Menggunakan Flash Untuk Memperkaya Foto Landscape Kita

Link artikel lain:

1. Exposure (Bagian 1): Apa Itu Exposure?

2. Autofocus & Manual Focus Pada Kamera DSLR?

3. 18 Tips Memotret Saat Mendaki Gunung

4. Artikel Traveling: Itinerary Perjalanan ke Raja Ampat

5. Teknik 2: Mendapatkan Fokus Pada Pemotretan Malam Hari dengan Cara Infinity Focus


 

Dulu saat pertama kali membeli Kamera DSLR, tidak pernah terbayang dibenak saya untuk menggunakan flash saat memotret landscape. Rasanya waktu itu aneh saja kalau harus menggunakan flash saat memotret landscape. Pikiran saya, pasti jelek kalau memotret landscape dengan menggunakan flash. Namun seiring waktu pemikiran tersebut berubah. Sekarang flash merupakan perlengkapan yang sulit saya tinggalkan saat memotret landscape. Banyak ide-ide yang bisa saya lakukan saat memotret landscape dengan menggunakan flash. Dengan flash saya bisa menurunkan atau menggelapkan background-background yang tidak diinginkan, menerangi front object dalam foto landscape, dan berbagai hal kreatif lainnya.

 

Hal pertama yang harus diingat adalah jangan berharap bahwa flash anda bisa digunakan saat anda memotret deretan gunung di kejauhan pada malam hari misalnya. Atau memotret sabana yang luas misalnya. Lalu kemudian anda memasang flash supaya gunung-gunung di kejauhan tersebut atau sabana yang luas tersebut jadi terlihat terang. Kekuatan cahaya flash memiliki batas dan tidak bisa digunakan untuk menerangi seluruh scene pada landscape yang sangat luas.

 

Untuk mempersingkat, yuk mari lihat contoh foto berikut. Foto berikut adalah foto yang saya ambil saat matahari tenggelam atau sunset. Waktu itu saya ingin mengambil suasana sunset yang cantik ini dengan memposisikan bunga/tanaman di bagian depan sebagai front object. Tanpa menggunakan flash hasilnya dapat terlihat dengan jelas dimana bunga yang berada dibagian depan menjadi siluet karena bunga ini membelakangi cahaya matahari tenggelam.

 

Single Photograph. Foto oleh Niko Tujuhlangit. Canon EOS 7D. Lensa Canon 10-22 mm. 1/100, ISO 200, F16. Tanpa menggunakan flash.

 

Nah sekarang mari perhatikan foto kedua berikut, masih dengan objek dan lokasi yang sama dengan foto di atas. Namun bedanya pada foto ini saya menginginkan agar bunga ini tidak siluet alias terlihat terang dan jelas. Bagaimana caranya? Apakah dengan menaikkan exposure? Untuk penjelasan apa itu exposure, klik disini. Tentu tidak. Jika saya menaikkan exposure foto hingga bunga tersebut terlihat terang, maka langit yang indah di bagian belakang akan menjadi overexposed atau semakin terang. Warna langit yang cantik pasti akan hilang jika saya menaikkan exposure foto.

Single Photograph. Foto oleh Niko Tujuhlangit. Canon EOS 7D. Lensa Canon 10-22 mm. 1/100, ISO 200, F16. Menggunakan Flash Canon 580 EXII

 

Jadi bagaimana caranya supaya bunga dibagian depan menjadi terang dan jelas sedangkan langit yang indah tetap tertangkap dengan sempurna? Disinilah salah satu fungsi/kegunaan flash. Supaya bunga terlihat terang dan jelas, maka harus ada cahaya lawan atau tambahan dari bagian depan bunga. Jadi dalam contoh ini saya menerangi bunga dengan cahaya flash. Jadi sekarang ada dua sumber cahaya dalam foto ini, yakni cahaya sunset dan cahaya flash. Cahaya sunset adalah cahaya yang tidak bisa kita kontrol alias sudah given, sedangkan cahaya flash bisa kita atur-atur kekuatan cahayanya. Jadi dalam hal ini, cahaya flash digunakan untuk menerangi bunga.

