3 Cara Agar Tetap Bisa Traveling Setelah Menikah

 

Baca Juga:

1. Honeymoon di Frii Bali Echo Beach, Hotel dengan Akses Langsung ke Kolam Renang

2. Ketika Pecinta Traveling Berbulan Madu, Pertimbangkan Hal Berikut Ini

 


 

Oleh: Niko Tujuhlangit

 

Saya sudah ingin menikah, tapi…

1. Apakah saya bisa tetap bebas traveling seperti ketika masih single?

2. Apakah saya bisa tetap mengunjungi tempat-tempat indah sementara ada tanggungan dan kewajiban nafkah terhadap pasangan jika menikah kelak?

3. Apakah uang saya cukup untuk traveling kalau sudah menikah? Bukankah menikah itu memerlukan banyak uang untuk menjalankan roda rumah tangga?

 

Mungkin, itulah diantara beberapa pertanyaan-pertanyaan yang bisa muncul di benak pecandu traveling saat hendak memutuskan menikah. Kalau diperhatikan, diantara beberapa teman saya yang dulunya hobby traveling, memang hal tersebut terjadi. Setelah menikah ada yang “hilang” dari dunia traveling dan ada pula yang tetap masih traveling namun frekuensinya sudah sangat jarang sekali, jauh berbeda ketika masih sendiri dahulu.

 

Lantas, apakah menikah itu “penghalang” untuk tetap bisa traveling menjelajahi keindahan dunia? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Tergantung anda dan pasangan anda. Karena ada juga traveler yang yang tetap bisa melanjutkan hobby jalan-jalannya meski mereka telah kawin/menikah. Sebut saja seperti Adam dan Susan, dua pasangan yang telah menjelajahi keindahan dunia. Atau seperti Fabiola Lawalata dan Yvan de Maerschalck, Dina Rosita dan Ryan Koudis (Dua Ransel), Frank dan Nicole, Jeremy dan Angie. Atau seperti Heman dan Candelaria Zapp (Zapp Family) yang sudah traveling selama kurang lebih 12 tahun menjelajahi berbagai negara di dunia hingga melahirkan empat orang anak selama dalam perjalanan mereka.

 

 

 

Pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar bisa tetap traveling setelah menikah? Berikut beberapa cara dan tips atau strateginya. Semoga anda menikmatinya :)

 

 

1. Tingkatkan Penghasilan Anda!

 

Bagaimanapun juga, namanya jalan-jalan sedikit banyak pasti butuh biaya. Entah itu biaya transportasi, makan dan minum, penginapan, sewa kapal/perahu, dll. Nah, kita harus menyiapkan sumber dana untuk bisa menjalankan hobby tersebut. Sumber dana atau penghasilan itu bisa macam-macam bentuknya dan dari berbagai profesi.

 

 

Kalau ingin lebih leluasa traveling, tingkatkan penghasilan. Dengan memiliki penghasilan yang banyak atau tinggi, pasti akan berpengaruh terhadap keleluasaan dalam menjalankan hobby traveling. Apalagi jika telah menikah, otomatis penghasilan kita mau tidak mau akan terpecah. Yang tadinya ketika masih single bisa dihabiskan dan digunakan “sesuka hati” untuk traveling kesana kemari, ketika menikah pastinya penghasilan tersebut akan terpecah dan mesti dialokasikan untuk menafkahi keluarga. Artinya kalau ketika single katakanlah misalnya gaji 1,5 juta kita bisa traveling kesana-kemari sesuka hati, namun setelah menikah nominal 1,5 juta tersebut tentunya nilainya tidak sama lagi, karena setelah menikah anda memiliki tanggungan dan kewajiban-kewajiban.

 

 

Jadi, bekerja keraslah di bidang apapun anda bekerja agar penghasilan meningkat sehingga bisa leluasa traveling kesana-kemari tanpa perlu terlalu pusing memikirkan biaya-biaya.

 

 

2. Jadilah Travel Writer, Travel Blogger atau Fotografer Perjalanan Terkenal

 

Jika anda bosan dengan kerja kantoran yang memiliki keterbatasan waktu dan ingin lebih bebas dalam hal waktu, maka alternatif lain adalah dengan menjadi full time travel writer, travel blogger atau full time travel photographer (fotografer perjalanan). Anda tetap bisa jalan-jalan sembari memperoleh penghasilan dengan menuliskan kisah perjalanan di berbagai media atau dengan menjual foto-foto perjalanan anda. 

