Teknik 1: Mendapatkan Fokus Pada Pemotretan Malam Hari

 

Oleh: Niko Tujuhlangit

Salah satu tantangan dalam memotret di malam hari adalah bagaimana cara mendapatkan fokus pada objek yang ingin kita potret. Sebagaimana kita ketahui kamera perlu mendapatkan fokus agar foto yang dihasilkan tajam dan tidak blur. Ada dua mode pemfokusan pada saat kita memotret, yakni Mode Autofocus dan Mode Manual Focus. Pada Mode Autofocus, sistem autofocus kamera akan mencari dan mendapatkan fokus secara otomatis pada saat anda menekan tombol shutter kamera setengah tekan, sedangkan pada Mode Manual Focus anda harus melakukan pemfokusan secara manual hingga objek yang ingin dipotret terlihat tajam. Silahkan baca buku manual kamera anda mengenai Mode Autofocus dan Manual Focus ini.

 

Biasanya mungkin kita lebih sering menggunakan Mode Autofocus dibandingkan Mode Manual Focus karena mungkin Mode Autofocus lebih cepat dan memudahkan kita memotret pada kondisi atau momen yang berlangsung cepat, seperti memotret orang yang sedang bermain bola atau teman yang sedang berlari. Namun sayangnya Mode Autofocus seringkali tidak berfungsi dengan baik atau dengan kata lain gagal/ sulit untuk mendapatkan fokus pada saat memotret di malam hari dimana cahaya sangat minim alias terlalu gelap. Lantas bagaimana caranya mendapatkan fokus pada saat memotret di malam hari?

 

Salah satu teknik atau solusinya adalah dengan menggunakan Mode Manual Focus. Perhatikan salah satu contoh foto berikut. Foto ini  saya ambil di Puncak Menara, saat melakukan pendakian Gunung Merbabu.

 

 Foto oleh Niko TujuhLangit, f16, ISO 400, Shutter Speed: 307 detik, Single Photograph

 

Berikut adalah langkah-langkah bagaimana cara saya mendapatkan fokus untuk menghasilkan foto di atas:

1. Foto di atas adalah foto sebuah bangunan/ ruangan yang terdapat di Puncak Menara, Gunung Merbabu. Waktu itu sekitar pukul 22.00 wib  dimana cahaya sangat minim sekali.

 

2. Peralatan yang saya pakai:

    a. Kamera Canon EOS 500D

    b. Lensa Wide Angle Canon 10-22 mm

    c. Cable Release

    d. Tripod

    e. Sebuah headlamp yang sering saya bawa pada saat mendaki gunung

 

3. Pertama-tama saya mencoba menggunakan Mode Autofocus, namun ternyata dengan menggunakan Mode Autofocus saya tidak berhasil mendapatkan fokus pada bangunan ini, karena cahaya yang begitu minim. Sistem autofocus kamera yang saya pakai gagal mendapatkan fokus pada objek (bangunan).

 

4. Karena tidak berhasil mendapatkan fokus dengan Mode Autofocus akhirnya saya mengganti Mode Autofocus ke Mode Manual Focus. Setelah itu saya kembali mencoba melakukan fokus secara manual pada bangunan ini dengan memutar Manual Focus Ring lensa sambil membidik di viewfinder kamera. Ternyata dengan cara ini juga tidak berhasil karena memang saya tidak bisa melihat dengan jelas objek bangunan ini karena terlalu gelap.

 

5. Nah, kalau dengan Mode Manual Focus juga tidak bisa, lantas bagaimana? Permasalahannya disini adalah kondisi yang terlalu gelap sehingga saya tidak bisa melihat dengan jelas bangunan ini di viewfinder kamera. Meskipun saya sudah mengganti Mode Autofocus ke Mode Manual Focus, permasalahan mendasarnya disini adalah saya tidak bisa melihat objek dengan jelas sehingga sulit untuk memastikan apakah objek sudah tajam dan tidak blur. Selain itu karena cahaya yang minim mengakibatkan saya kesulitan untuk melakukan composing alias membuat komposisi foto.

 

6. Bagaimana caranya agar saya bisa melihat dengan jelas bangunan ini agar saya bisa melakukan pemfokusan secara manual? Caranya sederhana. Saya meminta salah seorang teman untuk menyinari bangunan ini dengan headlamp yang saya miliki. Meskipun kekuatan cahaya headlamp ini tidak terlalu besar, namun untuk objek ini ternyata sudah cukup bagi saya untuk melihat dengan jelas bangunan ini untuk melakukan pemfokusan secara manual termasuk membuat komposisi foto.

 

7. Saya lalu mengaktifkan Fitur LiveView yang tersedia di kamera. Dengan fitur ini saya dapat melakukan pemfokusan secara manual (dengan memutar focus ring pada lensa) sambil melihat objek di LCD Monitor kamera.

 

8. Setelah Fitur LiveView diaktifkan, saya mulai melakukan pemfokusan secara manual (Manual Focus) sambil melihat objek di LCD Monitor kamera hingga objek (bangunan) terlihat tajam. Saya melakukan pemfokusan pada salah satu sisi dinding bangunan ini. Tentunya dengan dibantu oleh teman saya yang menyinari bangunan ini dengan cahaya headlamp agar saya bisa melihat bangunan ini di LCD Monitor.

 

9. Setelah komposisi foto saya rasa oke dan objek terlihat tajam, saya kemudian menonaktifkan Fitur LiveView dan tidak lupa meminta teman tersebut mematikan kembali headlamp agar cahaya headlamp tidak mengganggu pencahayaan alami. Setelah itu saya tinggal memotret. Klik!

 

Jadi intinya dari teknik/ cara pemfokusan di atas adalah:

Lakukan pemfokusan secara manual, sambil membidik di viewfinder kamera atau sambil mengaktifkan Fitur LiveView kamera, dan sambil menyinari objek dengan sumber cahaya entah itu berupa cahaya headlamp, flashlight dan berbagai alat lainnya.

 

Perlu diperhatikan bahwa setiap objek dan kondisi di lapangan memiliki tingkat kegelapan yang berbeda-beda, jadi mungkin anda membutuhkan sumber cahaya yang lebih kuat untuk menyinari objek agar bisa melihat dengan jelas di viewfinder atau di LCD Monitor kamera, sehingga bisa melakukan pemfokusan secara manual (Manual Focus).

 

Penjelasan di atas adalah dengan menggunakan kamera Canon EOS 500D. Bagi anda yang menggunakan jenis kamera lain, mungkin bisa jadi terdapat penamaan atau istilah yang berbeda, jadi silahkan mengacu kepada buku manual kamera anda tentang istilah-istilah dan bagaimana cara mengaktifkan fitur-fitur seperti Fitur LiveView, dll.

 

Selamat mencoba dan bereksperimen!

 

Link artikel lainnya:


1. Tips Memotret Model dan Orang: Fokus pada Mata

2. Dari Pasar Bubrah Menuju Puncak Merapi

3. Pancaran Cahaya di Goa Grubug

4. Tips Menekan Biaya Traveling ke Raja Ampat

5. Berlibur di Danau Situgunung

6. Horizon

7. Teknik 2: Mendapatkan Fokus Pada Pemotretan Malam Hari dengan Cara Infinity Focus

8. Autofocus dan Manual Focus pada Kamera DSLR


 

Comments   

 
0 #1 Cokpalanga 2016-09-11 21:00
Om maaf nubi mau tanya,
Supaya hasil nya terang bgitu apa saja yg perlu disetting?
Quote
 
 
0 #2 Niko 2016-09-12 22:38
@Cokpalanga: terang gelap itu tinggal diatur exposure fotonya Mas. Untuk mengatur exposure foto dilakukan dengan merubah-rubah Aperture, Shutter Speed atau ISO hingga foto menjadi lebih terang. Misalnya katakanlah Mas motret awalnya dengan Aperture: f8, ISO: 400, Shutter Speed: 30 Detik dan ternyata hasilnya kurang terang. Nah, Mas bisa rubah misalnya shutter speednya diperpanjang menjadi 1 menit sebgai contoh. Atau bisa juga Aperturenya yang dirubah menjadi f5.6 misalnya. ATau bisa juga ISO nya yang dirubah. Tapi yang perlu diingat adalah, selain mengakibatkan perubahan terang gelap foto, merubah Shutter SPeed atau Aperture atau ISO memiliki pengaruh lain terhadap foto.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh