Tips Memotret Orang: Tatapan Mata, Senyum, Tawa, Ekspresi dan Cahaya

Link artikel lainnya:

1. Teknik 2: Mendapatkan Fokus pada Pemotretan Malam Hari dengan Cara Infinity Focus

2. TIps Memotret Orang dan Model: Fokus pada Mata

3. Artikel Fotografi; Horizon (Horison)

4. Artikel Traveling: "Oro-Oro Ombo...Serpihan Surga yang Jatuh di Semeru"

5. Artikel Traveling: "Dari Pasar Bubrah Menuju Puncak Merapi"


 

Penulis: Niko Tujuhlangit

Memotret Orang boleh dikatakan gampang-gampang susah. Dikatakan gampang karena kita tinggal meminta misalnya teman, sepupu, atau seorang anak kecil untuk berpose di depan kamera, lalu tinggal jepret. Dan jadilah sebuah Foto Orang! Hal ini juga berlaku dan mirip ketika memotret model. Kita tinggal minta model berpose di depan kamera, lalu klik! Jadilah sebuah Foto Model! Lantas dimana susahnya? Salah satu tantangan bagi seorang fotografer ketika memotret orang atau model adalah bagaimana mengeluarkan sisi terbaik dari orang atau model yang kita foto.

Berikut 3 tips sederhana yang bisa dilakukan saat memotret orang:

1. Tatapan Mata

Tatapan mata dari orang yang kita potret adalah salah satu faktor utama dan paling penting untuk menciptakan mood dan kekuatan pada Foto Orang. Hal ini juga berlaku pada Foto Model. Mata merupakan cermin untuk menyelami diri dan kekuatan karakter seseorang. Saat anda hendak memotret orang, maka perhatikanlah baik-baik tatapan matanya. Jangan sampai anda melewatkan tatapan mata terbaik dari orang yang anda potret. Tatapan mata seseorang di depan kamera dapat berubah dalam hitungan detik. Perubahan sedikit saja pada tatapan dan lirikan matanya dapat merubah mood dan kekuatan foto yang dihasilkan.

Canon EOS 500D. Lensa 24-70 mm. 1/80, f4.5, ISO 800. Canon Flash. Foto oleh Niko TujuhLangit.

 

Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menangkap tatapan mata terbaik dari orang yang kita foto:

a) Perhatikan baik-baik tatapan mata dari orang yang anda potret sebelum anda memotret dan beberapa saat sebelum benar-benar menekan tombol rana kamera.

b) Ambillah beberapa foto secepat mungkin saat anda memotret orang tersebut. Saya pribadi sering melakukan ini untuk mengantisipasi perubahan tatapan mata yang bisa saja berubah dengan cepat saat seseorang berpose untuk saya. Dari beberapa foto tersebut saya tinggal memilih foto dengan tatapan mata terbaik dari orang yang saya potret. Foto seseorang dengan pose yang sama namun dengan tatapan mata yang berbeda-beda akan menghasilkan mood dan kekuatan yang berbeda-beda pula.

c) Jangan sungkan meminta orang yang anda potret untuk berpose ulang. Saya sering meminta orang yang saya potret untuk berpose lagi dan mengambil kembali foto orang tersebut ketika saya tidak puas dengan tatapan matanya.

 

Canon EOS 7D. Lensa 18-135 mm. 1/40, f5, ISO 1600. Foto oleh Niko TujuhLangit. Available Light.

 

2. Senyum, Tawa dan Ekspresi

Salah satu yang membuat dunia ini indah dan berwarna adalah senyum, tawa dan ekspresi bukan? ^_^.. Demikian juga saat memotret orang. Senyum, tawa dan ekspresi seseorang merupakan hal yang menarik untuk diabadikan dalam sebuah foto.

 

Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D. Lensa Canon 55-250 mm. 1/200, f5.6, ISO 100. Available Light

Seperti halnya tatapan mata; senyum, tawa dan ekspresi seseorang bisa berubah-rubah dalam waktu yang singkat. Merupakan tugas dan tantangan bagi seorang fotografer untuk mendapatkan senyum, tawa dan ekspresi terbaik dari orang yang dipotret.

 Bersama teman saya, Putri. Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 7D. Lensa Canon 50 mm. 1/1250, f4, ISO 100. Available Light.

 

Anda pernah berfoto di studio, lalu sang fotografer sering meminta anda berkali-kali untuk tersenyum dan tersenyum lagi mungkin? Biasanya dengan kata-kata yang kurang lebih seperti ini:

a) “Ayoo.. Senyuuum lagi..”

b) “Lagi...lagi...Yak.. Tahaaann.. Tahaaan”  ^_^

c) dan berbagai ungkapan lainnya

 

Salah satu tujuan dari ungkapan-ungkapan tersebut adalah karena sang fotografer ingin mendapatkan senyum, tawa dan ekspresi terbaik anda di depan kamera. Percaya atau tidak seorang fotografer memiliki feeling kapan waktu yang tepat menekan tombol rana kamera.

 

Berikut beberapa tips terkait dengan senyum, tawa dan ekspresi:

1. Tidak setiap orang bagus dipotret saat tersenyum atau tertawa. Beberapa orang terkadang justru lebih menarik dipotret dan lebih berkarakter saat mereka berpose dengan ekspresi serius misalnya.

Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 500D. Lensa 70-300 mm. 1/1000. f6.3,ISO 400. Available Light

 

2. Usahakan orang yang anda potret merasa rileks di depan kamera. Biasanya jika mereka tidak rileks maka senyum, tawa dan ekspresinya kurang keluar. Selain itu perhatikanlah baik-baik senyum, tawa dan ekspresi dari orang yang hendak anda potret. Dari situ anda akan memiliki gambaran seperti apa output foto yang ingin anda capai.

Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 7D. Lensa Canon 24-70 mm. 1/500, f8, ISO 100. Continius Shooting. Available Light.

 

3. Cobalah secara diam-diam memotret lagi persis setelah mengambil foto pertama tanpa sepengetahuan mereka. Dengan cara ini terkadang kita bisa mendapatkan ekspresi yang lebih lepas dari orang yang kita foto. Perhatikan contoh foto berikut. Foto pertama adalah foto yang diambil pertama kali sedangkan foto kedua (dibawahnya) adalah foto yang saya ambil secara diam-diam persis setelah foto pertama diambil. Ketiga orang teman ini tidak menyadari kalau saya masih mengambil foto setelah foto pertama.Semuanya berlangsung sangat cepat.

Foto oleh Niko TujuhLangit. Bersama teman-teman saya saat berkunjung ke Tanjung Lesung, Banten.

 

4. Dan tentunya, jangan lupa, jika anda masih kurang puas jangan sungkan meminta mereka berpose kembali tentunya jika mereka berkenan J.

 

3. Cahaya

Salah satu tips untuk memberikan “warna” pada foto orang adalah dengan memanfaatkan cahaya pagi atau senja hari. Pagi atau saat senja/sore hari merupakan salah satu saat terbaik untuk memotret. Termasuk memotret orang. Cahaya pagi atau senja akan menambah dimensi dan kesan hangat pada foto orang yang anda potret.

 

Dengan teman saya saat pagi di Pulau Sanghyang. Foto oleh Niko TujuhLangit. Canon EOS 7D. Lensa 24-70 mm. 1/160, f5, ISO 100. Available Light.

 

Selain cahaya pagi dan senja, anda juga dapat memanfaatkan pencahayaan menarik lainnya yang terkadang sering kita jumpai di sebuah tempat, misalnya di dalam goa, benteng, dan lain-lain.

Di dalam sebuah benteng di Banten. Foto oleh Niko TujuhLangit. Available Light.

Foto-foto oleh Niko TujuhLangit. Available Light.

 

Sebagai penutup, hal yang tidak kalah penting ketika berbicara mengenai tatapan mata, senyum, ekspresi ini adalah dengan terus-menerus belajar dari fotografer besar. Sering-seringlah melihat berbagai foto-foto orang karya fotografer besar. Salah satu diantaranya adalah foto-foto karya Bryan F Peterson; pengarang buku best seller: “understanding exposure”. Selain itu kita bisa juga belajar dari foto-foto di National Geographic. Belajar dari karya fotografer-fotografer besar akan meningkatkan feeling dan “kemampuan melihat” kita khususnya saat memotret orang.


Salam!

Add comment


Security code
Refresh