Menggunakan Spot Metering Untuk Memahami Cahaya Dalam Fotografi

Baca juga:

1. Apa itu exposure?

2. Warna foto yang tidak akurat

3. Apa yang dimaksud dengan STOP dalam fotografi?

4. Horizon dalam fotografi

 


 

 

Sebagian besar kita mungkin hampir selalu atau sebagian besar menggunakan Mode Metering berikut ini saat memotret:

1) Evaluative Metering, atau

2) Center Weighted Metering

 

Mohon diperhatikan bahwa istilah di atas adalah istilah yang digunakan pada kamera merk Canon. Terdapat perbedaan nama pada merk lainnya, misalnya pada Nikon istilah yang digunakan untuk Evaluative Metering adalah Matrix Metering. Jadi silahkan merujuk kepada manual kamera anda.


Pada situasi tertentu kedua mode tersebut (Evaluative Metering dan Center Weighted Metering terkadang tidak akurat dalam MEMBACA CAHAYA sehingga setting yang dihasilkan (Aperture (F) dan Shutter Speed) menjadi tidak tepat/akurat.


Nah, ada yang pernah mendengar atau mencoba Mode Spot Metering?

Jika belum, cobalah bereksperimen dengan Mode Spot Metering. Selain akan menghasilkan foto yang lebih berdimensi dan membuat kita terkadang surprise, dengan menggunakan Spot Metering kita akan mulai memahami perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada objek yang berbeda pada foto kita. Selain itu hal ini akan meningkatkan intuisi kita pada saat memotret.

 

Perhatikan contoh foto berikut:

Spot Metering dalam Fotografi

 

Foto ini saya ambil dengan menggunakan Aperture (F), Shutter Speed dan ISO yang dihasilkan dari MEMBACA/MENGUKUR CAHAYA yang jatuh pada salah satu objek di dalam foto ini. Perlu diingat bahwa sistem metering internal kamera di-design untuk membaca atau mengukur cahaya yang jatuh lalu dipantulkan oleh objek atau benda yang kita potret.

 

Pertanyaannya adalah cahaya yang jatuh pada objek yang mana yang saya ukur? Yakni cahaya yang jatuh pada balok-balok batu sebagaimana terlihat dalam foto ini.

Penggunaan Spot Metering dalam Fotografi

 

Alasan saya MEMBACA/MENGUKUR cahaya yang jatuh dan dipantulkan oleh balok-balok batu tersebut (dengan menggunakan Mode Spot Metering) adalah karena itulah yang membuat saya tertarik untuk mengambil foto ini. Saya menginginkan balok-balok batu yang disirami cahaya matahari ini terekspose dengan tepat.

 

Jika seandainya saya menggunakan Mode Evaluative Metering atau Center Weighted Metering waktu itu, maka mungkin foto akan terlihat terlalu terang atau terlalu gelap sehingga semburan/siraman cahaya yang jatuh di atas permukaan balok tidak akan berhasil saya abadikan sebagaimana yang saya imajinasikan.

Add comment


Security code
Refresh