 

Berikut langkah-langkah yang saya lakukan untuk mendapatkan foto kedua di atas:

1) Pertama saya menentukan terlebih dahulu kira-kira berapa aperture yang saya perlukan untuk objek ini. Saya biasanya menentukan aperture terlebih dahulu setiap kali hendak memotret. Pada foto ini saya memilih aperture f16.

 

2) Setelah menentukan aperture, saya mengukur intensitas cahaya (istilah bekennya: metering) yang pas untuk bagian langit. Untuk foto ini saya menggunakan Mode Center Weighted Metering. Penggunaan istilah ini bisa berbeda-beda pada berbagai merk kamera. Jadi silahkan mengacu kepada buku manual kamera anda.

 

3) Dari hasil pengukuran tersebut, maka saya mendapatkan setting ISO dan Shutter Speed yang pas untuk bagian langit.

 

4) Pasang flash. Pada foto ini, saya memakai External Flash Canon 580 EXII. Namun flash dipasang secara off. Artinya flash tidak dipasang pada body/badan kamera, melainkan dihubungkan ke kamera dengan menggunakan trigger dan receiver. Dengan cara ini saya bisa dengan leluasa menempatkan flash pada berbagai posisi, arah dan jarak dari kamera dan bunga. Jarak flash ke bunga saya tentukan berdasarkan aperture yang sudah saya tentukan di langkah nomor 1 di atas, yakni f16. Saya kemudian berdiri pada jarak sekian meter dari bunga sambil memegang flash dan mengarahkannya ke arah bunga.

 

5) Jika sudah, tinggal shoot! Saya menggunakan self timer untuk memotret karena saya harus memegang flash dari jarak sekian meter dari kamera dan bunga.

 

Sebagai penutup, mari perhatikan lagi kedua foto tersebut.


 Foto atas: tanpa menggunakan flash.  Foto bawah: dengan menggunakan flash

 

Mana yang lebih anda sukai? Soal suka yang mana, setiap orang pasti punya pilihan yang berbeda-beda. Tapi dari contoh di atas, dapat terlihat bahwa dengan menggunakan flash dapat memperkaya koleksi foto-foto landscape anda. Imajinasi dan kreatifitas kita menjadi semakin lebar sekarang! Saat dirumah anda dapat mengamati dengan lebih seksama lagi untuk menentukan kira-kira foto yang mana yang lebih oke menurut anda. Yang tanpa flash atau yang dengan menggunakan flash.

 

Apa itu metering? Bagaimana cara menggunakan flash? Bagaimana pengaruh shutter speed dan aperture pada kekuatan cahaya flash? Nantikan terus yaa tulisan-tulisan selanjutnya yang akan terus berbagi berbagai hal tentang fotografi.


Salam!


Comments   

 
+1 #1 oooooo 2014-03-29 04:02
:zzz
Quote
 
 
+1 #2 Kian Shu 2014-12-14 11:22
Sangat keren... saya sendiri lebih suka yang tanpa flash untuk foto Anda. Mungkin dengan langit berwarna seperti itu, saya lebih suka obyek utama menjadi bentuk siluet.

Bukan berarti yang dengan flash tidak bagus.

Seperti yang sudah Anda sampaikan, selera bisa berbeda-beda.
Terimakasih atas sharingnya.
Quote
 
 
+1 #3 Niko 2014-12-14 11:37
@Kian Shu...: yup saya pribadi juga lebih suka yang tanpa flash mas/mbak...Sama -sama mas/mbak...Teri makasih telah berkunjung ke blog saya
Quote
 
 
0 #4 Kian Shu 2014-12-17 05:40
mas disini hahahhaa... :lol:

Saya masih penasaran perbedaan metering secara signifikan di hasil foto dimananya ya? Selama ini saya biarkan tetek di center weight saja, karena dari hasil percobaan pindah ke spot dll tidak terlalu kelihatan (mungkin juga saya yang kurang jeli).

Apa ada artikel yang bisa dijadikan referensi?
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh