Ketika Pecinta Traveling Berbulan Madu, Pertimbangkan Hal Berikut Ini

Baca Juga:

(1) Ingin Traveling ke Flores? Ini Beberapa Destinasi Cantiknya

(2) Itinerary Jalan-Jalan ke Sumbawa

(3) 13 Tujuan Wisata di Lombok

(4) Menggapai Puncak Rinjani

(5) Itinerary Perjalanan ke Raja Ampat

(6) 3 Cara Agar Tetap Bisa Traveling Setelah Menikah

 


 

Oleh: Niko Tujuhlangit 

 

Akhirnyaa…

 

Saya menemukan juga belahan jiwa yang sudah ditunggu-tunggu selama kurang lebih 30 tahun….Ya, Agustus lalu resmi sudah status saya berubah dari single menjadi couple. Resmi sudah saya menjadi suami…

 

Saat masih single saya memang hobby jalan-jalan alias traveling menjelajahi keindahan Indonesia. Mulai dari gunung, pantai, laut, pulau, budaya, kuliner, semuanya saya sukai. Dan Alhamdulillah, Tuhan memberikan saya jodoh juga seorang wanita yang menyukai traveling dan mencintai hal-hal yang berbau alam. Jadi tidak perlu repot-repot menyamakan “frekuensi” lagi…he..he…

 

Nah, izinkan saya sharing sedikit tentang hal-hal yang perlu dipertimbangkan mengenai trip atau traveling dalam rangka honeymoon alias bulan madu, khususnya buat para pejalan alias traveler, backpacker, petualang atau apapun itu namanya. Mengapa khusus buat para traveler? Karena ide tulisan ini muncul setelah saya melakoni trip bulan madu bersama istri. Ternyata ada beberapa hal menarik yang saya dapatkan dari trip bulan madu kami. Hal-hal berikut ini tidak mutlak alias bisa berbeda-beda tergantung kepada kondisi setiap pasangan, tetapi semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit warna atau tambahan bagi anda para traveler yang ingin berbulan madu.

 

1. Honeymoon kemana ya?

Seperti halnya kebanyakan pasangan yang baru menikah, salah satu hal yang biasanya akan menjadi pertanyaan adalah perihal destinasi honeymoon. Pertanyaan basic bagi setiap pasangan. Menentukan destinasi honeymoon boleh dibilang gampang-gampang susah karena bagaimanapun juga ini adalah momen spesial dalam sebuah pernikahan.

 

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih destinasi honeymoon:

 

a) Pertimbangkan kondisi (hobby, fisik, dll) pasangan anda

Sebelum menikah sempat terpikir oleh saya untuk honeymoon ke gunung. Pasti seru kali ya nenda di Gunung Rinjani atau Gunung Semeru. Wuiihh…romantis! :)  Tapi apa iya begitu? Saya memang hobby mendaki gunung, mungkin itu sebabnya bagi saya membayangkan honeymoon di gunung itu pasti seru sekali. Tapi masalahnya adalah istri saya, meskipun dia hobby traveling menikmati keindahan alam, tapi dia tidak hobby mendaki gunung. Apa yang terjadi jika saya memaksakan diri untuk honeymoon ke gunung? Yup, bisa jadi saya akan senang tapi istri saya justru tidak akan menikmatinya karena memang dia tidak hobby mendaki gunung.

 

 

Selain faktor hobby, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah perihal fisik dan stamina. Prosesi pernikahan akan menguras banyak energi. Bahkan terkadang capeknya masih terasa satu hingga dua minggu setelah acara pernikahan. Jangan memaksakan diri honeymoon ke tempat-tempat yang ekstrim dan menguras banyak energi karena bisa jadi anda atau pasangan anda justru akan kelelahan dan tidak menikmati suasana honeymoon itu sendiri. “Ah, gw ntar mau honeymoon sambil panjat tebing ah. Trus lanjut mendaki Gunung Leuser atau Gunung Raung” :p. Mungkin bisa jadi anda pribadi sanggup melakukannya, tapi pertimbangkan kondisi pasangan anda juga. Belum tentu pasangan anda memiliki stamina seperti anda untuk melakukan aktivitas yang cukup “ekstrim” seperti itu.

 

 

b) Waktu dan budget

Untuk menentukan destinasi mana yang hendak dituju tentunya mesti mempertimbangkan waktu dan budget. Honeymoon ke Maldives tentu beda waktu/ budgetnya dengan honeymoon ke Jogjakarta, Semarang, atau destinasi dalam negeri lainnya. Yang penting diperhatikan adalah bagaimanapun menikah membutuhkan dana baik saat prosesi maupun setelah menikah nanti saat menjalani kehidupan rumah tangga. Jangan sampai kebablasan menghabiskan uang anda untuk sebuah honeymoon.

