Mencicipi Mie Atep Belitung

 

Artikel Jalan-Jalan lainnya:

1. Menikmati Pulau Macan Gundul, Pulau Melinjo, Pulau Melintang, Pulau Perak dan Pulau Bulat

2. 9 Hal Yang Perlu Dicari Tahun Sebelum Mendaki Gunung

3. Ingin Traveling ke Flores? Ini Beberapa Destinasi Cantiknya

4. Itinerary Jalan-Jalan ke Sumbawa

5. Menikmati Pantai Tanjung Tinggi di Depan Hotel Lor In Belitung


 

 

Oleh: Niko Tujuhlangit

 

Sekitar pukul 12.00 pesawat yang saya tumpangi mendarat di Bandara Hanandjoeddin yang terletak di Tanjung Pandan, Belitung. Di bandara saya sudah dinanti oleh salah seorang sepupu yang kebetulan bekerja di Belitung. Dari bandara kami berencana menuju ke Kalapa Kampit. Namun sebelum menuju kesana kami singgah sejenak di Warung Mie Atep. Mie Atep merupakan salah satu mie yang terkenal di Belitung dan dikalangan wisatawan. Kalau browsing di internet soal kuliner Belitung, seringkali kita menemui pembahasan mengenai Mie Atep ini.

 

Warung Mie Atep terletak di pusat kota Tanjung Pandan. Tanjung Pandan merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Belitung dan sekaligus merupakan ibukota dari Kabupaten Belitung. Keluar dari area bandara kita akan menemukan dua arah, ke kiri atau ke kanan. Untuk menuju ke Mie Atep, kita mengambil arah yang ke kanan, ke pusat kota. Jarak dari bandara menuju Mie Atep kurang lebih sekitar 20-30 menit dengan menggunakan mobil. Jalannya relatif lurus dan mulus.

 

Sekitar pukul 12.35 kami akhirnya sampai di Warung Mie Atep. Letaknya berdekatan dengan Tugu Batu Satam. Warungnya cukup sederhana. Tempatnya tidak terlalu mewah. Seperti warung makan pada umumnya.


 

Kami memesan empat porsi Mie Atep dan dan empat gelas Es Jeruk Kunci. Menurut saya salah satu yang sedikit berbeda dari Mie Atep ini adalah rasa kuahnya. Meski terasa sedikit manis untuk lidah saya, namun  rasanya tetap pas. Bagi anda yang doyan rasa yang lebih pedas, cukup menambahkan sambal yang disediakan di warung ini. Untuk empat porsi Mie Atep dan empat gelas Es Jeruk Kunci kami merogoh kocek sebesar Rp 84 ribu. Relatif murah bukan? :)


 

Selepas makan, kami berbincang-bincang sejenak dengan pemilik warung ini. Namanya adalah Atep. Pak Atep? Eit, bukan. Beliau adalah seorang ibu..he..he..Ibu Atep sudah berjualan mie sejak berusia 28 tahun. Sekarang usia beliau sudah mencapai 70 tahunan, namun wajahnya masih terlihat seperti lebih muda dibandingkan usianya. Kami bertanya ke Ibu Atep, apa resep awet mudanya. Sambil tertawa Ibu Atep mengatakan, “makan mie”, yang kemudian kami sambut dengan tawa. Tapi beliau mengatakan bahwa memang dari dulu sangat doyan makan mie. Mungkin barangkali bisa jadi bisnis ini berawal dari kesukaannya makan mie ya? He..he..


 

Dulu pertama kali jualan, satu porsi mie dipasangi harga Rp 35! Kemudian naik dan naik menjadi Rp 75, hingga akhirnya sekarang menjadi Rp 15 ribu per porsi. Oya, ternyata Warung Mie Atep ini ada juga di BSDCity loh. Disana dikelola oleh anaknya. Namun kata beliau, bumbu-bumbunya masih didatangkan dari Belitung.

 

Perbincangan kami dengan Ibu Atep hari itu diakhiri dengan sesi foto bersama…he…he…Terimakasih Ibu Atep atas keramahannya… :)

 

 

Add comment


Security code
Refresh