Malam Mingguan di Cafe Filosofi Kopi Bintaro

Baca Juga:

1. Kalau ke Belitung, Coba Segarnya Es Jeruk Kunci

2. Mencicipi Mie Atep Belitung

3. Menikmati Legitnya Pia Legong Khas Bali

4. Sate Rembiga Ibu Sinaseh

5. Menikmati Sunset dan Camping di Pulau Saonek Monde, Raja Ampat

 


 

Tulisan oleh Niko Tujuhlangit

Malam minggu bukan hanya milik para ABG. :D Gak mau kalah dengan para ABG, saya dan istri malam itu mengunjungi Cafe Filosofi Kopi di Bintaro, Tangerang. Bagi anda pecinta kopi, mungkin ada yang sudah pernah mendengar istilah Filosofi Kopi. Filosofi Kopi merupakan salah satu judul buku karangan salah seorang penulis terkenal Indonesia; Dewi Lestari. Film Filosofi Kopi dibuat dan diadaptasi dari Novel Filosofi Kopi ini. Film ini dibintangi oleh Chico Jericho, Rio Dewanto dan Julie Estelle. Film ini bercerita tentang dua orang muda (Ben dan Jody) yang mendirikan sebuah kedai kopi.

 

Cafe Filosofi Kopi sendiri didirikan oleh Rio Dewanto bersama Chico Jericho. Cafe ini ada di beberapa tempat. Yang terkenal terletak di Melawai. Namun saat ini telah dibuka juga di Bintaro. Malam itu saya dan istri mencoba mencicipi beberapa menu di Filosofi Kopi Bintaro. Lokasinya terletak di Jalan Bintaro Utama, Blok F2. Kalau anda dari arah Superindo Bintaro, terus lurus hingga perempatan. Setelah perempatan nanti di sebelah kanan jalan ada Toko Tendencies. Nah, Cafe Filosofi Kopi terletak tidak jauh setelah Toko Tendencies. Namun letaknya di sebelah kiri jalan. Kalau dari depan, memang cukup sulit mengidentifikasi keberadaan cafe ini, karena tidak terdapat papan nama yang jelas. Saya dan istri harus berkendara pelan-pelan agar tidak terlewat. Cafe ini terletak di lantai 2.  

 

Sesampainya di cafe, saya dan istri memesan satu Caffe Latte, Cappucino dan Singkong Goreng. Disini tersedia berbagai pilihan menu kopi, non-kopi (non-coffee) dan makanan (snacks). Untuk kopi misalnya Ben’s Perfecto, Tiwus, Caffe Latte, Espresso, Cappucino, Tubruk, dll. Untuk non-kopi misalnya Chocolate, Red Velvet, dan Green Tea. Sedangkan snack yang tersedia diantaranya French Fries, Singkong Goreng (Fried Cassava), Waffle, Churros,dll. Harga minuman dan makanan di cafe ini berkisar 15-40 ribu rupiah.

 

Setelah melakukan pemesanan saya dan istri mencari tempat duduk. Ukuran cafe ini termasuk kecil menurut saya. Terdapat dua ruangan yaitu ruangan non-smoking dan smoking yang dipisahkan oleh ruangan barista dan tempat pemesanan. Jadi begitu masuk kita akan langsung bertemu dengan ruangan barista dan tempat pemesanan. Saya dan istri memilih ruangan yang non-smoking. Begitu masuk ke ruangan tersebut, saya cukup surprise karena ternyata ruangannya tidak seluas yang saya bayangkan. Karena tidak terlalu luas, maka tempat duduknya berdekatan satu sama lain. Kursi dan meja yang disediakan juga berukuran minimalis.


 

Rasa Caffe Lattenya menurut saya memang enak. Demikian juga Cappucino pesanan istri. Sementara Singkong Gorengnya terasa gurih, lembut dan pas di lidah. Sambil mencicipi kopi dan Singkong Goreng, saya dan istri larut dalam obrolan.

 

Pengunjung cafe ini kebanyakan ABG-ABG. Biasalah sekarang tempat-tempat nongkrong seperti ini begitu menjamur dengan ABG-ABG. Gaya mereka sangat stylish, beda dengan saya yang alakadarnya :D. Kalau melihat ABG-ABG sekarang, saya sering teringat jaman-jaman muda dahulu. Dulu, boro-boro nongkrong dan makan di cafe, beli nasi goreng pinggir jalan seharga Rp 5000,- saja sudah bahagia rasanya. Tak pernah terbayangkan akan nongkrong-nongkrong di cafe seperti ini karena gak punya duit! :D

 

Selepas menghabiskan kopi dan singkong saya dan istripun segera bergegas pulang. Saya menyempatkan diri sejenak mengambil beberapa foto dengan menggunakan handphone istri. Biasalah, untuk bahan tulisan ini, he..he.. :)


 

 

Add comment


Security code
Refresh