 

 

Tapi, untuk menjadi full time travel writer, travel blogger ataupun fotografer terkenal tentunya tidak mudah. Anda harus terus belajar, meningkatkan kualitas serta memiliki kemampuan promosi yang baik sehingga “nilai jual” anda menjadi tinggi serta karya-karya anda diminati oleh media atau pemilik brand. Terkadang dibutuhkan waktu yang panjang untuk membangun citra sebagai seorang travel writer, travel blogger atau fotografer perjalanan yang sukses dan terkenal. Oya, mesti siap juga dengan penghasilan yang tidak tetap lho! Jadi sebelum memutuskan terjun habis-habisan (full time) ke dunia travel writer, travel blogger atau fotografer perjalanan, ada baiknya diskusikan dengan pasangan anda terlebih dahulu.

 

 

Namun jika anda memiliki keyakinan yang tinggi, konsistensi, semangat pantang menyerah dan kesabaran, bukan tidak mungkin hal tersebut akan terwujud. Dan ketika anda menjadi terkenal dan karya-karya anda diminati banyak pihak, maka penghasilan akan mengalir dengan sendirinya. Tentunya menyenangkan jalan-jalan dan menghasilkan uang.

 

 

3. Carilah Suami/Istri yang Suka Traveling

 

Salah satu hal yang bisa menjadi penyebab “menghilangnya” seseorang dari dunia traveling atau menurunnya frekuensi traveling seseorang setelah menikah adalah karena ketidaksamaan visi mengenai traveling itu sendiri. Suami hobby traveling tapi istri tidak atau sebaliknya. Nah, disini diperlukan penyamaan “frekuensi” alias “visi” dan komunikasi.


 

Tentunya sangat lumrah jika pasangan anda “marah-marah” karena anda sibuk traveling menghabiskan banyak uang dan waktu, sementara disisi lain dibutuhkan biaya dan waktu untuk mengurus rumah tangga. Apalagi jika traveling yang anda lakukan tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dan pertumbuhan keluarga anda baik dari sisi material ataupun non material.

 

Nah, salah satu strategi untuk meminimalisir ketidaksamaan cara pandang di atas adalah dengan mencari pasangan yang sama-sama memiliki passion atau hobby traveling. Kalau sudah begitu, anda tidak perlu terlalu susah melakukan komunikasi dan penyamaan cara pandang tentang traveling itu sendiri. Wong, dua-duanya sama-sama suka traveling.. :)

 

Namun, masalahnya adalah apa iya kita memilih pendamping hidup hanya berdasarkan kecintaannya terhadap traveling saja? Tentunya kriteria “cinta traveling” saja tidaklah cukup untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh lika-liku. Tapi gak perlu khawatir, di dunia traveling ada banyak pria dan wanita yang tidak hanya sekedar hobby traveling, tapi banyak juga orang-orang sukses, baik, dan memiliki berbagai kompetensi lainnya, yang tentunya layak untuk dijadikan pilihan pendamping hidup anda :) .

 

 

Itulah diantara tiga cara atau strategi agar bisa tetap traveling setelah menikah. Sebenarnya kalaupun seandainya dari sisi finansial anda dan pasangan memang tidak bisa traveling sesering dulu lagi seperti ketika masih sendiri, itu juga bukan sebuah masalah. Segala pilihan tentunya ada konsekuensi. Ada sisi positif dan negatifnya. Betul tidak? :) Tinggal disesuaikan frekuensinya. Kalau dulu ketika masih single misalnya anda bisa traveling setiap minggu, mungkin setelah menikah cukup sekali atau dua kali sebulan. Selain itu mungkin anda bisa mengutamakan traveling ke destinasi-destinasi yang memang belum pernah dikunjungi sebelumnya dan mengurangi mengunjungi tempat-tempat yang sudah pernah dikunjungi. Atau bisa juga dengan lebih memprioritaskan destinasi-destinasi pariwisata tertentu yang menurut anda memiliki daya tarik pariwisata sangat tinggi dan unik. 

 

 

Salam jalan-jalan! :)

 

Add comment


Security code
Refresh