Memotret dengan Dua Format Foto Sekaligus

Link artikel lain:

1. Warna Foto yang Tidak Akurat

2. Alasan Pertama Mengapa Saya Menyukai Format RAW

3. Apa yang Dimaksud dengan STOP dalam Fotografi

4. Momen Saat Memotret Orang


Dibeberapa jenis kamera terdapat sebuah fitur yang memungkinkan kita memotret dengan dua format sekaligus, JPEG dan RAW. Cukup sekali jepret dan akan dihasilkan dua foto yang berbeda format. Bagaimana caranya? Berikut langkah-langkahnya. Langkah-langkah berikut dengan menggunakan Kamera Canon EOS 500D.

1. Tekan tombol "Menu"

 

2. Pilih "Quality"


3. Akan muncul tampilan seperti berikut. Umumnya default format adalah JPEG.


 

4. Lalu pilih RAW + L.

 

Maka setiap kali anda memotret, akan dihasilkan dua buah foto, satu foto dengan Format RAW dan satu lagi foto dengan Format JPEG. Saat anda membuka foto-foto tersebut di PC atau notebook, maka akan ada dua file yang berbeda seperti terlihat pada gambar berikut.


 Foto-foto saat dibuka di notebook. Terlihat ada dua buah foto untuk objek yang sama, satu Format RAW dan satu lagi Format JPEG.

.

CR2 adalah extension file RAW pada Canon. Pada Nikon extension filenya: .NEF. Sony: .sr2, Fuji : .raf, dan lain-lain. Jadi extension file RAW pada berbagai merk kamera bisa berbeda-beda.

 

Apa Untungnya Memotret dengan RAW+JPEG Sekaligus?

Saya pribadi senang memotret dengan dua format sekaligus karena pada beberapa situasi tertentu file RAW tidak jarang menjadi “penyelamat” foto-foto saya. Berikut beberapa keuntungan menggunakan file RAW:

1. Saat memotret pada momen yang berlangsung sangat cepat dimana mungkin anda tidak sempat mensetting kamera. Beberapa diantaranya mengakibatkan foto terkadang terlalu underexposed alias terlalu gelap. Nah, dengan menggunakan RAW, kekurangan tersebut dapat diatasi, karena dengan file RAW kita dapat menaikkan exposure foto hingga 2 STOP tanpa merusak foto. Hal ini sangat berbeda dengan JPEG. Exposure foto JPEG bisa saja dinaikkan di software pengolah foto namun memiliki keterbatasan.

2. RAW berguna sekali jika anda suka dengan HDR Photography.

3. Dengan RAW anda dapat mengkoreksi atau mengganti white balance foto jika terjadi kesalahan atau white balance yang anda pilih tidak tepat. Pada RAW, white balance hanya di"noted" saja oleh kamera. Sedangkan pada JPEG, white balance sudah melekat sehingga sangat sulit untuk diedit lagi jika anda salah memilih white balance saat memotret. Bisa sih bisa, tapi kemampuannya terbatas, tidak seperti file RAW.

Saya akan share lagi nanti lebih jauh beserta contoh-contoh foto tentang kelebihan memotret dengan Format RAW.

 

Lantas Mengapa Tidak Memotret dengan RAW Saja? Mengapa RAW+JPEG?

Sebenarnya ini masalah taste saja tergantung kebutuhan masing-masing individu.

Saya pribadi senang memotret RAW+JPEG karena beberapa alasan:

1) File JPEG lebih gampang untuk di-upload di media-media sosial seperti Facebook, dll, karena tidak perlu diolah dan di-convert dulu seperti halnya file RAW.

2) File JPEG biasanya saya gunakan untuk dibagikan ke teman-teman, kolega, dll, karena tidak perlu diolah seperti halnya RAW.

3) File JPEG saya gunakan sebagai referensi atau pembanding saat mengolah file RAW.

4) Terkadang foto-foto dengan format JPEG sudah cukup memuaskan. Jadi kalau file JPEG nya sudah memuaskan, saya tidak perlu mengalokasikan atau menghabiskan waktu untuk mengolah file RAW nya.

 

Add comment


Security code
Refresh