 

Waktu dan budget adalah dua faktor yang berpengaruh terhadap destinasi honeymoon. Apakah di dalam atau di luar negeri, mengunjungi satu tempat saja atau beberapa tempat.

 

2.  You are not single and alone anymore travelers!

Ya, anda tidak lagi single dan sendiri. Dulu, ketika masih sendiri, saat traveling kesana-kemari, saya suka lupa waktu. Kalau sedang hunting memotret (saat traveling) bisa berjam-jam nongkrong dengan tripod untuk memotret matahari terbit dan tenggelam atau mengabadikan keindahan malam. Pokoknya kamera dan tripod itu udah kayak pacar aja mungkin… :D 

 

 

Ketika melakoni trip bulan madu, tentunya hal seperti itu harus saya kontrol. Bayangkan jika anda sedang trip bulan madu tapi malah menghabiskan waktu berjam-jam memotret dan membiarkan pasangan anda sendiri. :D …. Saat trip bulan madu, saya sempat beberapa kali tergoda dan hampir tidak dapat menahan diri untuk menghabiskan waktu memotret, tapi untungnya hal itu tidak terjadi. Bahkan selama bulan madu, saya memotret “ala kadarnya” dalam artian tidak seserius traveling sebelum-sebelumnya, baik dari sisi persiapan maupun antusiasme dalam memotret.

 

Inti dari trip/traveling bulan madu adalah kebersamaan dan kedekatan dengan pasangan anda. Manfaatkanlah waktu semaksimal mungkin berinteraksi dan berkomunikasi dengan pasangan anda. Jangan asyik sendiri dengan hobby pribadi kita. Lupakan sejenak kebiasaan traveling saat masih single. :)  Ingat, sekarang ada seorang kekasih hati bersama anda :). 

 

3. Anda tidak sedang menjelajah, jangan kebanyakan destinasi :D

Saat single, setiap kali hendak traveling, biasanya kita mungkin menargetkan destinasi mana saja yang akan kita tuju dalam rentang waktu traveling tersebut. Semakin banyak destinasi yang bisa dicapai maka semakin puas tentunya. Bahkan jika seandainya masih ada spare waktu, maka dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengunjungi destinasi lain yang tidak ada di daftar tujuan awal. Artinya, disini traveling menjadi semacam aktivitas “mengeksplorasi” alias “menjelajah” dimana terdapat target-target destinasi yang ingin dicapai.

 

Trip/traveling untuk tujuan honeymoon alias berbulan madu agak berbeda dengan trip/traveling untuk tujuan mengeksplorasi atau menjelajah. Lagi-lagi, inti dari trip honeymoon adalah kedekatan bersama pasangan anda dan menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama. Dan kedekatan tak selamanya mesti ke tempat-tempat yang indah. Kebersamaan bersama istri/suami kita tidak ekuivalen dengan seberapa banyak destinasi yang kita datangi. Disitulah bedanya trip atau traveling bulan madu bersama pasangan.

 

Rencana awal saya dan istri waktu itu adalah berbulan madu ke Jogja, terus lanjut ke Bali dan berakhir di Lombok. Namun ketika berada di Bali kami akhirnya memutuskan untuk tidak ke Lombok. Saya waktu itu sebenarnya masih bernafsu untuk ke Lombok dan mengeksplor destinasi-destinasi yang belum sempat saya jajal dulu saat masih single. Tapi di dalam hati saya bergumam, “ini bukan trip menjelajah, tapi trip untuk menikmati kebersamaan bersama istri”.

 

“Menapaki jalan-jalan di Ubud sambil menggenggam tangan kekasih jauh lebih indah daripada menggapai Puncak Rinjani atau menyusuri Raja Ampat saat masih sendiri”

 

“Menikmati sunset di Candi Ratu Boko bersama kekasih jauh lebih indah daripada mengeksplor pelosok-pelosok Sumbawa atau Menyusuri Pelosok-Pelosok Flores saat masih sendiri”

 

:)

 

Selamat honeymoon buat travelers yang baru menikah!

 

Comments   

 
0 #1 mira 2014-11-24 08:07
Mira dong, honeymoonnya rame-rame dan gagal trip ke pulau banyak. Wkwkwkwk...
Pengen bikin honeymoon pas 1st anniversary, khayla masih kecil..
Ya, anggap aja setiap hari adalah honeymoon.. #membesarkanhar i #mariberbahagia :lol:
Quote
 
 
0 #2 Niko 2014-11-24 11:59
He..he..he... iyaaa... setiap hari bersama pasangan adalah "honeymoon" :D
Quote
 
 
0 #3 mira 2014-11-26 03:23
Tuh kan jadi inget foto mira di Medan. Mana mamak? Mau ya, tolong kirim via email yang ada MRnya aja... :D
Terima kasih
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh