Exposure (Bagian 1): Apa Itu Exposure?


Anda mungkin pernah mendengar teman-teman anda sesama pecinta fotografi berucap seperti ini, “Wah, exposure fotonya oke“. Atau mungkin ungkapan seperti, ”Fotonya underexposed” atau ”Fotonya overexposed”. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan exposure, underexposed atau overexposed tersebut dalam dunia fotografi?


Apa Itu Exposure?

Sebelum memahami definisi exposure ada satu hal mendasar yang perlu kita ingat, yaitu fotografi itu laksana melukis dengan cahaya. Jika seorang pelukis memerlukan cat/ tinta untuk menciptakan sebuah lukisan, maka seorang fotografer memerlukan cahaya untuk menghasilkan sebuah foto. Jadi dengan kata lain ”bahan utama” untuk menghasilkan sebuah foto adalah cahaya. Jadi, pada saat anda memotret cahaya akan masuk melalui lensa dan diteruskan ke sensor kamera, untuk kemudian diproses sedemikian rupa hingga menjadi sebuah foto.


Lantas apa itu exposure? Exposure adalah seberapa banyak jumlah cahaya yang masuk melalui lensa dan diteruskan ke sensor kamera, atau dengan kata lain exposure adalah seberapa banyak sensor kamera terekspos/ dikenai oleh cahaya. Jumlah cahaya yang jatuh/ mengenai sensor kamera ini adalah salah satu faktor utama yang akan menentukan hasil akhir sebuah foto.


Perumpamaan Exposure

Perumpamaan exposure itu seperti ember dengan volume tertentu. Meskipun perumpamaan ini tidak 100% tepat, tapi mudah-mudahan bisa membantu anda untuk memahami apa yang dimaksud dengan exposure. Sekarang anda bayangkan sebuah ember dengan kapasitas 15 liter! Apa yang terjadi kalau ember tersebut kita isi dengan air sebanyak 5 liter? Ketika ember dengan volume 15 liter tersebut diisi dengan air sebanyak 5 liter maka ember tidak akan terisi penuh. Pada kondisi ini kita katakan bahwa jumlah air yang dimasukkan ke dalam ember ”KURANG/ UNDER” dari volume tepat (exact volume) dari ember, yakni 15 liter. Sebaliknya apa yang akan terjadi jika kedalam ember tersebut kita isi air sebanyak 25 liter? Jawabannya jelas. Air akan tumpah karena melebihi volume ember. Pada kondisi ini kita katakan jumlah air yang dimasukkan ke dalam ember ”MELEBIHI/ OVER” dari volume ember.


Demikian jugalah pada saat kita memotret. Jika jumlah cahaya yang masuk melalui lensa dan mengenai sensor kamera kurang/ under dari jumlah ”yang seharusnya” maka foto yang dihasilkan akan menjadi underexposed. Salah satu efek/ akibat dari foto yang underexposed adalah foto akan terlihat terlalu gelap. Sebaliknya kalau jumlah cahaya yang masuk melalui lensa dan mengenai sensor kamera melebihi/ over dari jumlah ”yang seharusnya” maka foto yang dihasilkan akan menjadi overexposed. Salah satu efek/ akibat dari foto yang overexposed adalah foto akan terlihat terlalu terang.


Lantas kalau ada foto yang underexposed dan overexposed, adakah foto dengan exposure yang pas/ tepat? Yup, jika ada foto yang underexposed dan overexposed maka pastilah ada sesuatu diantara keduanya, yaitu foto dengan exposure yang tepat/ pas (correct exposure). Tidak under dan tidak over. Untuk menghasilkan foto dengan exposure yang tepat dan pas (correct exposure) maka jumlah cahaya yang masuk melalui lensa untuk kemudian diteruskan ke sensor kamera harus pas atau tepat pula. Untuk menghasilkan foto dengan exposure yang tepat/ pas maka ada berbagai faktor yang mempengaruhinya.


Apa saja faktor yang mempengaruhi exposure tersebut? Bagaimana indikasi underexposed dan overexposed di kamera? Apakah foto yang underexposed dan overexposed pasti selalu tidak bagus? Bagaimana cara mengukur jumlah cahaya pada saat memotret? Nantikan terus artikel-artikel selanjutnya yang akan membahas lebih jauh lagi mengenai hal-hal yang terkait dengan exposure.

Salam!

 

 

 

Comments   

 
+1 #1 hilman 2014-02-25 13:36
Atikel tentang 'Fotografi' yang anda tulis sangat menarik dan bagus.
Kita juga punya artikel mengenai 'Fotografi', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya

http://fotografi.blog.gunadarma.ac.id/
terima kasih
semoga bermanfaat
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh