeluh ketika mendapatkan kesulitan. Maunya tidur di penginapan seperti di hotel-hotel berbintang. Kalau makan gak bisa di warung-warung kaki lima, pengennya di restauran terkenal. Kalau mau hoping island pengennya pakai perahu yang bagus. Trekking sedikit, ngeluhnya kesana kemari. Dan berbagai sikap manja lainnya.

 

Sikap manja ini bisa semakin menjadi masalah ketika anda traveling bersama komunitas backpacker atau komunitas traveling dengan gaya traveling low budget. Yang namanya komunitas backpacker atau komunitas-komunitas dengan konsep share cost, biasanya mereka jalan-jalan dengan biaya sehemat mungkin. Makan dengan harga terjangkau, nginep di penginapan-penginapan yang murah atau nenda. Nah, bisa berabe kalau anda bersikap manja di komunitas-komunitas seperti itu.

 

2. Kurang persiapan

Terkadang kita tidak menyadari bahwa ketidaksiapan kita saat traveling bisa menyusahkan teman traveling kita. Ketidaksiapan tersebut bisa macam-macam bentuknya, misalnya tidak membawa perlengkapan yang memadai, tidak bawa duit, dan lain-lain.

 

Apalagi jika ketidaksiapan ini terjadi saat mendaki gunung. Banyak dampak yang mungkin timbul. Tentunya jika kita kurang persiapan saat mendaki gunung, orang pertama yang akan disusahkan adalah teman seperjalanan kita.

 

Karena kurangnya persiapan akhirnya sedikit- sedikit minjam. Sedikit-sedikit minjam. Selain itu, kurangnya persiapan dapat menimbulkan berbagai risiko seperti kecelakaan, penyakit, dll, yang ujung-ujungnya akan menyusahkan teman-teman kita.


 

3. Suka komplain

Ini juga merupakan tipikal traveler yang biasanya kurang disukai untuk diajak jalan-jalan. Sedikit-sedikit komplain. Destinasi gak sesuai dengan yang sudah disusun, komplain. Padahal terkadang perubahan destinasi tersebut bukan karena disengaja, tapi karena adanya permasalahan dan kendala saat dilapangan. Menginap ditempat yang biasa-biasa, komplain. Pokoknya apa-apa komplain.

 

4. Suka marah-marah

Berhati-hatilah dengan amarah anda saat traveling. Apalagi jika anda berada di suatu daerah asing yang tak begitu anda kuasai. Selain bisa berisiko menimbulkan konflik dengan warga lokal, tipikal pejalan seperti ini dapat membuat teman seperjalanan menjadi tersinggung dan membuat suasana perjalanan menjadi tidak nyaman.

 

Setiap kali traveling ke suatu tempat, saya selalu berusaha berhati-hati dalam bersikap. Apalagi ketika berhadapan dengan masyarakat lokal. Meskipun misalnya ada kesalahan yang dilakukan oleh orang lain apalagi warga setempat kepada saya saat traveling, saya akan tetap berusaha mengontrol amarah.

 

5. Tidak fleksibel

Yang namanya traveling dan menjelajah itu banyak hal-hal yang diluar dugaan. Kadang-kadang kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan itinerary yang telah disusun. Tadinya mau ke A, eh akhirnya terpaksa putar rute. Tadinya mau menginap di penginapan A, karena sesuatu hal akhirnya terpaksa harus mencari penginapan lain. Pejalan yang tidak fleksibel biasanya cenderung komplain atau bahkan marah-marah ketika menghadapi kenyataan yang berbeda dengan apa yang telah direncanakan. Biasanya mereka sulit menerima kenyataan bahwa tripnya tidak senyaman yang dibayangkan.

 

Salah satu tipikal traveler yang saya pribadi sukai untuk diajak jalan bareng adalah yang fleksibel. Apalagi jika traveling atau jalan-jalan ke Indonesia Timur. Mengapa saya menyukai pejalan yang fleksibel? Biasanya traveler tipikal seperti ini cenderung lebih tangguh, tahan banting, seru diajak untuk menjelajah, dan tidak mudah mengeluh saat menghadapi kesulitan. Orang-orang seperti ini biasanya membawa keseruan dalam traveling. Bagi mereka, traveling itu bukan hanya soal target destinasi, namun bagaimana menikmati setiap detik perjalanan dan pengalaman.

 

6. Egois dan Tidak Supportive

Ini juga merupakan salah satu top list sikap yang harus dihindari oleh seorang traveler. Traveler yang egois dan tidak supportive biasanya hanya mementingkan dirinya sendiri. Yang penting urusan pribadinya kelar. Terserah timnya mau bagaimana. Kalau mendaki gunung, pengennya apa-apa dia duluan. Tidak peduli dengan kesusahan temannya. Traveler tipikal ini biasanya juga terlalu perhitungan dan pelit.

 

7. Suka pamer

Sekarang, ada kesan traveling itu sudah seperti lomba. Ya, berlomba-lomba menjadi yang paling banyak jalan-jalannya. “Gue udah kesana loh.” “Gue udah kesini loh”. “Ah, itu mah biasa, gue udah berkali-kali kesana.” “Gue udah berkali-kali ke Eropa, lo gimana?”. Dan berbagai pernyataan yang ditujukan untuk pamer.

 

Mungkin anda pernah menjumpai traveler seperti ini. Yang suka pamer berlebihan tentang pengalaman-pengalamannya mengunjungi berbagai tempat. Orang lain yang belum kemana-mana dianggap belum keren.  

 

Itulah diantara beberapa sikap yang menurut saya mesti dihindari oleh seorang traveler atau pejalan jika tidak ingin dianggap menyebalkan dan menyusahkan. Sekali lagi, memang tidak ada jaminan bahwa setelah menghindari sikap-sikap diatas semua teman anda akan menyenangi anda. Namun, setidaknya kita berusaha meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang tidak baik dengan berusaha bersikap sebaik mungkin saat traveling.

 

Nah, kalau menurut anda hal apa yang biasanya membuat anda tidak nyaman dengan teman perjalanan anda? Yang membuat anda sebal dan menjadi repot? Silahkan share ya… :)

 

Semoga dengan mengetahui sikap-sikap diatas, setidaknya kita bisa lebih berhati-hati dan mengintrospeksi diri kedepannya. 

 

Comments   

 
0 #1 Janiarto 2016-02-08 15:33
terkadang travelling sendiri itu asik... tapi kalau keseringan sendiri mumet juga...
Quote
 
 
0 #2 Niko 2016-02-13 11:54
Mas Janiarto: iya mas...ada kelebihan dan kekurangan masing2....ting gal dicombine aja...Kdg2 ngetrip sendiri, kdg2 ngetrip bareng teman...
Quote
 
 
0 #3 Sewa motor cirebon 2016-05-10 02:57
Keren gan,,!!!
Quote
 
 
0 #4 Sewa motor cirebon 2016-05-10 02:58
Kereenn
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh